MANAGED BY:
SELASA
16 JULI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Senin, 04 Februari 2019 14:42
Sampah Impor Cemari Pantai Belambangan

Berasal dari Tiongkok, Malaysia dan Filipina

PULAU SAMPAH. Jika sampah impor dari tiga negara tak segera ditangani, dikhawatirkan Belambangan jadi pulau sampah.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB. Pulau tak berpenghuni, Belambangan, di kabupaten Berau terancam menjadi pulau sampah. Sampah plastik limbah rumah tangga dan produk kemasan plastik ini menutupi 80 persen pantai pulau dengan luas 9,3 hektar tersebut. Sampah plastik ditemukan merupakan produk dari 3 negara tetangga, yakni Tiongkok, Malaysia dan Filipina. Dikhawatirkan sampah ini akan mengganggu penyu dan bahkan bisa membunuh secara perlahan.

Menurut Bayu Sandi, Koordinator Yayasan Penyu Indonesia (YPI), sampah kiriman ini merupakan siklus musiman setiap tahun. “Biasanya saat musim angin utara, sampai pada bulan 3 itu sampah-sampah dari utara kebetulan 3 negara itu berada pada posisi itu dan Belambangan berada di wilayah Utara Berau,” ungkapnya, Minggu (3/2) kemarin.

Bermacam-macam produk berbahan plastik ditemukan, mulai dari sandal, sepatu, rangka televisi,kemasan makanan dan minuman dan banyak produk plastik lainnya , hingga alat tangkap ikan dan juga rumpon ditemukan disekitar bibir pantai Belambangan.

Kondisi ini terjadi setiap tahun. Ironisnya, karena Pulau tak berpenghuni, sampah tersebut tidak ada yang membersihkan sehingga tetap terdampar di pantai sebagian besar. YPI bersama beberapa anggotanya yang baru saja mendapat mandat menjaga pulau melakukan pembersihan.

Selama 3 hari terakhir dilakukan pembersihan sampah di pantai namun tidak kunjung selesai. Kendala terbesar yakni banyaknya sampah tidak sebanding dengan jumlah tenaga. “Kendala terberat ya karena sampahnya datang terus terbawa arus setiap hari kesini,” ujarnya.

Saat usai dibersihkan, Bayu mengatakan pantai dengan pasir putih itu akan terlihat bagus, namun tidak sebagaimana yang terjadi dibawah permukaan pasir. Jika digali hingga kedalaman 90 centimeter,masih ditemukan tumpukan sampah palstik, akumulasi sampah kiriman dari ebrbapa tahun sebelumnya.

Tumpukan sampah di pantai tentunya sangat mengganggu penyu yang mendarat untuk bertelur. Tidak saja menyusahkan, tetapi bisa jura menjerat leher atau kaki penyu dan sering ditemukan menjadi penyebab matinya penyu-penyu yang berada di perairan Berau.

Selama 2018 saja ditemukan beberapa laporan dan temuan penyu yang mati karena terjerat sampah palstik. Bahkan ada juga penyu yang mati karena menelan sampah plastik. “jadi sementara ini kami kumpulkan dan kami bakar saja, sebab tidak ada solusi seperti pengolahan sampah plastik di pulau ini, ini solusi terakhir daripada mengganggu penyu bertelur dan bisa juga menyebabkan kematin penyu secara perlahan,” tandasnya. (as/ama)

loading...

BACA JUGA

Senin, 15 Juli 2019 23:06

Masuk Top 99 dan Kembali Dinilai NUS

JAKARTA.  Wakil Gubernur Kaltim hadir lebih awal dalam kegiatan Presentasi…

Senin, 15 Juli 2019 23:06

Mufidah JK Kunjungi Kaltim

SAMARINDA. Istri Gubernur Kaltim Nor Baiti Isran Noor bersama Gubernur…

Senin, 15 Juli 2019 23:04

Bersinergi Majukan Usaha Rakyat

SAMARINDA.  Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor dan istri, Nor Baiti…

Senin, 15 Juli 2019 23:03

Isu dan Kelembagaan PPPA Diperkuat

SAMARINDA.  Mewakili Gubernur Kaltim, Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang Reformasi…

Senin, 15 Juli 2019 23:03

Gubernur Apresiasi Dukungan Masyarakat

SAMARINDA.  Gubernur Kaltim Isran Noor berterima kasih dan sangat  mengapresiasi…

Kamis, 11 Juli 2019 21:58

Ketua DPRD Kukar Ikut Prihatin

KEKEJAMAN ibu tiri sering jadi sebuah dongeng atau cerita, dirasakan…

Kamis, 11 Juli 2019 21:57

DPRD Kukar Sampaikan Pendapat Akhir

TENGGARONG. Melalui Rapat Paripurna ke-11 Masa Sidang III DPRD Kabupaten…

Rabu, 10 Juli 2019 14:56

Denda Rp 50 Juta Atau Penjara 6 Bulan

TANJUNG REDEB. Upaya untuk menjaga kelestarian sejumlah hewan laut, Berau…

Rabu, 10 Juli 2019 14:17

Jaang: TMMD Berdayakan Masyarakat untuk Kesejahteraan

SAMARINDA. Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang bertindak sebagai Inspektur Upacara…

Kamis, 04 Juli 2019 20:13

Gelar Orientasi Limbah Medis Fasyankes

DINAS Kesehatan Kaltim berupaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*