MANAGED BY:
SABTU
25 MEI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Rabu, 13 Maret 2019 16:19
Larangan Terbang, APT Pranoto Aman

Setelah Boeing 737-8 Max Terjatuh

DALAM PENGAWASAN. Pemerintah mengeluarkan kebijakan larangan terbang sementara terhadap pesawat jenis Boeing 737-8 Max. Aktifitas penerbangan di APT PRANOTO tak terganggu.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Pesawat terbang jenis Boeing 737-8 Max dilarang terbang sementara (temporary grounded) oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Langkah tersebut diambil setelah jatuhnya Pesawat Ethiopian Airlines berjenis Boeing 737-8 MAX, akhir pekan lalu. Kebijakan ini diambil untuk memastikan bahwa pesawat yang beroperasi di Indonesia dalam kondisi layak terbang.
Saat ini, maskapai yang mengoperasikan pesawat jenis tersebut adalah PT Garuda Indonesia sebanyak 1 unit dan PT Lion Air sebanyak 10 unit. Apakah kebijakan ini berpengaruh terhadap intensitas penerbangan di Bandara APT Pranoto?
Kepala Bandara APT Pranoto Dodi Dharma Cahyadi memastikan penerbangan di APT Pranoto tidak berdampak alias aman. Meskipun ada larangan terbang sementara pesawat jenis Boeing 737-8 Max.
"Tak ada dampak. Enggak ada pakai," katanya.
Jenis pesawat itu, kata Dodi, hanya masuk ke Bandara Sepinggan Balikpapan, karena kapasitas besar.
Melalui rilis resmi yang diterima media ini, Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara, Kemenhub, Polana B Pramesti mengatakan, langkah tersebut diambil untuk menjamin keselamatan penerbangan di Indonesia.
"Salah satu langkah yang akan dilakukan oleh Ditjen Hubud adalah melakukan inspeksi dengan cara larang terbang sementara (temporary grounded), untuk memastikan kondisi pesawat jenis tersebut laik terbang (airworthy) dan langkah  tersebut telah disetujui oleh Menteri Perhubungan” kata Polana di Jakarta, Senin (11/3) lalu.
Inspeksi akan dimulai secepatnya mulai Selasa, (12/3) kemarin. Apabila ditemukan masalah pada saat inspeksi, maka pesawat tersebut akan dilarang terbang sementara sampai dinyatakan selesai oleh inspektur penerbangan.
Sejauh ini, pengawasan untuk pengoperasian pesawat jenis Boeing 737-8 MAX sudah dilakukan sejak 30 Oktober 2018 lalu pasca kecelakaan JT610. Bila mana jika terjadi masalah atau temuan hasil inspeksi pesawat langsung digrounded di tempat.
Ditjen Hubud terus berkomunikasi dengan Federal Aviation Administration  (FAA), untuk memberikan jaminan bahwa seluruh pesawat Boeing 737–8 MAX yang beroperasi di Indonesia laik terbang. FAA telah menerbitkan Airworthiness Directive yang juga telah diadopsi oleh Ditjen Hubud dan telah diberlakukan kepada seluruh operator penerbangan Indonesia yang mengoperasikan Boeing 737-8 MAX.
FAA menyampaikan akan terus berkomunikasi dengan Ditjen Hubud sekiranya diperlukan langkah lanjutan guna memastikan kondisi airworthy (laik terbang) untuk Boeing 737-8 MAX.
Ditjen Hubud juga telah menerima pernyataan langsung dari Boeing Co dimana pihak manufaktur menyampaikan akan memberikan keterangan terkini terkait hasil investigasi kecelakaan Ethiopian Airlines. Boeing Co juga siap menjawab pertanyaan dari Ditjen Hubud tentang langkah-langkah yang perlu diambil untuk memastikan aiworthy jenis pesawat terbang Boeing 737-8 MAX.
Untuk itu, Polana menghimbau kepada seluruh maskapai penerbangan untuk mematuhi aturan yang berlaku sebab keselamatan adalah hal yang utama dalam penerbangan .(zak/beb/nha)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 24 Mei 2019 13:12

HOROR..!! Pria Ini Tewas Digilas Truk Molen

SAMARINDA. Benturan keras mengejutkan pengendara yang tengah lalu lalang di…

Jumat, 24 Mei 2019 13:10
Lima Kebakaran selama Ramadan

Tiga Ruko Ludes, Pemadam Kesetrum

SAMARINDA. Selang sehari dua bangunan terbakar di Jalan Manunggal, Sungai…

Kamis, 23 Mei 2019 01:12

Jaga Suasana Damai Kota Tepian

Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang mengajak seluruh warga di Kota…

Rabu, 22 Mei 2019 11:29

Gelembungkan Suara, PPK Bisa Tersangka

SAMARINDA. Setelah melalui proses penyelidikan, Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu)…

Selasa, 21 Mei 2019 12:23
Ribuan Liter Berceceran, Pengendara Bergelimpangan

Solar Tumpah Itu Diduga Ilegal

SAMARINDA. Jalan Pangeran Suryanata di Samarinda Ulu merupakan salah satu…

Selasa, 21 Mei 2019 11:57

Kangaroo vs Bus Bone Indah Adu Kuat, Puluhan Penumpang Jerit-Jerit

TENGGARONG. Arus lalulintas kendaraan melintas di jalur poros Samarinda-Balikpapan, tepatnya…

Selasa, 21 Mei 2019 11:51

Lampu Runway Harga Mati

SAMARINDA. Pemasangan lampu penerangan darurat di landas pacu atau runway…

Jumat, 17 Mei 2019 16:23

Kulkas Selamat, Rumah Terbakar

SAMARINDA. Kaharuddin dan keluarganya kebetulan sedang tidak berpuasa. Satu keluarga…

Jumat, 17 Mei 2019 16:20

Sesama Keluarga "Ribut", Warisan Hotel Tak Dibagi Rata

SAMARINDA. Merasa dan menganggap tak adil dengan bagian warisan peninggalan…

Jumat, 17 Mei 2019 13:28

Konflik Antarcaleg dalam Satu Partai Terus Terjadi

SAMARINDA. Pemilu legislatif April lalu sudah berakhir. Siapa-siapa caleg yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*