MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Rabu, 09 Januari 2019 14:37
Pemuda Loa Janan Sindir Pemerintah

Gerakan 1.000 Lampu di Jembatan Mahulu

KONTRAS. Jembatan Mahkota II (foto atas) tampak cantik dengan siraman cahaya warna-warni. Sementara Jembatan Mahulu tanpa pencahayaan.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Dua jembatan yang melintasi Sungai Mahakam diperlakukan tidak adil. Yakni Jembatan Mahkota II yang dibangun Pemkot Samarinda dan Jembatan Mahulu yang dibangun Pemprov Kaltim. Warga pun menuding terjadi diskriminasi pada pemelirahaan terhadap kedua jembatan itu.
Itu terlihat saat malam pergantian tahun (31/12). Situasi di Mahkota II begitu semarak dengan lampu penerang warna-warni. Jembatan yang dibangun sejak 2003, namun baru baru digunakan 1,5 tahun terakhir ini diserbu warga yang ingin melewatkan malam pergantian tahun di luar rumah.
Sebaliknya, kondisi miris justru terlihat di Mahulu. Jembatan yang diresmikan penggunaannya pada 2009 silam itu justru gelap gulita. Bahkan, kondisi ini terjadi sampai sekarang. Masyarakat sekitar pun gerah.
Melalui Kolaborasi Pemuda Loa Janan, masyarakat mendesak agar lampu jembatan itu menyala. Kelompok pemuda itu membuat gerakan 1.000 lampu di Mahulu.
Gerakan itu dibuktikan dengan menggelar rembuk masyarakat Loa Janan Ilir, khususnya yang ada di Kelurahan Sengkotek, Sabtu (5/1) malam lalu.
Narasumber penghubung (Narahubung), Freijae Rakasiwi menuturkan dalam rembuk tersebut ada 4 poin yang dihasilkan. Pertama sepakat memperjuangkan penerangan Mahulu agar kembali terang. Kedua membentuk aliansi Jembatan Mahulu.
"Ketiga membuat gerakan 1.000 lampu untuk Jembatan Mahulu. Keempat melakukan hearing dengan pihak lurah, kecamatan, pemerintah kota dan pemerintah provinsi terkait persoalan LPJU jembatan," kata Freijae.
Dijelaskan Friejie, berdasarkan pengamatan masyarakat selama ini dampak buruk akibat tidak menyalanya LPJU di Mahulu menyebabkan sejumlah masalah.
"Mulai dari meningkatnya tindak kriminal yang disebabkan banyaknya aktivitas menyimpang seperti mabuk-mabukan dan lain sebagainya," jelas Freijae.
Selain itu, masyarakat Loa Janan juga mempertanyakan alasan tak kunjung diserahkannya pemeliharaan dan perawatan Jembatan Mahulu kepada pemkot.
"Kami tahu Jembatan itu masih menjadi wewenang Pemprov. Nah kami ingin menanyakan itu, kenapa sejak 2009 sampai saat ini belum diserahkan," tanya Freijae.
Pertanyaan itu, lanjut Freijae tak lepas dari banyaknya proyek yang dibangun Pemprov Kaltim terkesan dibiarkan dan tidak dirawat.
"Contohnya Stadion Utama Palaran. Bisa dilihat kondisinya seperti apa. Nah kami tidak ingin hal itu terjadi pada Jembatan Mahulu yang mana kondisinya saat ini juga sudah memprihatinkan," tandasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Ismansyah mengatakan, LPJU di Jembatan Mahulu merupakan tugas Pemprov Kaltim.
"Bukan Pemkot (Dishub) pilih kasih atau tidak peduli dengan LPJU jembatan Mahulu yang kondisinya gelap sehingga warga merasakan dampak negatifnya, karena memang jembatan Mahulu dibangun oleh Pemprov Kaltim," ucapnya.
Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda, Sugeng Chairuddin mengatakan akan menginstruksikan OPD terkait untuk berkoordinasi di Pemprov Kaltim secepatnya.
"Bukan hanya untuk penerangan, kita akan usulkan agar mempercantik jembatan Mahulu," ucap mantan kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) kota Samarinda ini.
Menurut Sugeng, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang sudah menginstruksikan agar permasalahan ini dikoordinasikan dan tidak berlarut-larut. (oke/nha)



loading...

BACA JUGA

Sabtu, 10 Oktober 2015 08:38

Membernya Ribuan, Gelar Resepsi di The Concept

<p>Dulu, olahraga lintas alam atau sering disebut hash atau on-on tak banyak yang mengetahui apalagi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*