MANAGED BY:
RABU
17 JULI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Sabtu, 13 April 2019 15:43
Termasuk Jenis Buaya Ganas

Tim Rescue Disdamkar Pantau SKM

PENASARAN. Warga mendatangi lokasi penampakan buaya muara di pinggi Sungai Karang Mumus.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Penampakan seekor buaya muara di Sungai Karang Mumus (SKM) di wilayah perbatasan Kelurahan Dadimulya, Kecamatan Samarinda Ulu dengan Kelurahan Bandara, Kecamatan Sungai Pinang, mendapat perhatian serius sejumlah pihak. Itu tak hanya datang dari komunitas pecinta hewan yang menamakan diri Borneo Animal Rescue (BAR). Giliran Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim dan Rescue Damkar Kota Samarinda memberikan tanggapan berkaitan fenomena hewan pemakan daging tersebut.
Dikonfirmasi melalu ponselnya, Kepala BKSDA Kaltim, Sunandar mengatakan, pihaknya baru mendengar informasi adanya penampakan buaya yang muncul, pada Kamis (11/4) lalu tersebut. Meski demikian pihaknya, tetap akan menindaklanjutinya.
"Kita akan segera melakukan pengecekan di lapangan tentang informasi penampakan buaya itu," kata Sunandar.
Pengecekan sendiri menurut Sunandar sebagai acuan atas tindakan apa yang selanjutnya akan dilakukan instansinya.
"Kita lihat di lapangan dulu. Dan hasilnya nanti kita sampaikan," ucap Sunandar.
Selaras dengan hal itu, Tim Rescue Disdamkar Kota Samarinda yang sudah mengetahui penampakan buaya akan segera berkoordinasi untuk menentukan langkah antisipasi agar buaya tidak sampai menyerang warga.
"Besok (hari ini) kita akan terjun kelapangan. Dan kita pastikan dulu jenis buaya apa yang sempat terlihat bahkan terekam warga saat itu. Hal ini penting karena jenis buaya itu banyak. Termasuk tingkat keganasannya," kata Anggota Rescue Damkar Ichwan Wahyudin.
Menurut Ichwan jika benar buaya yang dimaksud adalah jenis buaya muara, maka warga sebaiknya meningkatkan kewaspadaan, sebab buaya jenis ini termasuk ganas dan sangat agresif.
"Jika tidak diganggu mungkin buaya terlihat tenang dan tidak. Namun dia akan menyerang kepada siapa saja yang dianggap mengganggunya. Nah ada baiknya jika melihat buaya ini di pinggir sungai untuk tidak diganggu," ucap Ichwan.
Buaya muara atau disebut juga buaya bekatak yang dalam istilah biologinya disebut Crocodylus porosus adalah jenis buaya terbesar di dunia.
Dinamakan Buaya muara karena selain hidup di habitat utama yakni sungai, buaya ini juga hidup di dekat laut alias muara, kadang dijumpai di laut lepas. Tidak heran jika buaya ini adalah satu satunya buaya yang bisa bertahan di air asin atau air laut.
"Saat ini kami hanya bisa mengimbau agar warga untuk sementara waktu tidak beraktivitas di pinggir sungai dahulu. Terlebih kepada anak-anak yang tinggal di bantaran sungai yang kerap mandi di sungai tersebut," pungkas Ichwan. (kis/beb)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 09 Oktober 2015 16:53

PPK Tantang Ketua Panwaslu

<p>SAMARINDA. Status Ketua Rukun Tetangga (RT) menjelang perhelatan politik akhir tahun nanti…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*