MANAGED BY:
RABU
20 FEBRUARI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Senin, 21 Januari 2019 10:56
Disdik "Cuma" Kelola Rp 400 Miliar

Anggaran Pendidikan Naik 21,28 Persen

Rusman Yaqub

PROKAL.CO, SAMARINDA. APBD 2019 menjadi berkah bagi bidang pendidikan usai mendapat kucuran tambahan 21,28 persen dengan nilai Rp 2,2 triliun. Namun, peruntukkannya bukan untuk memperbaiki sarana tapi khusus fungsi pendidikan.

Fungsi pendidikan yang dimaksud mencakup pembayaran tenaga honorer hingga keperluan sertifikasi guru. Meski berat hari, Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Rusman Yaqub lebih cenderung agar anggaran dikhususkan untuk kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan.  Menurut dia, masih banyak sekolah yang belum memiliki sarana dan prasarana yang memadai. “Bagaimana anak-anak bisa belajar kalau misalnya tidak ada ruang kelas yang memadai. Kan masih banyak sekolah di Kaltim yang belum bagus bahkan tidak memiliki ruang kelas sendiri,” tegas Rusman.

Ia pun mengakui anggaran tersebut dikhususkan bagi fungsi pendidikan, bukan urusan pendidikan. Urusan pendidikan yang ia maksud adalah mencakup beasiswa, fasilitas dan lainnya. Anggaran yang ada lanjut dia tetap harus dimaksimalkan.  “Ya mau tidak mau dicukupkan,” tambahnya.

Meski demikian Rusman mengapresiasi anggaran senilai Rp 2,2 triliun tersebut. Salah satunya pengalokasian untuk beasiswa yang katanya meningkat. “Saya lupa berapa nominalnya, tapi ada kenaikan dari tahun sebelumnya. Kami di komisi IV mengapresiasi, tapi itu untuk urusan pendidikan (beasiswa, fasiltitas, dan lainnya, red),”  imbuh politikus PPP ini.

Menanggap hal itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, M Sabani  mengungkap tak ada yang mubazir perihal penambahan anggaran pendidikan tahun ini. Katanya anggaran tersebut diperuntukkan bagi peningkatan kapasitas guru melalui sertifikasi, pemberian tunjangan guru dan lainnya. Sempat disinggung perihal keberatan dewan agar anggaran lebih fokus pada sarana dan pra sarana, pihaknya kurang sependapat. “Memangnya kapasitas guru itu bukan pembangunan. Guru itu salah satu sumber untuk tingkatkan mutu pendidikan,” tandasnya.

Sabani menambahkan dari Rp 2,2 triliun tersebut, anggaran yang penuh dikelola oleh Disdikbud hanya sekitar Rp 400 miliar. Ya, ini lantaran tambahan anggaran  yang diperuntukkan bagi fungsi pendidikan itu, juga masuk ke kabupaten/kota dalam bentuk program. Seperti program  sertifikasi guru. “Rp 400 miliar yang dikelola Disdik itu mulai dari beasiswa, tunjangan guru PNS dan non PNS, program e-learning, lalu persiapan menambah sarana dan pra sarana khususnya komputer,” bebernya.

Pria yang juga menjabat Asisten I Setprov Kaltim ini menuturkan anggaran juga diperuntukkan bagi rehab beberapa sekolah. Termasuk pula anggaran penambahan gedung baru SMAN 16 yang rencananya dibangun di lahan milik pemprov Kaltim di Jalan Solong Kutai, Sempaja Ujung, Samarinda Utara. “Itu semua programnya. Kami ingin tingkatkan kualitas guru dan memenuhi sarana, semua ada disitu,” tutup Sabani.

Semula anggaran untuk pendidikan dalam batang tubuh APBD 2019 adalah Rp 2,1 triliun atau 20,33 persen. Akan tetapi jumlah tersebut tidak memperhitungkan alokasi hibah dan bankeu dari pusat. Alhasil, pemprov dan TAPD bersepakat menambah meski pun anggaran sudah disahkan. Pemprov dan banggar pun terpaksa berkonsultasi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Dewi fortuna berpihak, Kemendagri merestui sejumlah bidang anggaran ditambah. Atas dasar itu anggaran untuk pendidikan pun disetujui ditambah menjadi Rp 2,2 triliun atau 21,28 persen. (cyn/beb)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 10 Oktober 2015 08:38

Membernya Ribuan, Gelar Resepsi di The Concept

<p>Dulu, olahraga lintas alam atau sering disebut hash atau on-on tak banyak yang mengetahui apalagi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*