MANAGED BY:
SABTU
25 MEI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Sabtu, 09 Maret 2019 15:53
Kebakaran Lahan Diduga Disengaja

Polisi Kejar Para Pelaku

MASIH DISELIDIKI. Aparat Kepolisian Bontang melakukan penyelidikan untuk memburu oknum yang diduga sengajar membakar lahan untuk pertanian.

PROKAL.CO, BONTANG. Kawasan hutan lindung di Kelurahan Bontang Lestari, Kota Bontang, terbakar. Polres Bontang pun memburu oknum yang diduga sengaja membakar untuk membuka lahan pertanian.

Kapolres Bontang AKBP Siswanto Mukti menjelaskan, kini jajarannya masih menyelidiki kasus tersebut. Sejauh ini belum ada tersangka yang berhasil ditangkap sejak kebakaran terjadi.

"Petugas kami terkendala bukti, untuk mengejar oknum pembakar. Sebab lahan yang dibakar merupakan milik negara, sedangkan saksi di lapangan ketika ditanya mengaku tidak mengetahui penggarap lahan tersebut," jelas Siswanto.

Polisi bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang, BPBD, Kodim 0908 dan stakeholder terkait memantau serta memadamkan ketika terjadi kebakaran lahan maupun hutan.

Langkah ini dilakukan untuk lebih mudah memantau pergerakan oknum pembakar lahan yang beraksi beberapa pekan terakhir. "Mereka memanfaatkan kondisi cuaca terik dan suhu tinggi untuk membuka lahan dengan cara membakar," tambahnya.

Pun demikian, Polres bakal memantau penggarap lahan yang berada di kawasan hutan lindung. Petugas mengaku masih mengintai para penjarah lahan ini, namun ketika terbukti pihaknya bakal memberikan sanksi tegas kepada pelaku.

Dukungan juga datang dari Pemkot Bontang. Yakni, mengintruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memasang spanduk larangan membakar lahan di kawasan Hutan Lindung Bontang. Edaran surat yang diteken Pj Sekretaris Kota (Sekkot) Agus Amir ini disebarkan melalui jejaring sosial grup Whatsapp Pemkot Bontang.

Dalam edaran itu, Pemkot mewajibkan seluruh OPD atau 42 instansi di Kota Bontang memasang spanduk larangan membakar lahan di sepanjang jalan Ir Soekarno -Hatta dan Moh Roem, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang, Ahmad Yani mengatakan pihaknya telah memasang tiga spanduk larangan membakar lahan di tiga lokasi berbeda. Pesan imbauan yang dipasang menyesuaikan dengan format yang telah diintruksikan kepada seluruh dinas.

"Kami sudah pasang pak, ada tiga lokasi di dekat kantor wali kota, di dekat Alam Sejati dan ruas jalan Ir Soekarno -Hatta," kata Ahmad Yani dikonfirmasi.

Yani menjelaskan, intruksi Sekkot ini segera dilakukan oleh seluruh OPD Kota Bontang. Beberapa OPD juga mulai ikut memasang spanduk di sejumlah titik yang telah ditentukan. Pemasangan spanduk ini bertujuan, agar dapat menekan angka kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di kawasan hutan lindung.

Dijelaskan, di dalam surat tersebut sekkot menyinggung soal dampak iklim El Nino 2019 ini. Cuaca terik panas, dan tak hujan sejak beberapa pekan terakhir membuat lahan semak belukar rawan untuk terbakar.

"Spanduk imbauan tersebut juga mengajak masyarakat untuk tidak membakar sampah, membuang puntung rokok di sembarang tempat. Titik api kecil saat ini bisa berdampak kebakaran hutan dan lahan cukup besar," urai Yani.

Sementara sejak Januari 2019 hingga 4 Maret 2019 tercatat sudah terjadi 25 kebakaran di Bontang. Yakni, sudah terjadi di 18 titik lokasi. Lalu, untuk Maret saja, sudah terjadi 10 kebakaran lahan di Kota Taman.

Berdasar data BPBD Bontang, pada Januari tercatat 8 kebakaran. Dua diantaranya merupakan kebakaran lahan. Sementara pada Februari sebanyak 7 kasus. Enam diantaranya kebakaran lahan.

Terbaru, Selasa (5/3), terjadi tiga kebakaran lahan di Jalan Soekarno Hatta, Bontang Lestari. Bahkan Minggu (3/3) dan Senin (4/3) lalu, kebakaran lahan juga terjadi di sejumlah titik sekaligus.

Ahmad Yani menjelaskan, suhu udara di Bontang yang mengalami kenaikan yang cukup ekstrim pun diduga menjadi salah satu pemicu kebakaran lahan. Normalnya suhu udara mencapai 28 derajat celcius, belakangan suhu Bontang bisa mencapai 31-35 derajat celcius.

"Faktor ini membuat percikan api kecil bisa cepat membesar membakar lahan ataupun hutan di wilayah Bontang Lestari," katanya mengakhiri. (ifr/rin)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 25 Mei 2019 06:51

Bontang Sabet WTP Beruntun Lima Kali

SAMARINDA. Kota Bontang kembali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)…

Jumat, 24 Mei 2019 00:17

Wagub Terima Ambulans dari Taspen

SAMARINDA. Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi menerima ambulans dari…

Jumat, 24 Mei 2019 00:16

Pasien RSJD Diyakinkan Cepat Sembuh

SAMARINDA.  Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi menghadiri buka puasa…

Jumat, 24 Mei 2019 00:13

Meiliana Bukber Bareng Wartawan

SAMARINDA.  Komunikasi terus dilakukan Plt Sekprov Kaltim Dr Hj Meiliana…

Jumat, 24 Mei 2019 00:11

Pemprov Turut Berduka atas Wafatnya Ustaz Arifin Ilham

SAMARINDA.  Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim H Hadi Mulyadi menyampaikan ucapan…

Jumat, 24 Mei 2019 00:09

Angkutan Lebaran Harus Dipersiapkan dengan Baik

SAMARINDA.  Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi memimpin Rapat Koordinasi…

Jumat, 24 Mei 2019 00:08

Stok Sembako Aman Sampai Hari Raya Iduladha

SAMARINDA.  Stok (persediaan)  kebutuhan barang pokok dan barang penting  pada…

Kamis, 23 Mei 2019 23:46

Dinkes Sosialisasikan Prioritas Pemanfaatan Dana Desa

DINAS Kesehatan (Dinkes) Kaltim menggelar Sosialisasi Prioritas Pemanfaatan Dana Desa…

Kamis, 23 Mei 2019 01:18

PT MSJ-PT Tambang Damai Cemari Lingkungan?

TENGGARONG. Rabu (22/5) kemarin, DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar hearing…

Kamis, 23 Mei 2019 00:43

Buka Akses Wisata di Maratua

TANJUNG REDEB. Membuka akses transportasi berupa infrastruktur jalan yang memadai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*