MANAGED BY:
SABTU
23 MARET
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Rabu, 13 Maret 2019 11:19
Diapresiasi Deputi PP, Patut Jadi Referensi Nasional

Wali Kota Samarinda Gencar Perangi Sampah Plastik

KOMITMEN. Tak lagi menggunakan air minum dalam kemasan. Tampak wali kota minum dengan tumbler, deputi KemenPAN RB dengan gelas bahan non plastik dan Sekda memimpin rapat membawa tumbler.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Begitu besar dampaknya sampah plastik yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan kota. Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang berkomitmen kuat untuk memerangi sampah yang tak terurai dengan mengeluarkan Perwali 01 tahun 2019 terkait pengurangan kantong plastik dan Edaran Walikota tentang penggunaan tumbler yang diwajibkan bagi ASN dan Non ASN.

Kebijakan yang sudah berjalan ternyata mendapat apresiasi dari Deputi Pelayanan Publik (PP) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB) Diah Natalisa ketika meninjau Mal Pelayanan Publik (MPP) kota Samarinda belum lama ini.
“Luar biasa. Saya surprise ketika meninjau Mal Pelayanan Publik. Saya agak kaget melihat ada cangkir dari bahan kaleng seperti zaman-zaman saya masih kecil, ternyata masih ada. Saya kira hanya sebagai pajangan. Tapi saat dijelaskan, ternyata ada kebijakan wali kota yang visioner, memikirkan dan mengimplementasikan. Ada dasar hukumnya, ada Perwali dan surat edaran walikota,” ungkap Diah.
Menurutnya, hal-hal seperti ini terlebih penggunaan tumbler bagi ASN dan Non ASN termasuk kegiatan di lingkungan Pemkot yang tak lagi menggunakan air minum dalam kemasan ini patut diapresiasi.
“Bukan hanya diapresiasi, tapi jadi refrensi nasional. Karena saya belum ada dengan pemberlakuan penggunaan tumbler di lingkungan Pemkot dan kegiatan di Pemerintah Samarinda tak lagi menyiapkan air minum dalam kemasan,” bebernya.
Ia mengaku sempat heran ketika melihat banyaknya pegawai Pemkot Samarinda saat menghadiri pengarahan darinya, masing-masing memegang tumbler. “Saya lihat di meja juga ada tumbler dan gelas beisi air putih. Tak ada lagi air minum dalam kemasan, termasuk saya lihat Pak Wali dan Pak Sekda memegang tumbler. Bingung aja sih waktu itu. Ternyata luar biasa programnya,” tandasnya.
Ia mengatakan plastik kedepan pasti menjadi masalah. Untuk itu, harus dimulai dari diri sendiri untuk memerangi. “Paling tidak memulai dengan mengurangi penggunaan plastik atau meminimalkan, kita sudah memikirkan, bukan hanya kita, tapi anak cucu kita nantinya. Sampah plastik menjadi masalah dimana-mana. Apa yang dilakukan ini, luar biasa. Terima kasih kepada bapak Walikota yang sudah memikirkan anak cucu kita, semoga apa yang dilakukan benar –benar diimplementasikan dengan baik sehingga memberikan kontribusi untuk kelestarian lingkungan,” tutur Diah.(adv/kmf2/beb)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 10 Oktober 2015 08:38

Membernya Ribuan, Gelar Resepsi di The Concept

<p>Dulu, olahraga lintas alam atau sering disebut hash atau on-on tak banyak yang mengetahui apalagi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*