MANAGED BY:
KAMIS
21 MARET
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Selasa, 08 Januari 2019 13:37
SUDAH BAYAR “RETRIBUSI”

Raperda Pasar Malam Bikin Pedagang Galau

DILEMATIS. Keberadaan pasar malam di sejumlah sudut kota bagai buah simalakama. Di satu sisi membantu menggerakkan ekonomi masyarakat. Tapi di sisi lain dianggap mengganggu ketertiban.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Berbagai permasalahan pasar malam menjadi sorotan anggota DPRD Kota Samarinda. Mulai dari keluhan lalu lintas hingga berbagai persoalan sosial. Ujung dari semua itu, bisakah pemerintah menarik retribusi dari aktivitas pedagang pasar malam?
Salah seorang pedagang buku, Ibus (39) mengaku sudah 10 tahun berdagang keliling di pasar malam. Niat pemerintah membentuk perda pasar malam, menurutnya harus dibarengi dengan tinjauan ke lapangan lebih dulu. Ibus meminta pemkot mendengarkan aspirasi pedagang, dan jangan hanya melihat dari satu sisi saja.
“Selalu yang menjadi persoalan adalah jalan yang digunakan untuk berdagang. Padahal, sebelum pasar malam itu dibuka, warga sekitar sudah paham, jika di daerahnya bakal dibuka pasar malam. Dan ini sudah terjadwal dengan baik.” kata Ibus, warga Sungai Pinang, Senin (7/1).
Terkait retribusi, Ibus berharap ada kearifan dan kebijakan yang lebih berpihak kepada pedagang pasar malam. Sebab, tidak semua pedagang memiliki pendapatan yang sama saat aktif di pasar malam. “Nah, ini harus jelas dulu, besaran retribusi yang bakal diberlakukan ini bagaimana,” ucap Ibus.
Senada dengan Ibus, salah seorang pedagang parfum keliling, Amat Muzakir (41) mengatakan, dirinya tak keberatan jika ada rertibusi resmi yang dikeluarkan pemerintah. Namun, hal itu jangan sampai memberatkan. Sebab, di pasar malam sendiri sudah ada retribusi dari pengelola pasar malam lokal setempat. “Retribusi dari panitia pasar malam lokal berkisar antara Rp 3 ribu sampai Rp 5 ribu, ditambah lagi biaya sewa lampu. Ini belum ditambah biaya transpotasi dari rumah hingga ke lokasi pasar malam. Nah, jika pemerintah meminta retribusi maka beban pedagang ikut bertambah, kasian pedagang kecil,” kata Amad.
Amat menilai, selama ini pedagang sudah cukup tenang dengan tidak ikut campur tangannya pemerintah di pasar malam. Meski memang diakuinya perlu pengaturan agar pasar malam tidak sampai merugikan warga, yang terdampak akibat aktivitas pasar malam itu sendiri.
“Tinggal ditata saja, utamanya parkir dan kendaraan yang melintas di kawasan pasar malam. Jika bisa pemerintah melalui instansinya turun ke lapangan untuk membantu kelancaran selama pasar malam berlangsung,” pinta Amat.
Sementara itu, Haryono (46) warga Jalan Pemuda, Sungai Pinang, yang permukimannya selalu dijadikan lokasi pasar malam setiap Kamis malam, mengatakan, perlu dilakukan pengaturan agar para pedagang tetap bisa beraktivitas sementara arus lalu lintas juga tidak terganggu. Pemerintah di tingkat kelurahan yang wilayahnya terdapat kegiatan pasar malam, kata dia, seharusnya mempertimbangkan aspek-aspek lainnya. Salah satunya kenyamanan para pengguna jalan.
“Kalau perlu disiapkan satu tempat di lapangan atau apa. Jangan di pinggir jalan raya. Kalau mau di pinggir jalan raya, boleh saja yang penting tidak memakan badan jalan apalagi sampai setengahnya,” pintanya. Sebelumnya, Kabag Ekonomi Setkot Samarinda, Ibrohim mengakui selama ini pemerintah memang tidak pernah menetapkan aturan mengenai peraturan pasar malam. Namun menurutnya regulasi ini tidak bisa begitu saja dijalankan jika tidak terjadi kesepakatan antar kedua belah pihak baik pemerintah maupun pedagang pasar malam.
"Karena yang berdagang ini kan masyarakat kita juga. Namun kalau dibiarkan nyatanya tidak ada juga aturan yang mengikat," jelas Ibrohim.
Pihaknya pun diminta oleh DPRD Samarinda untuk membuatkan kajian termasuk aturan lalu lintas yang akan melibatkan Dinas Perhubungan.
"Setelah itu ditertibkan, bisa saja kita pungut retribusinya," pungkas Ibrohim. (oke/beb)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 10 Oktober 2015 08:38

Membernya Ribuan, Gelar Resepsi di The Concept

<p>Dulu, olahraga lintas alam atau sering disebut hash atau on-on tak banyak yang mengetahui apalagi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*