MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Rabu, 09 Januari 2019 13:47
OM-OM PERKOSA GADIS ABG

RUMPUT TETANGGA MEMANG LEBIH HIJAU

TERSANGKA. Emong, pelaku pemerkosaan terhadap tetangganya sendiri.

PROKAL.CO, TENGGARONG. Ada petuah kuno menyebut “rumput tetangga selalu lebih hijau”. Nah, demikian mungkin dialami Emong, pria 48 tahun yang tinggal di Desa Panca Jaya, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Gara-gara tidak tahan melihat kemolekan tubuh anak gadis tetangganya, sebut saja bernama Isabella (18), Emong akhirnya bertindak nekat sehingga berujung penjara.
“Pelaku (Emong, Red) nekat memperkosa gadis berusia 18 tahun, tak lain anak seorang tetangganya. Kejadiannya Sabtu (5/1) siang, sekira pukul 14.30 Wita, dalam kamar rumah korban yang memang bersebelahan dengan kediaman pelaku,” ujar Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar didampingi Kapolsek Muara Kaman AKP T Maju Panjaitan kepada wartawan, Selasa (8/1).
Tindakan bejad Emong memang tak pernah disangka oleh Isabella. Mendadak siang itu Emong nyelonong datang ke rumah Isabella. Memang suasana kediaman korban sedang sepi, lantaran kedua orangtuanya berkebun. Melihat kesempatan tersebut, Emong langsung menyebelah. Kebetulan Isabella sedang santai di ruang tengah rumahnya, seketika kaget melihat kedatangan Emong.
“Saat itu korban (Isabella, Red) bilang kepada Emong, ‘om mau apa ke sini?’. Lalu dijawab Emong ‘kamu mau cowok kah?’. Nah korban bertanya lagi, ‘cowok siapa om?’ dan setelah itu Emong bilang ‘wah lupa saya namanya’. Tidak lama setelah itulah Emong langsung bertindak,” jelas Panjaitan.
Secepatnya Emong yang saat masuk sudah mengunci pintu rumah, menyergap tubuh Isabella kemudian menarik ke dalam kamar tidur. Gadis belia itu berusaha melawan, tapi terus ditarik paksa sampai kamar. Sembari mengancam, Emong langsung melucuti pakaian Isabella. Mau tidak mau korban hanya pasrah disetubuhi pelaku.
Tuntas melancarkan aksinya, Emong berlalu meninggalkan korban. Namun sebelum masuk rumahnya, Emong juga masih sempat berkata kepada Isabella, supaya tidak menceritakan kejadian tersebut kepada orang lain. Sedangkan Isabella sendiri terus menangis, setelah “kehormatannya” dirampas paksa oleh pria 48 tahun tersebut.
“Sampai kedua orangtuanya pulang dari kebun, korban terus menangis. Jadi orangtuanya terus mendesak dengan banyak pertanyaan, kenapa anaknya menangis. Di situlah Isabella kemudian buka mulut, telah diperkosa Emong. Maka orangtua korban kemudian melaporkan kejadian itu ke petugas kami di Polsek Muara Kaman,” tambah Kapolsek.
Tidak menunggu lama, begitu dapat laporan mengenai pemerkosaan itu, polisi langsung bertindak. Emong dicokok dari rumahnya. Pria itu tidak bisa berkelit atas perbuatannya. Kini Emong harus mendekam di tahanan Polsek Muara Kaman, untuk menjalani proses hukum selanjutnya. Dia dijerat Pasal 285 KUHP tentang Tindak Pidana Pemerkosaan.
“Saya sangat menyesal. Saya khilaf sehingga tak bisa menahan diri berbuat begitu,” ujar Emong yang terancam hukuman sampai 12 tahun penjara. (idn/nha)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 09 Oktober 2015 16:53

PPK Tantang Ketua Panwaslu

<p>SAMARINDA. Status Ketua Rukun Tetangga (RT) menjelang perhelatan politik akhir tahun nanti…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*