MANAGED BY:
KAMIS
21 MARET
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Selasa, 08 Januari 2019 12:53
“Bau Amis” Tambang Ilegal

Propam Diminta Turun

KE MANA? Ekskavator milik penambang saat masih berada di lokasi.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Lenyapnya ekskavator yang disita kepolisian dalam kasus tambang ilegal di Jalan Kurnia Makmur, Eks Komplek Lokalisasi Loa Hui, RT 42 (RT 23), Kelurahan Harapan Baru, menimbulkan tanda tanya besar.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda yang dikonfirmasi Sapos, juga terkejut mendengar kabar tersebut. Padahal ekskavator tersebut adalah barang bukti tindak kejahatan tambang yang berdampak rusaknya lingkungan.
"Aneh ya. Itu kan barang bukti," tutur Kepala DLH Kota Samarinda, Nurrahmani.
Meski heran dengan lenyapnya alat berat itu namun Nurrahmani enggan mengomentari lebih jauh. Ia mengatakan akan kembali menerjunkan tim ke lapangan untuk mengecek kondisi lubang galian serta parit yang ditanggul penambang ilegal.
"Semestinya kalau penambang ilegalnya tidak ditahan kami bisa mendesak agar dilakukan perbaikan (pemulihan, Red) lingkungan yang dirusak karena aktivitas penambangan. Namun untuk kasus itu orangnya (bos tambang ilegal) ditahan," terang Nurrahmani.
Nurrahmani menjelaskan, DLH dalam penanganan tambang ilegal berhak untuk menghentikan kegiatan bila mana berdampak pada kerusakan lingkungan.
"Kami hentikan. Kalaupun ada pekerjaan itu adalah untuk memperbaiki kerusakan yang diakibatkan kegiatan tersebut," jelas Nurrahmani.
Terpisah Wakasatreskrim Polresta Samarinda, AKP Triyanto enggan memberikan pernyataan yang berhubungan dengan lenyapnya ekskavator yang menjadi sitaan polisi.
"Nanti Kasat Reskrim (Kompol Darsono) yang akan menjelaskannya," ujarnya.
Namun demikian Triyanto memastikan kasus ilegal mining itu tetap berlanjut. Alfiyan, selaku bos tambang ilegal ditegaskan Triyanto tetap ditahan.
"Penyelidikan masih berjalan. Dalam waktu dekat kami akan memanggil saksi ahli yakni dari Dinas ESDM Provinsi untuk dimintai keterangan," pungkasnya.
Terpisah, Dinas ESDM Kaltim saat dikonfirmasi Sapos menyebut bukan wewenangnya mengurus soal kerusakan lingkungan akibat pertambangan ilegal.
"Kalau tambang ilegal bukan ranah kami. Itu tugas kepolisian," kata Kepala Dinas ESDM Kaltim Didit.
Disinggung soal kerusakan lingkungan pun, Didit menyebut jadi wewenang Dinas Lingkungan Hidup.
TUNTUT ASET DISITA
Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim Pradarma Rupang mengatakan semua kerusakan lingkungan yang harus menjadi tanggung jawab oknum penambangan. Perbaikan lingkungan sekitar tak boleh menggunakan uang masyarakat (APBD).
Itu diatur dalam permen lingkungan hidup nomor 7/2014 dan UU Minerba ada sanksi mengenai pidana kerusakan lingkungan hukuman penjara 10 tahun dengan denda Rp 10 miliar.
"Jadi semua kerusakan lingkungan jadi tanggung jawab oknum atau pelaku tambang ilegal itu. Tidak bisa mengunakan APBD," kata Rupang.
Kerusakan lingkungan pun harus bisa dihitung berapa kerugian negara akibat kelalaian dari para mafia tambang atau pelaku tambang ilegal.
Rupang menyarankan agar kepolisian menyita semua aset oknum penambangan untuk bisa menutupi denda akibat perbuatannya.
"Ya disita saja semua. Dihitung besaran dengan nilai denda. UU minerba denda maksimal Rp 10 miliar," ungkap Rupang.
Rupang juga menegaskan jika barang bukti (eksavator) yang sudah disita petugas namun secara diam-diam dipindahkan ia menduga ada hubungannya dengan kepolisian.
"Kalau barang bukti sampai hilang. Pasti ada masalah di internal kepolisian. Jangan-jangan "masuk angin"," duganya.
"Bagaimana mungkin barang bukti yang sudah disita polisi, namun dipindahkan secara diam-diam tanpa pengawasan polisi. Dugaan kuat ada kongkalikong," sambungnya.
Jika demikian kondisinya maka ia meminta agar Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian (Propam) mesti terlibat dalam pengusutan kasus tambang ilegal ini.
Ia juga menyarankan agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda turut melakukan gugatan hukum terhadap oknum penambangan atas kerugian lingkungan. Jika tidak maka kejahatan lingkungan seakan dibiarkan tanpa ada efek jera.
Sukardi (48), salah seorang warga sekitar sempat bertekad menahan ekskavator itu sebagai jaminan perbaikan lingkungan sekitar.
Sebab sudah ada kesepakatan dengan penambang ilegal untuk membantu kegiatan penggalian saluran parit yang dibendung.
"Saya kan minta supaya parit itu digali, tapi katanya tidak ada uang untuk beli solar (BBM). Dan saya nyatakan siap membantu kalau hanya solar, tapi kok alatnya (ekskavator, Red) malah dibawa kabur," heran Sukardi. (oke/zak/beb)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 19 Maret 2019 10:30

Tongkang Karam, Mahakam Tercemar

SAMARINDA. Tongkang bermuatan ribuan metrix ton emas hitam perlahan miring…

Senin, 18 Maret 2019 10:48

Halaman Museum Samarinda Mendadak Ramai

SAMARINDA. Kasus kenakalan remaja perlu mendapat perhatian khusus oleh semua…

Senin, 18 Maret 2019 10:40

APT Pranoto Ditutup 5 Jam

SAMARINDA. Masih seumur jagung. Taxiway Bandara APT Pranoto Samarinda di…

Minggu, 17 Maret 2019 10:02

Kaltim, Pilot Project Keberagaman

SAMARINDA. Pemilu sering kali jadi momentum politik bagi orang-orang yang…

Minggu, 17 Maret 2019 09:55

HADEHAI...!! Cekcok Lahan Parkir, Saudara Sendiri Ditikam

SAMARINDA. Lahan parkir membawa petaka. Itulah yang dialami Hendrik (36),…

Minggu, 17 Maret 2019 09:32

iPhone X hingga Sandal Digondol

SAMARINDA. Kebiasaan buruk Iskandar (30) yang kerap menyatroni salah satu…

Kamis, 14 Maret 2019 10:32

Polisi Dibusur, Maling Terkepung

SAMARINDA. Sebuah mata anak busur dilepaskan Steven ke arah polisi.…

Rabu, 13 Maret 2019 16:19

Larangan Terbang, APT Pranoto Aman

SAMARINDA. Pesawat terbang jenis Boeing 737-8 Max dilarang terbang sementara…

Selasa, 12 Maret 2019 10:32

PEMALAK TERSUNGKUR, Todongkan Parang, Peras Sopir Truk

SAMARINDA. Suara sirene mobil patroli Satuan Sabhara Polresta Samarinda tak…

Selasa, 12 Maret 2019 10:21

Cabai Meroket, Elpiji Langka

SAMARINDA. Sejumlah harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Hal ini tercatat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*