MANAGED BY:
SELASA
16 JULI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Jumat, 08 Februari 2019 14:10
Jasad Korban Kapal Meledak Ditemukan, Begini Kondisinya

Ledakan Elpiji di Kapal Renggut 3 Nyawa

TIGA KORBAN TEWAS. Keluarga korban KM Amalia berada di Samarinda. Satu dari dari dua jasad yang ditemukan terapung di Sungai Mahakam, kemarin (foto kanan).

PROKAL.CO, SAMARINDA. Pagi kemarin (7/3) pukul 07.10 Wita, SAR Brimob Detasemen B Plopor Polda Kaltim, berhasil menemukan satu jasad ABK KM Amelia yang hilang. Jasad tersebut merupakan korban ledakan kapal di dermaga PT Sei Mahakam, Jalan KH Mas Mansyur, RT 23, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang yang terjadi Selasa (5/2) malam lalu.

Korban pertama yang ditemukan mengapung adalah Arman (25). Jasadnya mengapung sejauh 20 meter dari TKP. Tepatnya di pinggir sungai di antara kapal-kapal yang bersandar.

Menggunakan salah satu ambulans relawan, jasad Arman dievakuasi Tim SAR gabungan ke kamar jenazah RSUD AW Sjahranie untuk divisum.

Intesitas pencarian pun ditingkatkan. Penyisiran yang tak jauh dari TKP awal berulang-ulang kali dilakukan. Bahkan SAR Brimob membuat gelombang  menggunakan speed agar jasad korban yanh masih hilang yaitu Jamaluddin (50), sesegera mungkin ditemukan.

Berbagai upaya Tim SAR itu tak sia-sia. Lima jam berselang, atau sekitar pukul 13.10 Wita jasad Jamaluddin akhirnya turut ditemukan. Ditemukan sekitar 100 meter dari TKP. Jasad Jamaluddin ditemukan Relawan Tagana Kaltim.  Juga ditemukan di pinggir sungai.
Sama halnya dengam jasad rekannya sesama ABK yang sudah lebih dulu ditemukan, jasad Jamaluddin pun lantas dievakuasi ke kamar jenazah RSUD AW Sjahranie.

Dengan ditemukannya dua korban ledakan kapal itu maka jumlah korban meninggal dunia adalah 3 orang. Sementara dua korban lainnya masih dirawat di rumah sakit. Korban yang masih menjalani perawatan adalah Yordan alias Ningsih (22), dan Muchtar (20).

"Dengan ditemukannya korban hilang tenggelam kedua itu maka operasi SAR gabungan kita hentikan. Semua unsur kita kembalikan ke satuan masing-masing," kata Dede Hariana, Koordinator Unit SAR Samarinda,.

Kondisi jasad kedua korban yang ditemukan dijelaskan Kepala Tim SAR Brimob, Iptu Elan S seluruhnya dalam keadaan utuh. Hanya saja kondisi jasad sudah membengkak dan sebagian kulit terkelupas.
"Pada saat ditemukan posisi jasad telungkup. Satu korban mengenakan pakaian lengkap. Satunya lagi hanya mengenakan celana pendek," pungkasnya.

Ketiga korban meninggal dan dua yang masih dalam perawatan berasal dari Kecamatan Biduk-Biduk, Berau. Saat proses pencarian berlangsung terlihat Mariah, istri Kadri pemilik KM Amelia dan Juriah, istri Jamaluddin.

Mariah menceritakan pada malam kejadian hanya ada anak buah kapal. Sedangkan suaminya membesuk keluarga di rumah sakit.
Menurut Mariah, seluruh anak buah kapal berasal dari Biduk-Biduk dan sudah lama bekerja di kapal. Di Biduk-Biduk anak buah kapal juga tinggal bertetangga. Dari ketiga korban meninggal, lanjutnya, Ramadhan dan Jamaluddin, jenazahnya dibawa pulang ke Biduk-Biduk. Arman kemungkinan besar akan dimakamkan di Handil, di tempat kerabatnya.

“Saya bersama Juriah baru sampai di Samarinda lewat jalan darat,” ucapnya. Rusdi menerangkan, kapal Amelia sudah 2 tahun menumpang sandar dan melakukan bongkar muat di dermaga milik PT Sei Mahakam tersebut.

Dermaga milik perusahaan tersebut dipilih, kata Rusdi, karena untuk melakukan bongkar muat barang ke kapal di pelabuhan resmi, prosedurnya sangat susah dan berbelit-belit.

Ledakan disertai gempa mengegerkan warga di Jalan KH Mas Mansyur, RT 23, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan, Selasa (5/2) pukul 21.00 Wita. Getaran dan suara nyaring yang membuat detak jantung warga berdegup kencang. Ledakan terdengar di sejumlah wilayah yakni di kawasan Loa Bakung, hingga Loa Buah dan kawasan Samarinda Seberang yakni Harapan Baru, hingga Loa Janan.

Ledakan keras itu rupanya bersumber dari dermaga PT Sei Mahakam milik H Zainal. Ledakan berasal dari salah satu kapal motor (KM) Amelia yang bersandar di dermaga itu. Saking kerasnya ledakan, sejumlah mes karyawan yang ada di dermaga porak poranda. Selain KM Amelia, KM Tanjung Mas yang bersandar di sebelahnya juga karam.

Ledakan itu disinyalir dari tabung gas yang banyak dimuat di kapal KM Amelia. Kapal itu bertolak dari Bidukbiduk, Berau dengan tujuan Sangkulirang, Kutai Timur (Kutim).

Selain menenggelamkan 2 kapal, kejadian ini merenggut 3 nyawa. Mereka adalah Arman dan Jamaludin yang tewas tercebur ke sungai. Sementara Ramadhan yang menderita luka bakar hingga 70 persen meninggal dunia beberapa jam setelah kejadian. (oke/nha)




loading...

BACA JUGA

Jumat, 09 Oktober 2015 16:53

PPK Tantang Ketua Panwaslu

<p>SAMARINDA. Status Ketua Rukun Tetangga (RT) menjelang perhelatan politik akhir tahun nanti…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*