MANAGED BY:
JUMAT
19 APRIL
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Sabtu, 12 Januari 2019 15:38
Banyak Perusahaan Kurangi Karyawan

Prediksi Apindo Kaltim setelah UMP 2019 Diterapkan

MENYESUAIKAN UMP. Pengelolaan batu bara di Kaltim harus dilakukan secara efisien. Agar keberlangsungannya juga cukup panjang. Jika tidak, gelombang PHK di sektor ini akan terus terjadi.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Penetapan upah minimum di level provinsi (UMP) dan Kota Samarinda menggunakan landasan dari Peraturan Pemerintah (PP) 78 Tahun 2015, tentang pengupahan. UMP Kaltim 2019 pun ditetapkan senilai Rp 2.747.561.

Ketua Asosiasi Pengusaha Nasional Indonesia (Apindo) Kaltim, Novel Chaniago mengaku jika pihaknya harus melakukan penyesuaian terkait nilai UMP tersebut. Konsekuensinya, banyak pengusaha harus melakukan langkah gefisiensi jumlah karyawan. Agar standar yang ditetapkan pemerintah tetap bisa diberlakukan.

Belum lagi dengan adanya rencana untuk mengubah komponen dalam Kebutuhan Hidup Layak (KHL).
"Karena KHL itu memang harus diubah komponennya setiap lima tahun sekali. Namun saya tidak begitu optimistis. Karena tiga bulan terakhir justru ada penurunan. Khususnya dari sektor penghasilan sawit, batu bara maupun kayu," ujar Novel.

Untuk diketahui dalam KHL ada 16 komponen yang harus terpenuhi. Sehingga untuk menambah komponen KHL tersebut, perlu upaya untuk mensejahterakan para pekerja. Ia pun meminta kepada Pemprov Kaltim maupun Pemkot Samarinda untuk dapat memelihara sumber daya alam yang ada agar tidak terus merosot. Hal ini berkaitan dengan persaingan harga jual dengan negara lain.

"Belum lagi adanya embargo CPO yang dilakukan oleh Uni Eropa. Itu jelas akan sangat berdampak ke Kaltim. Makanya dalam tiga bulan terakhir ini saya bilang ada penurunan dari hasil CPO. Padahal sawit ini juga salah satu penunjang usaha terbesar di Kaltim," tegasnya.

Tak hanya itu, ia juga meminta agar pemerintah mampu menggaet sejumlah investor yang bisa membangun industri hilir. Sehingga mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak dan mengurangi pengangguran.

"Tak hanya itu, kita juga memerlukan pembangunan industri hilir agar hasilnya bisa kita nikmati sendiri. Selama ini sumber alam dari Kaltim, tapi yang menikmati orang dari luar daerah. Makanya saya harapkan ada regulasi pemerintah untuk menarik investor lebih banyak ke sini. Contohnya yang masih bagus berjalan di

Samarinda itu perusahaan kayu, industri ini juga banyak menyerap tenaga kerja. Semoga masih bisa dipertahankan tahun ini," pungkas Novel. (rm-1/nha)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 16 April 2019 22:05

Potensi Migas Baru Kembali Digarap

TANJUNG REDEB. Pengoperasian sumur bor eksplorasi Migas Bella-3 di Kilometer…

Selasa, 16 April 2019 20:53

Kini Berau Miliki Politeknik

TANJUNG REDEB. Potensi di Kabupaten Berau tidak melulu soal eksploitasi…

Senin, 15 April 2019 21:56

Antisipasi Karhutla, Bagikan Mobil Water Supply

TANJUNG REDEB.  Guna mengantisipasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla)…

Senin, 15 April 2019 21:55

Bupati Minta Maksimalkan Potensi Daerah

TANJUNG REDEB. Seluruh perangkat pemerintahan di lingkungan Pemkab Berau diwajibkan…

Senin, 15 April 2019 11:45

Tak Dicopot, Dieksekusi Bawaslu

TANJUNG REDEB. Memasuki masa tenang, sejumlah Alat Peraga Kampanye (APK)…

Sabtu, 13 April 2019 15:48

Bertahan Hidup 14 Jam di Laut

BONTANG. Seorang pria bernama Darman (20), warga Donggala, Sulawesi Tengah…

Jumat, 12 April 2019 14:23

Meski Melimpah, Tak Boleh Lengah

TANJUNG REDEB. Isu berkurangnya kawasan resapan air menjadi salah satu…

Kamis, 11 April 2019 11:47

Dapat Masukan, Minta Dukungan Swasta

TANJUNG REDEB. Pemkab Berau tengah menggagas terobosan di bidang pariwisata,…

Rabu, 10 April 2019 20:38

Kutim Peringkat Kedua PPD Se-Kaltim

SAMARINDA. Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kutai Timur (Kutim) Irawansyah tidak menyangka…

Rabu, 10 April 2019 11:34

Ratusan Koperasi Absen RAT Selama Empat Tahun

TANJUNG REDEB. Keberadaan koperasi diharapkan mampu menjadi salah satu media…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*