MANAGED BY:
MINGGU
16 JUNI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Selasa, 14 Mei 2019 16:49
Proyek SKM Perniagaan Mandek

Lelang Ditunda, Bangunan Warga Masih Tersisa

BONGKAR BANGUNAN. Petugas Satpol PP membantu proses pembongkaran permukiman bantaran SKM segmen Jembatan Perniagaan, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Sejak Maret lalu, permukiman di Sungai Karang Mumus (SKM) segmen Perniagaan perlahan mulai terlihat kosong. Sebab lahan di bibir sungai di Kelurahan Dadi Mulya dan Bandara itu diperuntukan pembangunan taman. Pembangunan itu menjadi proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, khususnya dalam program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

Namun hingga saat ini belum ada kejelasan akan proyek senilai Rp 27 miliar tersebut. Berdasarkan kesepakatan awal, proyek ini sudah mulai dilelang sejak April lalu. Namun menurut Kabid Permukiman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Budi Tristriyono, pihaknya juga belum bisa memastikan progres dari Kementerian PUPR. Sebab pelelangannya pun dilakukan oleh Pemerintah Pusat. "Karena pusat yang melelang, kami pun masih menunggu jadwal dari mereka," kata Budi.

Dirinya juga mengaku belum mendapat kepastian apapun dari pihak Kementerian Pusat, yang nantinya akan dijalankan melalui Satuan Kerja (Satker) di bawah Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (DPUTR) Kaltim.
"Saya juga tidak tahu. Bisa jadi masih ada perencanaan yang perlu disempurnakan. Sehingga pusat masih menunda proses pelelangan," tuturnya.

Selain itu, hingga saat ini masih ada dua bangunan milik warga khususnya yang belum juga tersentuh pembongkaran. Meski demikian Budi meyakinkan hal ini telah dilaporkan kepada Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang serta Sekretaris Kota (Sekkot) Sugeng Chairuddin.
"Karena pemilik bangunan meminta untuk diberi kesempatan untuk berbicara dengan Pak Wali dan Pak Sekda (Sugeng). Tapi secara keseluruhan itu bukan penghambatnya," jelasnya.

Sebab menurut Budi tugas Pemkot Samarinda untuk menyiapkan lahan sudah rampung. Sehingga proses berikutnya hanya menunggu hasil dari pelelangan yang dilakukan oleh Kementerian PUPR.

"Lahan sudah siap. Tugas pemkot kan hanya menuntaskan permasalahan sosial. Kalau ada dua bangunan yang belum dibongkar pasti akan segera ditanggapi. Karena urusan dana bagi pemilik bangunan sudah kami tuntas juga. Tinggal menunggu kabar dari pusat saja," pungkas Budi. (hun/beb)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 10 Oktober 2015 08:38

Membernya Ribuan, Gelar Resepsi di The Concept

<p>Dulu, olahraga lintas alam atau sering disebut hash atau on-on tak banyak yang mengetahui apalagi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*