MANAGED BY:
RABU
20 FEBRUARI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Sabtu, 12 Januari 2019 15:38
Banyak Perusahaan Kurangi Karyawan

Prediksi Apindo Kaltim setelah UMP 2019 Diterapkan

MENYESUAIKAN UMP. Pengelolaan batu bara di Kaltim harus dilakukan secara efisien. Agar keberlangsungannya juga cukup panjang. Jika tidak, gelombang PHK di sektor ini akan terus terjadi.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Penetapan upah minimum di level provinsi (UMP) dan Kota Samarinda menggunakan landasan dari Peraturan Pemerintah (PP) 78 Tahun 2015, tentang pengupahan. UMP Kaltim 2019 pun ditetapkan senilai Rp 2.747.561.

Ketua Asosiasi Pengusaha Nasional Indonesia (Apindo) Kaltim, Novel Chaniago mengaku jika pihaknya harus melakukan penyesuaian terkait nilai UMP tersebut. Konsekuensinya, banyak pengusaha harus melakukan langkah gefisiensi jumlah karyawan. Agar standar yang ditetapkan pemerintah tetap bisa diberlakukan.

Belum lagi dengan adanya rencana untuk mengubah komponen dalam Kebutuhan Hidup Layak (KHL).
"Karena KHL itu memang harus diubah komponennya setiap lima tahun sekali. Namun saya tidak begitu optimistis. Karena tiga bulan terakhir justru ada penurunan. Khususnya dari sektor penghasilan sawit, batu bara maupun kayu," ujar Novel.

Untuk diketahui dalam KHL ada 16 komponen yang harus terpenuhi. Sehingga untuk menambah komponen KHL tersebut, perlu upaya untuk mensejahterakan para pekerja. Ia pun meminta kepada Pemprov Kaltim maupun Pemkot Samarinda untuk dapat memelihara sumber daya alam yang ada agar tidak terus merosot. Hal ini berkaitan dengan persaingan harga jual dengan negara lain.

"Belum lagi adanya embargo CPO yang dilakukan oleh Uni Eropa. Itu jelas akan sangat berdampak ke Kaltim. Makanya dalam tiga bulan terakhir ini saya bilang ada penurunan dari hasil CPO. Padahal sawit ini juga salah satu penunjang usaha terbesar di Kaltim," tegasnya.

Tak hanya itu, ia juga meminta agar pemerintah mampu menggaet sejumlah investor yang bisa membangun industri hilir. Sehingga mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak dan mengurangi pengangguran.

"Tak hanya itu, kita juga memerlukan pembangunan industri hilir agar hasilnya bisa kita nikmati sendiri. Selama ini sumber alam dari Kaltim, tapi yang menikmati orang dari luar daerah. Makanya saya harapkan ada regulasi pemerintah untuk menarik investor lebih banyak ke sini. Contohnya yang masih bagus berjalan di

Samarinda itu perusahaan kayu, industri ini juga banyak menyerap tenaga kerja. Semoga masih bisa dipertahankan tahun ini," pungkas Novel. (rm-1/nha)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 13 Oktober 2015 13:45

Rumah Terbakar, Pemilik Masuk RS

<p>TANJUNG REDEB. Begitu melihat api berkobar di atas rumahnya, Made, warga Jalan AKB Sanipah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*