MANAGED BY:
MINGGU
16 JUNI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Rabu, 15 Mei 2019 17:10
Warga Eks Bantaran SKM Pertanyakan Kelanjutan Proyek, Dulu Didesak, Kini Diabaikan
SUDAH DIBONGKAR. Rencana pembangunan taman di bantaran SKM segmen Perniagaan ternyata belum jelas. Padahal Pemkot Samarinda sudah mendesak warga yang bermukim untuk direlokasi. bahkan puluhan rumah sudah dibongkar. Setelah dibongkar, rencana pembangunan belum juga direalisasikan.

PROKAL.CO, "Sekarang kami sudah membongkar, tapi malah dibiarkan begitu saja. Kan kasian orang yang sudah terlanjur pindah, harusnya tidak secepat ini.”


SAMARINDA. Sudah sebulan lebih lokasi yang bakal dibangun taman di tepi Sungai Karang Mumus (SKM) segmen Perniagaan, tidak tersentuh. Bahkan masih ada puing-puing sisa pembongkaran dari pemukiman warga yang pernah tinggal di kawasan tersebut.
Sebagian besar kini warga yang bangunannya dibongkar telah mencari rumah atau sewaan di tempat lain.

Namun ada juga yang memilih bertahan dan mencari sewaan di sekitar kawasan tersebut. Salah satunya Munikan, seorang warga yang telah bermukim di SKM Perniagaan sejak 1972 silam. Ia mengaku masih ingin bermukim di sana sehingga menunggu perkembangan pembangunan taman, sesuai yang ditetapkan oleh Pemkot Samarinda.

"Padahal dulu kami minta setelah setelah Lebaran saja dibongkar. Tapi kesepakatannya berubah. Harus sebelum pemilu sudah harus kosong. Sekarang sudah dibongkar, tidak juga dibangun apa-apa," ujar Munikan.

Padahal, berdasarkan kesepakatan bersama Pemkot Samarinda, kawasan pinggiran SKM tersebut akan dibangun taman pada April mendatang. Bahkan warga di kawasan tersebut dijanjikan akan dibangunkan toilet umum sebagai pengganti jamban yang dinilai tidak sehat.
"Sekarang kami sudah membongkar, tapi malah dibiarkan begitu saja. Kan kasian orang yang sudah terlanjur pindah, harusnya tidak secepat ini," paparnya.

Ia juga sempat mempertanyakan kelanjutan pembangunan taman kepada pihak RT maupun kelurahan. Namun hasilnya juga tidak ada kelanjutannya yang pasti. "Ya, mereka (RT lurah) juga tidak tahu. Terus kami mau bertanya ke mana? Apa harus dibiarkan begini saja," tegas Munikan.

Untuk diketahui, pemerintah pusat berencana membangun taman di kawasan itu. Anggarannya senilai Rp 27 miliar melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).  Sebelumnya, Kabid Permukiman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Budi Tristriyono, mengaku belum juga bisa memastikan progres dari Kementerian PUPR. Sebab hingga saat ini, pemerintah pusat masih mengurus untuk pelelangan proyek taman tersebut.

"Ini kan, proyek pusat makanya mereka juga yang melelang langsung. Sampai saat ini kami juga belum mendapat kepastian kapan proyeknya akan berjalan. Bisa jadi masih ada perencanaan yang perlu disempurnakan. Sehingga pusat masih menunda proses pelelangan," pungkas Budi. (hun/nha)


loading...

BACA JUGA

Sabtu, 10 Oktober 2015 08:38

Membernya Ribuan, Gelar Resepsi di The Concept

<p>Dulu, olahraga lintas alam atau sering disebut hash atau on-on tak banyak yang mengetahui apalagi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*