MANAGED BY:
KAMIS
23 MEI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Rabu, 05 Desember 2018 01:09
Pernikahan Dini di Kaltim Mengkhawatirkan

Sambut Hari Ibu, BP3A Kaltim Gelar Seminar

JELANG HARI IBU. Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi berfoto bersama usai seminar yang digelar BP3A Kaltim, Selasa (4/12) kemarin .

PROKAL.CO, SAMARINDA. Memperingati hari ibu yang ke-90, Badan Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (BP3A) Kaltim menyelenggarakan seminar dengan tema: Bersama Meningkatkan Peran Perempuan dan Laki-Laki dalam Membangun Ketahanan Keluarga Untuk Kesejahteraan Bangsa. Kegiatan ini dilaksanakan Selasa (4/12) pagi kemarin di kantor Gubernur, Ruang Ruhui Rahayu. Kegiatan ini dibuka wakil Gubernur Kaltim, Hadi mulyadi.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari peringatan hari ibu yang puncaknya pada 22 Desember. Hari ibu ini secara nasional dipusatkan di Bukit Tinggi, Sumatera Barat (Sumbar). Pembangunan keluarga menjadi isu pembangunan nasional dalam pentingnya penggiatan penekanan keluarga.

Kepala BP3A Kaltim, Hj Alda Arsyad mengatakan, secara teknis UU No 10 Tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera, disebutkan bahwa, ketahanan keluarga berfungsi sebagai alat untuk mengukur seberapa jauh keluarga telah melaksanakan peran dan fungsinya. Karena keluarga juga memiliki tugas dan tanggung jawabnya dalam mewujudkan kesejahteraan anggotanya.

"Salah satu cara untuk meningkatkan ketahanan keluarga dengan selalu membimbing dan mengarahkan anak. Keluarga merupakan awal generasi terbentuk karakter seseorang. Sebab itu, bangunan  sebuah keluarga harus mampu menghasilkan generasi yang tangguh," kata Alda.

Hal lain yang juga diabahas adalah masalah pernikahan dini di Kaltim yang cukup tinggi. Berdasarkan data BKKBN, pada 2014 terjadi 119 kasus pernikahan dini. Di tahun 2015 meningkat menjadi 385 kasus. Lalu di 2016 menjadi 650-700 kasus.

Beberapa faktor penyebab terjadinya pernikahan dini antara lain rendahnya tingkat pendidikan dan pergaulan bebas atau hamil di luar nikah. Faktor orangtua juga termasuk yang palilng dominan.

Namun, kasus pernikahan dini yang paling banyak di Kaltim akibat hamil di luar nikah. Akibatnya, orangtua memutuskan menikahkan anaknya karena menjadi aib dari keluarga mereka. Di samping itu, dampak pernikahan dini juga sangat kompleks. Karena dari sisi reproduksi dan mental yang belum siap, sehingga risiko tingginya kematian ibu melahirkan.

loading...

BACA JUGA

Rabu, 22 Mei 2019 11:34

Diterjang “Air Bah” Busuk, Kebun dan Pemukiman Warga Tersapu

SAMARINDA. Tak ada angin, tak ada hujan, Jalan H Nusyirwan…

Rabu, 22 Mei 2019 00:12

Tingkatkan Karakter Siswa

SEBANYAK 360 siswa dari Kelas X dan XII SMA Negeri…

Rabu, 22 Mei 2019 00:12

Tanamkan Jiwa Sosial

SEBAGAI upaya mengajarkan dan menanamkan jiwa sosial bagi para anggota…

Rabu, 22 Mei 2019 00:11

MAN 1 Buka Bersama Anak Panti dan Tahfiz

BANYAK hal yang bisa dilakukan untuk merayakan kelulusan. Seperti yang…

Rabu, 22 Mei 2019 00:10

Ngabuburit dan Nobar MotoGP Bareng Komunitas Honda

ASTRA Motor Samarinda bersama komunitas Honda menggelar gathering CBR Honda…

Selasa, 21 Mei 2019 00:33

Bentuk Kepedulian, Gelar Pasar Murah

BADAN Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Samarinda menggelar pasar…

Selasa, 21 Mei 2019 00:32

Bukber di MPP Samarinda

IMAM Besar Masjid Raya Darusallam, KH Fahruddin mengingatkan kewajiban kaum…

Selasa, 21 Mei 2019 00:32

Menuju Kaltim Bebas Demam Berdarah

Mahasiswa Bioteknologi Universitas Kristen Duta Wacana DEMAM berdarah merupakan salah…

Senin, 20 Mei 2019 12:42

Babinsa dan Warga Gotong-royong

SAMARINDA. Menjadi seorang Bintara Pembina Desa (Babinsa) harus berada di…

Senin, 20 Mei 2019 12:41

Terima Kasih untuk Para Dosen, Dekan Beri Apresiasi

SAMARINDA. Cara berbeda dilakukan untuk Ikatan Almuni Teknik Indusri (IKA-TI)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*