MANAGED BY:
RABU
20 FEBRUARI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Senin, 04 Februari 2019 14:42
Sampah Impor Cemari Pantai Belambangan

Berasal dari Tiongkok, Malaysia dan Filipina

PULAU SAMPAH. Jika sampah impor dari tiga negara tak segera ditangani, dikhawatirkan Belambangan jadi pulau sampah.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB. Pulau tak berpenghuni, Belambangan, di kabupaten Berau terancam menjadi pulau sampah. Sampah plastik limbah rumah tangga dan produk kemasan plastik ini menutupi 80 persen pantai pulau dengan luas 9,3 hektar tersebut. Sampah plastik ditemukan merupakan produk dari 3 negara tetangga, yakni Tiongkok, Malaysia dan Filipina. Dikhawatirkan sampah ini akan mengganggu penyu dan bahkan bisa membunuh secara perlahan.

Menurut Bayu Sandi, Koordinator Yayasan Penyu Indonesia (YPI), sampah kiriman ini merupakan siklus musiman setiap tahun. “Biasanya saat musim angin utara, sampai pada bulan 3 itu sampah-sampah dari utara kebetulan 3 negara itu berada pada posisi itu dan Belambangan berada di wilayah Utara Berau,” ungkapnya, Minggu (3/2) kemarin.

Bermacam-macam produk berbahan plastik ditemukan, mulai dari sandal, sepatu, rangka televisi,kemasan makanan dan minuman dan banyak produk plastik lainnya , hingga alat tangkap ikan dan juga rumpon ditemukan disekitar bibir pantai Belambangan.

Kondisi ini terjadi setiap tahun. Ironisnya, karena Pulau tak berpenghuni, sampah tersebut tidak ada yang membersihkan sehingga tetap terdampar di pantai sebagian besar. YPI bersama beberapa anggotanya yang baru saja mendapat mandat menjaga pulau melakukan pembersihan.

Selama 3 hari terakhir dilakukan pembersihan sampah di pantai namun tidak kunjung selesai. Kendala terbesar yakni banyaknya sampah tidak sebanding dengan jumlah tenaga. “Kendala terberat ya karena sampahnya datang terus terbawa arus setiap hari kesini,” ujarnya.

Saat usai dibersihkan, Bayu mengatakan pantai dengan pasir putih itu akan terlihat bagus, namun tidak sebagaimana yang terjadi dibawah permukaan pasir. Jika digali hingga kedalaman 90 centimeter,masih ditemukan tumpukan sampah palstik, akumulasi sampah kiriman dari ebrbapa tahun sebelumnya.

Tumpukan sampah di pantai tentunya sangat mengganggu penyu yang mendarat untuk bertelur. Tidak saja menyusahkan, tetapi bisa jura menjerat leher atau kaki penyu dan sering ditemukan menjadi penyebab matinya penyu-penyu yang berada di perairan Berau.

Selama 2018 saja ditemukan beberapa laporan dan temuan penyu yang mati karena terjerat sampah palstik. Bahkan ada juga penyu yang mati karena menelan sampah plastik. “jadi sementara ini kami kumpulkan dan kami bakar saja, sebab tidak ada solusi seperti pengolahan sampah plastik di pulau ini, ini solusi terakhir daripada mengganggu penyu bertelur dan bisa juga menyebabkan kematin penyu secara perlahan,” tandasnya. (as/ama)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 13 Oktober 2015 13:45

Rumah Terbakar, Pemilik Masuk RS

<p>TANJUNG REDEB. Begitu melihat api berkobar di atas rumahnya, Made, warga Jalan AKB Sanipah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*