MANAGED BY:
JUMAT
19 APRIL
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Kamis, 07 Februari 2019 11:09
Belum “Move On” dari Batu Bara

Dominan Topang Ekonomi Kaltim

TERGANTUNG PERTAMBANGAN. Hilir mudik tongkang batu bara setiap hari terlihat di Sungai Mahakam.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Ketergantungan Bumi Etam dari sektor pertambangan batu bara belum bisa tergantikan. Bahkan, emas hitam masih memberi kontribusi besar bagi perekonomian Kaltim. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim triwulan IV 2018, ekonomi Kaltim  tumbuh 5,14 persen. Lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang hanya 4,16 persen.

Jika diakumulasikan, pertumbuhan ekonomi Kaltim selama 2018 adalah 2,67 persen. Kepala BPS Kaltim, Atqo Mardianto pun membeber bidang yang berkontribusi besar meningkatkan ekonomi berdasarkan lapangan usaha dilihat dari Pendapatan Regional Domestik Bruto (PDRB). Di antaranya pertambangan dan pengggalian (7,91 persen), pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang (3,97 persen) serta konstruksi (2,57 persen).

“Dari struktur pendapatan domestik bruto (PDB), kontribusi pertambangan adalah 46,35 persen. Selebihnya justru di bawah 20 persen seperti disusul industri dengan 18,27 persen,” bebernya. “Sektor ini masih dominan sehingga pertumbuhan ekonomi Kaltim bisa mencapai 2,67 persen,” sambungnya.
Sedangkan untuk pengeluaran, kontribusi terbesar adalah ekspor. Memang lanjutnya ekspor ke luar negeri alami negatif atau penurunan sebesar -1,39 persen. Namun, di sisi lain ekspor atau perdagangan antar pulau justru lebih aktif, dengan nilai pertumbuhan sekitar 16,65
persen. “Itu yang mendorong Kaltim dari sisi pengeluaran,” bebernya lagi.

Selain itu lembaga non profit juga turut menyumbang tingkat pengeluaran utamanya yang melayani rumah tangga. Lembaga non profit (LNP) sendiri mengalami pertumbuhan sekitar 106 persen pada triwulan  IV 2018. Tapi untuk triwulan I 2019, pihaknya memprediksi akan
terjadi penurunan sedikit menjadi sekitar 104 persen. “Ada perkiraan terjadi penurunan sedikit. Pemicunya adalah konsumen di Kaltim belum mengonsumsi barang-barang tahan lama,” beber Atqo.

Barang tahan lama yang dimaksud adalah rekreasi, investasi, dan lainnya.Bisa jadi lantut Atqo karena harga tiket pesawat masih mahal meski Bandara APT Pranoto sudah beroperasi. Termasuk pula penerapan bagasi berbayar yang membuat masyarakat harus merogoh kocek tambahan. “Sehingga belum ada yang mau rekreasi. Itu salah satu indikasinya,” tambah Atqo. Pihaknya pun menambahkan untuk triwulan ke II 2019 akan diketahui setelah penghitungan di triwulan I 2019. “Itu yang kami tanyakan ke konsumen, bagaimana nanti di triwulan II,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Bank Indonesia Perwakilan (BI Pwk) Kaltim, Muhamad Nur memprediksi ekonomi tahun ini tumbuh karena harga batu bara mulai naik. Pihaknya memprediksi pertumbuhan ekonomi tersebut berada dalam rentang 1,98 persen hingga 2,38 persen (year on
year). Prediksi ini lanjut dia lebih tinggi dibandingkan 2018 lalu. Tapi lanjut Nur masih ada sektor lain yang berpotensi alami penurunan. Di antaranya industri pengolahan gas. “Ini dikarenakan turunnya pasokan gas mentah secara alami (natural declining) di blok-blok penghasil gas utama. Kemudian ada pula maintenance di blok migas lainnya,” terang Nur.

Tak cuma itu, sektor konstruksi juga sempat alami perlambatan pada akhir 2018 lalu lantaran harus menunggu kucuran dana APBD. Akan tetapi hal itu tidak berdampak banyak pada bidang usaha pertambangan. Kontraksi atau gejolak di bidang emas hitam ini justru terbilang rendah. Malahan tahun ini pihaknya memprediksi terjadi trend positif jual beli batu bara.  “Tren positif peningkatan harga batu bara juga cuaca yang mendukung produksi menjadi faktor utama perbaikan kinerja lapangan usaha ini,” tambahnya. (cyn/beb)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 17 April 2019 07:00

Bekas Bandara Temindung Dibuka? Tanya Gubernur!

SAMARINDA. Bandara Temindung di Jalan Pipit, Sungai Pinang, perlahan mulai…

Selasa, 16 April 2019 15:50

Operasional Ditanggung KPU Kabupaten/Kota

SAMARINDA. H-1 pemilu, KPU Kaltim memastikan sejumlah logistik sudah terdistribusi…

Senin, 15 April 2019 22:02

Polri Turunkan Tim ke MPP Samarinda

TIM dari Polri, Senin (15/4) berkunjung ke Mal Pelayanan Publik…

Senin, 15 April 2019 22:00

Jaang Warning Perusahaan untuk Meliburkan Karyawan

SAMARINDA. Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang mengingatkan kepada seluruh perusahaan…

Senin, 15 April 2019 21:59

FKPD Samarinda All Out Sukseskan Pemilu

SAMARINDA. Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Samarinda menggelar rapat sejumlah…

Senin, 15 April 2019 21:58

“Jangan Golput, Ayo Besok ke TPS!”

SAMARINDA. Dua hari menjelang pelaksanaan pencoblosan Pemilu 2019, giat Wali…

Senin, 15 April 2019 11:32

Penertiban APK, Caleg Lepas Tangan

SAMARINDA. Bawaslu Samarinda mengaku kecewa dengan sikap para peserta pemilu…

Sabtu, 13 April 2019 15:57

Ditabrak, Median Dibiarkan Ambrol

SAMARINDA. Median di sepanjang jalan simpang Jalan Rukun, hingga simpang…

Jumat, 12 April 2019 20:43

“Stunting, Masalah Kita Bersama”

SAMARINDA. Sorotan masalah stunting di tingkat nasional, kini terus menggema.…

Jumat, 12 April 2019 20:42

Jaang: Satlinmas PAM TPS Jangan Terlibat Politik Uang

SAMARINDA. Pelaksanaan hari H Pemilu tinggal hitungan hari lagi, tepatnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*