MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Selasa, 08 Januari 2019 13:00
Pabrik Kosmetik Ilegal Dibongkar

Gunakan Merkuri, Omzet Tembus Rp 28,8 M

BERBAHAYA. BBPOM dan Satresnarkoba menyita barang bukti berupa kosmetik yang berbahan dasar merkuri dan bahan kimia berbahaya.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Samarinda bersama Satreskoba Polresta Samarinda membongkar pabrik pembuatan kosmetik ilegal yang sudah beroperasi sejak 2017 lalu. Terdapat 40 produk kosmetik diproduksi di sebuah rumah di Jalan Perjuangan 2, Samarinda Utara.
Selain mengungkap pembuatan kosmetik ilegal, dalam penggerebekan yang dilakukan Kamis (3/1) lalu itu, petugas juga berhasil mengamankan pemilik pabrik berinisial AM (25) yang statusnya telah ditetapkan sebagai tersangka. Tak hanya AM, enam karyawan yang selama ini bertugas meracik kosmetik turut digelandang petugas.
Selain meringkus pemilik dan karyawan, petugas juga menyita 1 mobil, 5 ember adonan kosmetik pemutih, lulur, bleaching, handbody, peralatan hingga bahan kimia untuk oplosan krim kosmetik.
"Pola penjualan kosmetik ilegal ini, menggunakan media sosial dan toko online. Penjualannya, hingga luar pulau Kalimantan," kata Pelaksana Tugas Kepala BBPOM Samarinda, Abdul Haris Rauf, Senin (7/1).
Pemeriksaan yang dilakukan petugas gabungan tak hanya menyasar pada AM dan karyawannya. Petugas jasa ekspedisi pun ikut diperiksa sebagai saksi.
"Usaha ini sudah berjalan 1 tahun lebih. Berproduksi tiap hari dengan nilai mencapai Rp 80 juta. Kalau sebulan Rp 2,4 miliar dan per tahun Rp 28,8 miliar," ujar Rauf.
Kabid Penindakan BBPOM Samarinda Siti Chalimatus Sadiah menambahkan, pihaknya melakukan penyelidikan hingga 1 tahun sebelum akhirnya menggerebek pabrikan kosmetik rumahan itu. "Memang, kita agak kesulitan. Jadi, begitu benar dan kita pastikan, langsung kita tindak," terang Sadiah.
"Seluruh produk kosmetik yang dihasilkan, dipastikan mengandung  bahan berbahaya, berupa merkuri dan zat kimia lain. Keuntungannya hingga 50 persen dari total produksi tiap hari (Rp 80 juta). Jika dilihat seluruh bahan berasal dari China. Namun, perlu kami pastikan lagi," tambah Sadiah.
Dari catatan transaksi pembeli, memang tidak hanya berasal dari konsumen di Kalimantan, melainkan juga di luar Kalimantan. "Penawarannya dari medsos instagram dan toko-toko online ternama. Nama produknya, Jasmine Skin Care," jelas Sadiah.
Paket kosmetik pemutih siap edar disita sebagai barang bukti. Sementara ini, jadi AM (25) jadi tersangka, pemilik usaha kosmetik ilegal itu, tidak ditahan dengan alasan masih kooperatif dengan petugas. "Statusnya tersangka, dan kami terapkan pasal 197 junto 106 ayat 1 UU No 36/2009 tentang Kesehatan," tutup Sadiah. (kis/beb)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 09 Oktober 2015 16:53

PPK Tantang Ketua Panwaslu

<p>SAMARINDA. Status Ketua Rukun Tetangga (RT) menjelang perhelatan politik akhir tahun nanti…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*