MANAGED BY:
MINGGU
16 JUNI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Selasa, 21 Mei 2019 00:32
Menuju Kaltim Bebas Demam Berdarah

Oleh: Joshua Christian A  Ranti

PROKAL.CO, Mahasiswa Bioteknologi Universitas Kristen Duta Wacana


DEMAM berdarah merupakan salah satu jenis penyakit serius, karena dapat menyebabkan kematian penderitanya. Demam berdarah merupakan penyakit akibat infeksi virus dengue yang dibawa spesies nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini berkembangbiak dengan cepat di daerah yang mempunyai iklim panas dan lembab.

Selain itu, nyamuk ini menyukai lingkungan rumah, bangunan, gedung dan sekitarnya, terutama pada tempat-tempat gelap dan benda-benda yang tergantung di dalamnya. Nyamuk ini juga paling aktif mencari mangsa sekira 2 jam setelah matahari terbit dan beberapa jam sebelum matahari terbenam.

Kalimantan Timur (Kaltim) merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang setiap tahunnya terdapat kasus penyakit demam berdarah. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim menyatakan, terjadi peningkatan kasus demam berdarah dari 2017 hingga 2018. Dimana, 2017 hanya terjadi sekitar 2.000 kasus demam berdarah, sedangkan 2018, terdapat 3.500 kasus demam berdarah, sehingga berpotensi menjadi KLB (Kejadian Luar Biasa).

Peningkatan kasus demam berdarah ini terjadi karena banyak faktor, mulai curah hujan yang tinggi, menyebabkan banjir yang mengakibatkan banyaknya genangan air, sehingga mendukung nyamuk berkembangbiak di berbagai titik di Kaltim. Selain itu, salah satu penyebab meningkatnya kasus demam berdarah adalah banyak air tampungan warga tidak ditutup, justru menjadi media bagi nyamuk berkembangbiak.

Kemudian banyak juga tumpukan barang-barang bekas yang tidak ditimbun menyebabkan nyamuk berdatangan.
Penyebaran penyakit demam berdarah ini dapat dicegah dengan berbagai cara, salah satunya 3M (Menguras, Menutup, dan Mengubur). Cara ini paling efektif memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti di sekitar lingkungan. Kemudian menguras bak mandi, agar jentik tak berkembang jadi nyamuk dewasa.

Di samping itu, apabila air tampungan tidak dipakai, lebih baik ditutup agar nyamuk tidak bertelur di wadah penampungan tersebut. Kemudian, jika terdapat banyak tumpukan barang-barang bekas, sebaiknya dikubur atau di daur ulang, agar dapat digunakan kembali, karena bila dibiarkan begitu saja, mengundang kedatangan nyamuk.

Selain itu, penyebaran demam berdarah dapat dicegah lewat fogging atau pengasapan. Dari dulu fogging memang merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memberantas penyakit demam berdarah. Fogging memang dapat mengurangi membunuh nyamuk dewasa, namun lama kelamaan nyamuk jadi resisten terhadap fogging, sehingga tidak efektif untuk memberantas demam berdarah. Di sisi lain, fogging berbahaya bagi masyarakat karena dapat menyebabkan keracunan bagi yang menghirupnya.

Cara lain untuk mengurangi penyebaran penyakit demam berdarah, adalah dengan menaruh ikan pemakan jentik nyamuk pada penampungan air. Contohnya ikan cupang. Ikan ini diketahui menyukai makanan bergerak, seperti jentik. Sehingga dapat digunakan untuk memutus siklus perkembangan nyamuk. Apalagi ikan ini mudah didapat dan harganya pun murah.

Selain cara-cara yang telah dijelaskan, cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan ovitrap. Ovitrap sendiri adalah sebuah alat untuk memerangkap telur nyamuk. Bahan-bahan yang dipakai untuk membuat ovitrap juga mudah ditemukan, yaitu botol bekas, kain kasa, sedikit gula jawa dan ragi tape.

Prinsip kerja dari ovitrap adalah menjebak telur dan larva nyamuk, sehingga tidak dapat keluar lagi dari perangkap. Cara ini cukup efektif dan efisien, karena menggunakan barang bekas dan mudah didapat, serta mudah dilakukan.  

Cara-cara yang telah dijelaskan dapat terealisasi, apabila pemerintah ikut campur tangan. Dalam hal ini, berperan melakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar mereka menyadari bahaya dari demam berdarah. Kemudian masyarakat juga bisa memahami prinsip kerja dari setiap cara-cara di atas, supaya dapat diterapkan di lingkungan sekitar atau bahkan rumah warga itu sendiri. (*/adv/ama/beb)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 15 Juni 2019 21:16

Menu Istimewa, Harga Terjangkau

SAMARINDA. Meski Lebaran telah usai, namun suasana Hari Raya Idulfitri…

Jumat, 14 Juni 2019 20:47

Jamaah Masjid Pelita Berbagi untuk Korban Banjir

SAMARINDA. Simpati dan bantuan terhadap korban banjir di Samarinda terus…

Jumat, 14 Juni 2019 20:46

Ringankan Beban, Serahkan Bantuan

SAMARINDA. Ketua Persit KCK Cabang XIV Dim 0901/Samarinda, Koorcab Rem…

Jumat, 14 Juni 2019 20:45

BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Bantuan

SAMARINDA. Banjir masih mengenangi sebagian wilayah di Kota Samarinda sampai…

Jumat, 14 Juni 2019 20:45

PDAM Peduli Korban Banjir

SAMARINDA. Sejak awal kejadian banjir di Kota Tepian, PDAM Tirta…

Jumat, 14 Juni 2019 20:43

Hotel Horison Perhatikan Warga yang Kebanjiran

SAMARINDA. Banjir yang melanda Kota Samarinda telah melumpuhkan beberapa titik…

Jumat, 14 Juni 2019 20:30

Tidak Semua Hotel Mandek

USAHA Perhotelan sebenarnya dalam trend yang bagus. Sayang, musibah banjir…

Jumat, 14 Juni 2019 20:29

Bisnis Oke, CSR Jalan

BISNIS tidak melulu soal keuntungan. Setiap usaha pun harus punya…

Jumat, 14 Juni 2019 14:31

Genangan di dr Soetomo Berangsur Surut

TERGENANG sejak Minggu (9/6), banjir yang merendam kawasan dr Soetomo…

Kamis, 13 Juni 2019 21:24

Kesehatan Mental yang Mulai Terabaikan

Oleh: Ambarani Febri Diah Saputri    WORLD Health Organization (WHO) menyebutkan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*