MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Jumat, 30 November 2018 00:39
Lestarikan Budaya Lokal Lewat Pesta Laut
LESTARIKAN BUDAYA. Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat membuka acara Pesta Laut beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, BONTANG. Sebagai kota maritim berkebudayaan industri, Pemkot Bontang terus menunjukkan eksistensinya dalam melestarikan kearifan seni dan budaya lokal. Salah satunya menggelar Pesta Laut 2018 di Kelurahan Bontang Kuala.

Pembukaan Pesta Laut itu ditandai dengan Tari Bebalai. Tari ini merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat Bontang Kuala, sekaligus penegasan, Bontang tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga kota yang kaya seni dan budaya lokal. Karena masyarakatnya berasal dari berbagai suku dan agama di Indonesia, namun bisa tetap hidup rukun dan saling menghormati adat istiadat masing-masing.

Dalam sambutannya, Neni Moerniaeni menyampaikan, Pesta Laut dan beberapa pesta budaya lainnya merupakan wujud nyata komitmen pemerintah melestarikan kebudayaan lokal. Menurutnya, bangsa yang besar adalah bangsa yang mencintai budayanya. Apalagi budaya ini adalah salah satu ciri khas bangsa yang harus dipelihara dan diwariskan ke generasi penerus.

Dalam pembukaan di Anjungan TPI 1 Kelurahan Bontang Kuala, Rabu (28/11) lalu, tampak hadir mantan Wali Kota Bontang H Andi Sofyan Hasdam, Wawali Basri Rase, Putra Mahkota Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Adji Pangeran Adipati Prabu Anum Surya Adiningrat, didampingi Adji Pangeran Haryo Kusumo Puger, serta Ketua DPRD Bontang Nursalam dan undangan lainnya.

“Pesta laut Bontang Kuala ini adalah agenda rutin yang akan kita laksanakan setiap tahunnya. Ini bagian dari destinasi wisata yang dinanti-nanti, tidak hanya masyarakat Bontang, tapi wisatawan mancanegara. Untuk itu, saya mengajak masyarakat, ayo meriahkan Pesta Laut Bontang Kuala ini,” pintanya.

Lebih lanjut Neni menyampaikan, saat ini pemerintah terus memoles dan memperindah setiap sudut kota, termasuk Kelurahan Bontang Kuala yang memang menjadi salah satu destinasi wisata andalan di Bontang. Dengan pemasangan lampion dan menjadikan penjara zaman Belanda yang ada di Kelurahan Bontang Kuala menjadi sebuah museum, sehingga makin menambah daya tarik permukiman di atas laut ini.

“Salah satu kunci untuk menarik wisatawan supaya ke Bontang, kota kita harus bersih dan masyarakatnya ramah. Karena sektor pariwisata ini salah satu sektor yang bisa diandalkan untuk menopang roda perekonomian pasca-migas kelak,” terangnya.

Sementara Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Marta Dipura melalui Adji Pangeran Haryo Kusumo Puger memberikan apresiasi kepada Pemkot Bontang yang senantiasa memberikan bantuan dan perhatian untuk pelestarian kearifan seni dan budaya lokal di Bontang.

Hal ini katanya patut dicontoh daerah lain, agar kearifan seni dan budaya lokal tidak pudar diinvasi oleh era globalisasi seperti saat ini.
“Kami dari Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Marta Dipura meminta tidak hanya pemerintah saja secara rutin mendukung pelestarian kearifan seni dan budaya lokal ini, tetapi perusahaan yang selama ini telah mengeksploitasi kekayaan alam di Kaltim, agar turut mendukung, apabila ada perhelatan budaya yang diselenggarakan di setiap kota dan kabupaten di Kaltim,“ pungkasnya.

loading...

BACA JUGA

Selasa, 13 Oktober 2015 13:45

Rumah Terbakar, Pemilik Masuk RS

<p>TANJUNG REDEB. Begitu melihat api berkobar di atas rumahnya, Made, warga Jalan AKB Sanipah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .