MANAGED BY:
RABU
20 FEBRUARI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Jumat, 01 Februari 2019 13:54
YPI Siap Turunkan Anggota

Untuk Ikut Menjaga Pulau Blambangan

BUKTI. Hasil survey awal, YPI menemukan buktinya ada pencurian telur penyu di Pulau Blambangan.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB. Yayasan Penyu Indonesia (YPI) mengaku, sudah siap 100 persen bekerja sama dengan Pemkab Berau untuk pengamanan pulau-pulau penghasil telur penyu.
Untuk saat ini ada 3 pulau yang tidak berpenghuni dan sejak lama menjadi ladang bagi pencuri telur penyu. Koordinator YPI, Bayu Sandi menyebutkan, pihaknya akan menempatkan anggotanya di Pulau Blambangan.
Sebelumnya, YPI sudah melakukan survey awal di pulau tersebut. Hasilnya ditemukan ada beberapa bekas bom ikan dan jejak pencurian telur penyu.
“Sebelumnya kami sudah ke sana survey, memang kami ada menemukan bekas bom ikan dalam 100 meter persegi karang ada kerusakan dan ada lubangnya,” ungkap bayu, kamis (31/1) kemarin.
Kerusakan karang ini disebabkan oleh bom ikan dengan kekuatan cukup besar. “Kami menemukan 5 lubang, bisa dihitung sendiri berapa radius kerusakan yang diakibatkan oleh 5 bekas bom ikan ini,” sambungnya.
YPI akan menempatkan sekitar 4 hinga 5 orang di Pulau Blambangan. Tim ini nantinya akan diback up oleh aparat kepolisian atau TNI. “Tergantung kebijakan atau kesepakatan dengan pemerintah daerah nantinya,” sebutnya lagi.
Dari hasil pertemuan sebelumnya, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lingkungan memang diajak bersama-sama melakukan pengawasan pulau-pulau penghasil telur penyu.
Di Kabupaten Berau ada beberapa diantaranya, Pulau Blambangan, Bilang-bilangan, Mataha dan Sangalaki.
Namun sementara ini YPI hanya akan ditempatkan di Pulau Blambangan dengan beberapa pertimbangan.
Menurut bayu, pihaknya siap saja jika diminta menjaga beberapa pulau itu. Tetapi untuk pulau lainnya seperti Sangalaki dan  Mataha sudah ada penempatan penjagaan.
Hasil survey sebelumnya, Bayu mengaku, menemukan kotak dalam pasir yang biasanya digunakan pencuri telur untuk menyimpan hasil jarahannya. Kotak tersebut dikatakan masih sama dengan yang ditemukan tahun 2016 lalu bahkan dengan posisi yang sama.
Kotak itu digunakan untuk mendinginkan telur dalam pasir agar terjaga kesegarannya. “Kotak itu kami temukan lagi dan terlihat baru saja habis digunakan, artinya masih ada pencurian yang baru terjadi disana,” jelasnya.
Sementara ini pihaknya masih menunggu  ijin sebelum masuk ke pulau itu. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) provinsi Kalimantan Timur yang akan mengeluarkan ijin kemudian direkomendasikan kepada Pemkab Berau. (as/ama)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 13 Oktober 2015 13:45

Rumah Terbakar, Pemilik Masuk RS

<p>TANJUNG REDEB. Begitu melihat api berkobar di atas rumahnya, Made, warga Jalan AKB Sanipah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*