MANAGED BY:
SENIN
22 JULI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Senin, 11 Februari 2019 12:20
HAH...?? Pemborong Boleh Membangun di Rawa

Soal Amdal, Disperkim: Tapi Ada Syaratnya

KAWASAN RAWA.Pesatnya pembangunan kota diiringi dengan menyempitnya kawasan rawa di Samarinda.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Pemkot Samarinda memiliki kebijakan tersendiri khususnya dalam memberikan izin mendirikan perumahan. Menurut Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Samarinda, Dadang Airlangga, kawasan rawa juga boleh didirikan perumahan, khususnya yang memiliki sertifikat resmi. Aturan ini pun telah diterapkan juga oleh Pemerintah Kalimantan Selatan (Kalsel) khususnya di  Gambut. "Tapi syaratnya harus rumah panggung," tegas Dadang.

Mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Samarinda ini memastikan izin membangun di kawasan rawa tetap menjaga dampak lingkungannya.

Sehingga aturan ini diharapkan dapat menghindari masyarakat yang sering membangun terlebih dahulu sebelum mendapatkan izin.

"Yang pasti harus ada daerah resapan alaminya karena di bawah rumah kan bisa dijadikan empang. Atau ternak lainnya,” jelasnya.
Selebihnya Dadang memastikan secara teknis aturan ini sudah berjalan. Termasuk gambaran per contoh yang akan dibangun  di rawa.

"Selama ini juga sudah ada yang mengajukan izin. Kebanyakan berasal di kawasan Samarinda Utara.  Makanya, dengan adanya izin. Kami bisa mengontrol pembangunannya. Agar benar-benar menerapkan sistem rumah panggung. Karena selama ini mereka hanya menguruk tidak memerhatikan daerah yang harusnya menjadi resapan air," urai Dadang.

Padahal aturannya kawasan rawa tidak boleh diuruk begitu saja karena dapat merusak daerah resapan air.  "Padahal rawa itu lahan genangan air ilmiah makanya harus dirawat jangan terus menerus diuruk," bebernya.

Sehingga lanjut Dadang, untuk mendapatkan izin membangun di kawasan rawa juga tidak bisa diberikan begitu saja. Sebab pihak yang akan membangun harus memiliki sertifikat hak milik (SHM).

"Mau itu usulan dari pemborong atau individu, itu (SHM) wajib ada untuk menyesuaikan usulan yang ada. Apalagi ada usulan dari pemilik lahan, yang ingin memanfaatkan menjadi tempat hunian," pungkas Dadang. (rm-1/beb)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 18 Juli 2019 17:30

Lapak PKL dan Bangunan Liar Dibongkar

AIR HITAM. Puluhan petugas Satpol PP Samarinda berjaga. Aparat kepolisian…

Kamis, 18 Juli 2019 17:28

Jelang Iduladha, Stok Hewan Kurban Aman

SAMARINDA KOTA. Jelang hari raya Iduladha, ketersediaan stok hewan kurban…

Selasa, 16 Juli 2019 21:30

Ajak Mahasiswa KKN Dukung Satu Data Samarinda

SAMARINDA. Pemkot Samarinda tidak pernah berhenti berinovasi sebagai pelopor penggunaan…

Selasa, 16 Juli 2019 13:32

Pemeliharaan Perlu Biaya Besar

SAMARINDA. Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda mengaku sudah meminta bantuan melalui…

Selasa, 16 Juli 2019 13:29

Libatkan TNI karena Darurat

GANG NIBUNG. Pengerukan Sungai Karang Mumus (SKM) segmen Gang Nibung…

Senin, 15 Juli 2019 14:15

Hari Ini Normalisasi SKM Dimulai

SAMARINDA. Setelah sempat tertunda, kegiatan normalisasi Sungai Karang Mumus (SKM)…

Jumat, 12 Juli 2019 14:41

Keruk SKM, Pemprov Gandeng TNI

SAMARINDA KOTA. Pemprov Kaltim menegaskan akan mengerjakan proyek penanganan banjir…

Jumat, 12 Juli 2019 14:40

Ibu Kota Negara di Kaltim? Tim Kementerian PUPR Survei Lokasi

KARANG ASAM. Gemuruh mesin baling-baling helikopter terdengar mengelilingi markas Polresta…

Kamis, 11 Juli 2019 11:50

Pengerukan tanpa Rencana Matang

GANG NIBUNG. Rencana pengerukan Sungai Karang Mumus (SKM) segmen Gang…

Rabu, 10 Juli 2019 14:50

Pengerukan SKM Mandek?

SAMARINDA. Kegiatan pengerukan Sungai Karang Mumus (SKM) di bantaran Gang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*