MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

KRIMINAL

Kamis, 29 November 2018 17:24
Uang Miliaran Dihabiskan buat Foya-foya

Pengakuan IRT yang Diduga Melakukan Penggelapan di Persidangan

PEMERIKSAAN TERDAKWA. Seorang IRT diduga menggelapkan uang perusahaan sebesar Rp 1, 2 miliar lebih, menjalani persidangan di PN Samarinda, siang kemarin. (rin/Sapos)

PROKAL.CO, SAMARINDA. Dapatnya mudah, habisnya pun cepat. Seakan tanpa beban, seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Nourliya alias Liya memberikan keterangan di persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, saat diminta keterangan sebagai terdakwa, siang kemarin.
Di depan majelis hakim dipimpin Hongkun, Liya mengaku menjabat sebagai kepala kasir di salah satu toko pakaian ternama di areal Lembuswana. Dia menjabat sejak 2014 hingga 2018.
Liya yang didakwa menggelapkan uang perusahaan sebesar lebih Rp 1,2 miliar itu mengaku, uangnya habis dipakai foya-foya.
"Ada juga yang dibelikan sebidang tanah Rp 60 juta, beli motor dan beli perhiasan," ujar Liya, ketika ditanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Samarinda, Suhardi dan Ridhayani Natsir.
Selain itu, uangnya juga dipakai bersenang-senang. "Dipakai buat jalan-jalan ke mal. Dibelikan baju," tutur Liya.
Mendengar jawaban Liya anggota majelis hakim spontan menyeletuk "Uang Rp 1 miliar habis buat belanja? Memangnya setiap hari belanjanya? Paling mahal saudari terdakwa membeli baju harga berapa?," tanya hakim.
Liya pun langsung menjawab "Ada yang Rp 2 juta yang mulia," ungkapnya.
Selanjutnya Liya juga mengaku pernah jalan-jalan ke Surabaya dengan keluarganya. Liya mengaku, dia mendapat gaji Rp 3 juta saat bekerja.
Kuasa Hukum yang mendampingi Liya, Gunawan Hasibuan juga sempat menanyakan apakah Liya pernah berfoya-foya ke dunia malam?
"Kalau itu tak pernah," jawabnya.
Liya menyebut, dia memalsukan slip laporan penyetoran dari beberapa kasir ke salah satu bank, yang dilakukan lewat perusahaan jasa keuangan yang biasa membantu menyetorkan ke bank. Jadi seolah-olah uang sudah disetor. Liya juga membuat stempel palsu.
"Saya buat di pinggir Jalan Agus Salim," imbuhnya.
Hakim juga menanyakan latar belakang pendidikan Liya. "Dari mana terdakwa belajar seperti itu?saudara terdakwa lulusan apa?," ujar hakim, yang dijawab Liya bahwa dia hanya tamatan SMK.
Liya menyebut, bahwa hal serupa juga pernah dilakukan pegawai lain sebelum dia. "Jadi saudara belajar dari yang pernah ya," tutur kuasa hukumnya.
Sidang lanjutan beragendakan tuntutan dilanjutkan minggu depan. "Untuk penuntutan kami minta waktu seminggu guna mempersiapkannya yang mulia," tutup JPU. (rin)




loading...

BACA JUGA

Sabtu, 10 Oktober 2015 08:15

Parit Baru 800 Meter di Bayur

<p>SAMARINDA. Jalan Padat Karya kawasan Bayur kini memiliki parit baru. Saat ini pembuatan parit…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .