MANAGED BY:
KAMIS
27 JUNI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Selasa, 08 Januari 2019 13:34
Pemprov Dituntut Terbuka

Dewan Minta Kejelasan Aset Yarsi

PERLU KEJELASAN. Peralihan rumah sakit Islam (RSI) sangat ditunggu - tunggu sejumlah kalangan.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Keinginan Yayasan Rumah Sakit Islam (Yarsi) memperjelas aset dengan pemprov disambut baik Komisi II DPRD Kaltim. Dewan pun meminta pemprov, khususnya Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) buka-bukaan soal ini.
Yarsi pun bertindak cepat dengan bersurat kepada gubernur pada Jumat (4/1) lalu. Isi surat berisi permintaan penegasan kepemilikan aset rumah sakit. Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Edi Kurniawan pun mengapresiasi upaya itu. Namun untuk mendapatkan jawaban yang cepat, lanjut dia, itu tidaklah mudah. “Kalau belum ada respons khususnya bagian aset, mungkin karena banyak yang harus diurus. BPKAD tidak cuma mengurus satu aset itu saja tapi juga aset lainnya,” terang Edi kemarin.
Kendati demikian ia menekankan agar BPKAD terbuka mengenai kejelasan aset tersebut. Di antaranya mana barang yang menjadi aset rumah sakit dan milik pemprov. Sebab hal ini lanjut dia berkaitan dengan kelanjutan operasional RSI yang sementara terhenti. “Buka saja, toh tidak ada yang perlu ditutup-tutupi. Kami mendorong BPKAD untuk buka saja,” tegas Edi.  
Edi menambahkan, polemik terkait kepemilikan aset tersebut perlu diperjelas. Sebab di lokasi itu tidak hanya terdapat aset pemprov namun juga yayasan. “Kami belum ada koordinasi dengan BPKAD untuk urusan aset Yarsi. Nanti kami rapat internal dulu untuk mengagendakan pertemuan dengan BPKAD,” tutup Politikus PDIP ini.  
Diberitakan sebelumnya, pihak Yarsi sudah bersurat kepada gubernur dengan mengirim draf MoU dan menunggu umpan balik Pemprov. Salah satu isi draf MoU yang jadi perhatian Yarsi di antaranya penegasan kepemilikan aset rumah sakit. Karena di situ bukan hanya aset pemprov tapi juga aset yayasan.
"Hal-hal itu perlu kami pertegas lagi di perjanjian kerjas sama (PKS). Tapi secara prinsip sudah klir yayasan sewa lahan," kata Ketua Yarsi Aji Syirafuddin, Minggu (6/1) lalu.
Adapun aset yang menjadi milik yayasan di antaranya sebagian gedung, peralatan medis hingga sebagaian lahan. Jadi dari seluruh aset rumah sakit tidak hanya milik pemprov. Karena Akper dan klinik kepunyaan yayasan bukan pemprov.
Pihak yayasan pun sudah memanggil konsultan independen penilai aset yayasan. Hasilnya, ada sekitar 45  miliar diantaranya aset yayasan. Hal ini, menurut Aji tentu berdampak pada nilai sewa lahan yang sedang digodok antara yayasan dan pemprov.
"Selain tanah punya pemprov. Banyak juga  aset disitu hibah atau wakaf orang. Jadi perlu di klirkan dulu," ungkapnya.
Setelah MoU di tandatangani baru dilanjutkan dengan PKS antara yayasan dan pemprov Kaltim. Secara detail akan dibicarakan rinci poin per poin, termasuk berapa nilai sewa dan jangka waktunya. (cyn/beb)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 10 Oktober 2015 08:38

Membernya Ribuan, Gelar Resepsi di The Concept

<p>Dulu, olahraga lintas alam atau sering disebut hash atau on-on tak banyak yang mengetahui apalagi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*