MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Kamis, 10 Januari 2019 13:57
Dua Remaja Satroni Enam Masjid

Terekam CCTV, Curi Barang Jamaah yang Salat

PENJAHAT JUNIOR. Dua remaja masing-masing berinisial HZP dan RE diciduk karena mencuri di 6 masjid.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Dosa tak lagi dipikirkan dua remaja berinisial HZP (17), warga Samarinda Seberang, dan RE (16), warga Sambutan. Keduanya nekat melancarkan pencurian di enam masjid sejak November 2018 lalu.
Keduanya mengincar barang milik jamaah yang sedang melaksanakan salat.

Salah seorang korbannya, Anim Yusuf (35), warga yang sedang melaksanakan salat Isya di Masjid Baitutaharoh, Jalan Soekarno Hatta, Kilometer 1, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Loa Janan Ilir, Sabtu (5/1) lalu.

Kedua remaja itu mencuri tas Anim yang diletakkan di salah satu pilar masjid, tepatnya persis di belakang jamaah yang sedang salat. Tas hitam berisi Alquran, ponsel, buku dan sejumlah surat-surat penting itu dicuri ketika jemaah sedang sujud.

Pencurian yang terekam kamera CCTV masjid itu dilakukan HZP, sementara RE bertugas mengawasi dan menunggu di motor. Aksi nekat dua remaja itupun langsung viral di media sosial (Medsos) hingga akhirnya diketahui polisi Polsek Samarinda Seberang.

Empat hari pasca kejadian tepatnya Selasa (8/1) lalu, HZP berhasil diciduk di sebuah warnet yang terletak di bilangan Jalan Bung Tomo, Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang. Remaja putus sekolah itu tak bisa mengelak karena tas hasil curian dibawanya ketika ditangkap.

Tak mau meringkuk seorang diri, HZP lantas bernyanyi. Ia menyebut nama RE yang ikut dalam serangkaian pencurian yang menyasar barang bawaan jemaah masjid. RE dibekuk di rumahnya di kawasan Sambutan.

Tanpa didesak, HZP dan RE mengaku melakukan pencurian serupa di lima masjid lainnya yakni 3 masjid di Rapak Dalam, 1 masjid di Sengkotek dan 1 masjid di Bakungan, Kutai Kartanegara (Kukar).

Berdasarkan pengakuannya itu polisi lantas memberitahu pengurus Masjid Al-Amin di Jalan KH Harun Nafsi, Kelurahan Rapak Dalam, Kecamatan Loa Janan Ilir yang merupakan salah satu dari lima masjid yang sebelumnya pernah disatroni HZP dan RE.

"Untuk masjid di Rapak Dalam itu merupakan TKP kedua dari enam tempat kejadian pencurian yang pernah disasar kedua pelaku (HZP dan RE). Kejadiannya Desember 2018 lalu. Pelaku mencuri tas jemaah yang sedang salat. Isinya ada Alquran, laptop, ponsel dan sejumlah surat penting," beber Kapolsek Samarinda Seberang, Kompol Fatich Nurhadi, melalui Kanit Reskrim, Iptu Dedi Setiawan.

Sejumlah barang bukti hasil curian diantarannya sudah dijual HZP dan RE. Hasilnya digunakan untuk keperluan sehari-hari dan sebagian dibelikan pakaian.

"Mereka beraksi selalu berdua. Untuk masuk ke masjid dan mengambil tas jemaah yang sedang salat mereka bergantian," tutur Dedi.
Selain barang berharga berupa ponsel dan laptop, keduanya juga pernah mendapat sarang burung walet.

"Kami jual Rp 5.500.000 hasilnya kami bagi dua," kata HZP, yang menyebut RE masih berstatus pelajar kelas X (kelas 1) salah satu SMK swasta di Samarinda.

HZP menuding ide mencuri itu datang dari RE, tapi RE ketika itu hanya memberi pendapat bukan mengajak. "Dia bilang di masjid banyak tas. Saya yang kemudian ajak dia (RE, Red) coba-coba," ujar HZP.

Sekali menuai hasil, HZP dan RE pun ketagihan untuk melakukan pencurian serupa hingga tercatat enam kali mereka lakukan.
"Kami hanya mencuri di masjid, tidak pernah mencuri di rumah kosong atau toko," pungkasnya. (oke/beb)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 09 Oktober 2015 16:53

PPK Tantang Ketua Panwaslu

<p>SAMARINDA. Status Ketua Rukun Tetangga (RT) menjelang perhelatan politik akhir tahun nanti…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*