MANAGED BY:
RABU
17 JULI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Sabtu, 13 April 2019 15:57
Ditabrak, Median Dibiarkan Ambrol

Picu Kecelakaan dan Penyempitan Jalan APT Pranoto

SERING DITABRAK. Meski sudah banyak median Rapak Dalam yang rusak karena ditabrak, hingga kini belum dilakukan perbaikan.OKE/SAPOS

PROKAL.CO, SAMARINDA. Median di sepanjang jalan simpang Jalan Rukun, hingga simpang Jalan APT Pranoto sudah banyak yang rusak. Penyebabnya karena median pembagi ruas jalan itu sering ditabrak.
Meski begitu belum pernah ada perbaikan kerusakan median yang dilakukan sehingga sudah banyak ruas jalan yang sudah tidak lagi dilengkapi dengan median.
Berkaitan dengan usulan Satlantas Polresta Samarinda, agar median jalan itu dibongkar karena dinilai membahayakan menurut Camat Loa Janan Ilir, Syahrudin S patut dipertimbangkan.
"Mungkin bisa dicarikan solusi bagaimana supaya kendaraan dari arah berlawanan itu tetap bisa tahu batas jalan yang dilalui. Median yang ada saat ini pun tidak pernah diperbaiki meski sering ditabrak," kata Syahrudin.
Beberapa median jalan di Jalan KH Harun Nafsi, Kelurahan Rapak Dalam diketahui Syahrudin memang sudah ada yang sengaja dibongkar. Hal itu dilakukan agar air dari kawasan perbukitan dapat mengalir ke seberang jalan menuju anak sungai.
"Contoh seperti median di depan lokasi makam. Setiap hujan air bercampur lumpur turun dari areal makan yang ada di perbukitan. Luapan air bercampur lumpur juga sampai ke jalan, karena ada median itu air tidak bisa mengalir terpaksa warga membongkarnya," terangnya.
Sebelumnya, Jalan KH Harun Nafsi, dari arah simpang Jalan Rukun, menuju simpang Jalan APT Pranoto, merupakan jalur rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas menurut pengamatan Unit Lakalantas Satlantas Polresta Samarinda.
Median yang dipasang di tengah badan jalan selebar 10 meter itu dinilai sebagai pemicunya. Meski tujuannya untuk memisahkan serta memberi batas kendaraan dari dua arah namun keberadaan median itu sangat membahayakan.
Akibat adanya median pembatas itu, ruas jalan yang tersisa untuk dilalui kendaraan hanya selebar 5 meter. Lebar tersebut hanya bisa dilalui 1 kendaraan jenis truk, tronton dan trailer.
Untuk mengantisipasi kecelakaan yang disebabkan penyempitan jalan itu, Polantas pun mengusulkan agar median dibongkar sehingga kendaraan bisa lebih leluasa melintas.(oke/beb)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 16 Juli 2019 21:30

Ajak Mahasiswa KKN Dukung Satu Data Samarinda

SAMARINDA. Pemkot Samarinda tidak pernah berhenti berinovasi sebagai pelopor penggunaan…

Senin, 15 Juli 2019 14:15

Hari Ini Normalisasi SKM Dimulai

SAMARINDA. Setelah sempat tertunda, kegiatan normalisasi Sungai Karang Mumus (SKM)…

Jumat, 12 Juli 2019 14:41

Keruk SKM, Pemprov Gandeng TNI

SAMARINDA KOTA. Pemprov Kaltim menegaskan akan mengerjakan proyek penanganan banjir…

Jumat, 12 Juli 2019 14:40

Ibu Kota Negara di Kaltim? Tim Kementerian PUPR Survei Lokasi

KARANG ASAM. Gemuruh mesin baling-baling helikopter terdengar mengelilingi markas Polresta…

Kamis, 11 Juli 2019 11:50

Pengerukan tanpa Rencana Matang

GANG NIBUNG. Rencana pengerukan Sungai Karang Mumus (SKM) segmen Gang…

Rabu, 10 Juli 2019 14:50

Pengerukan SKM Mandek?

SAMARINDA. Kegiatan pengerukan Sungai Karang Mumus (SKM) di bantaran Gang…

Rabu, 10 Juli 2019 14:16

Usai Bimtek, Tetap Harus Menulis

SAMARINDA. Kegiatan bimbingan teknik (Bimtek) jurnalistik di lingkungan Pemkot Samarinda…

Rabu, 10 Juli 2019 04:00

Relokasi Warga Bantaran SKM, Ganti Rugi Ditanggung Pemprov

SAMARINDA. Pemprov Kaltim harus turun tangan menuntaskan permasalahan sosial terkait…

Selasa, 09 Juli 2019 16:41

Belum Ada Kegiatan di Lokasi

SAMARINDA. Pengerukan Sungai Karang Mumus (SKM) segmen Gang Nibung-Perniagaan yang…

Senin, 08 Juli 2019 20:49

Lantik Kadis Kominfo Jadi Dewas PDAM

SAMARINDA. Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menumpukan harapan kepada Kepala…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*