MANAGED BY:
SABTU
23 MARET
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Rabu, 06 Februari 2019 11:01
Apa Kabar Tersangka Pasar Baqa?

Perkembangan Kasus Jalan di Tempat

SEMPAT MANGKRAK. Proyek Pasar Baqa di Samarinda Seberang yang dibangun sejak 2014 silam. Hingga kini progresnya masih sangat lamban.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Penyidikan kasus korupsi pembangunan Pasar Baqa di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Baqa, Samarinda Seberang oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda tak lagi terdengar.
Penyelidikan kasus ini dimulai sejak Oktober 2018 atau sudah berjalan 4 bulanan. Penyidik sudah menetapkan tersangka, satu diantaranya Mantan Kepala Dinas Pasar Samarinda: Sulaiman Sade.
Dikonfirmasi soal progres melalui pesan singkat, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Samarinda, Johansen Silitonga hanya menjawab singkat. Hansen yang dihubungi tak lagi merespons.
"Masih sama perkembangannya dengan info yang terakhir saya share," tulis Hansen melaui pesan singkat yang diterima media ini, Senin (4/2) lalu.
Hingga kini belum diketahui jelas apakah tersangka yang ditetapkan Kejari sudah ditahan atau belum. Media ini pun juga menanyakan soal penahanan dan beberapa pertanyaan lain seputar progres kasus kepada Hansen. Namun tak dijawab.
Pengamat Hukum Universitas Mulawarman (Unmul), Herdiansyah Hamzah mengatakan, penyidik harusnya menjelaskan kenapa berkas tersangka tidak kunjung lengkap (P21) untuk segera disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda.
Tujuannya, agar publik turut memantau ataupun mengontrol jalannya proses penyidikan kasus korupsi di Pasar Baqa.
Disinggung soal penahanan, Castro -sapaan akrabnya- menyebut itu murni menjadi kewenangan penyidik. Ada dua  alasan yang dijadikan pertimbangan ditahan atau tidaknya seorang tersangka.
Pertama alasan objektif. Yakni jika ancaman pidananya 5 tahun ke atas. Kedua, alasan subjektif. Yakni jika penyidik khawatir tersangka akan melarikan diri. Khawatir tersangka merusak atau menghilangkan barang bukti. Khawatir tersangka akan mengulangi tindak pidana.
"Kalau saya, kasus korupsi itu mestinya langsung ditahan. Mengingat risiko menghilangkan jejak dan barang bukti lebih besar. Aneh kalau enggk ditahan. Apalagi penyidik tidak menjelaskan alasan kenapa tidak ditahan. Tudingan main mata justru rentan dialamatkan ke penyidik," jelas Castro.
Diketahui, pasar yang dibangun sejak 2014 direncanakan berdiri tiga lantai. Estimasi pembiayaan Rp 60 miliar. Awal pembangunan tahap I proyek itu dilelang pada 2014. Dimenangkan PT Sumber Rezeki Abadi (Data LPSE).
Total anggaran Rp 4.865.545.000. Namun di lapangan, pekerjaannya hanya tiang pancang. Sejak itu proyek ini diterlantarkan. Hingga memasuki tahun keempat. Belakangan, sejak beberapa bulan terakhir sudah terlihat ada aktivitas proyek lagi di lapangan.
Pada 2014 lalu, CV Pilar Perdana ditunjuk sebagai pengawas dengan total pembiayaan Rp 125 juta. Setahun kemudian, pada 2015 pemkot baru membuat Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) untuk proyek itu dengan nilai Rp 250 juta dimenangkan PT Geospasia Wahana Jay.
Penyidikan kasus itu, selain alasan dan skema pembiayaan, Kejari juga akan menelusuri kualitas dari pekerjaan itu. Ada dugaan mengurangi kualitas atau spek bangunan. Sulaiman Sade saat dikonfirmasi tak ada respon. (zak/nha)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 10 Oktober 2015 08:38

Membernya Ribuan, Gelar Resepsi di The Concept

<p>Dulu, olahraga lintas alam atau sering disebut hash atau on-on tak banyak yang mengetahui apalagi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*