MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

KRIMINAL

Rabu, 28 November 2018 14:14
Pakai Sabu Sebelum “Layani” Tamu

Seorang PSK dan Pasutri Ditangkap

UNGKAP NARKOBA. Anggota Unit Reskrim Polsek Loa Janan menggeledah kamar dihuni seorang PSK Kilometer 10 pada Minggu (25/11) sore (foto kanan). Di hari sama, Polsek Kota Bangun meringkus pasutri yang memiliki 10 Gram sabu di Kota Bangun Ilir. (foto: ist)

PROKAL.CO, TENGGARONG. Polres Kutai Kartanegara (Kukar) beserta jajarannya tak pernah lelah memerangi peredaran gelar narkoba. Buktinya Minggu (25/11) sore, terciduk sebanyak 3 pemain narkoba jenis sabu. Penangkapan para tersangka dilakukan petugas Polsek Loa Janan dan Polsek Kota Bangun. Dari TKP berbeda tersebut, disita barang bukti berupa sabu lebih dari 10 gram.

“Dari 2 TKP tersebut tertangkap 3 pelaku. Masing-masing seorang di Loa Janan serta 2 pelaku di Kota Bangun. Kini ketiganya telah berstatus tersangka serta harus ditahan untuk menjalani proses hukum selanjutnya,” ungkap Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar.

Dijelaskannya, pemain sabu dibekuk petugas Unit Reskrim Polsek Loa Janan berinisial Ape (34), sehari-hari dikenal sebagai pekerja seks komersial (PSK) di Kompleks Lokalisasi Kilometer (Km) 10 Desa Purwajaya. Polisi langsung menggeledah wisma dihuni Ape begitu mendapat informasi, jika belakangan ini “kupu-kupu malam” tersebut diduga mengedarkan sabu.

“Begitu dapat informasi dari warga, jika Ape diduga mengedar sabu, maka beberapa anggota dipimpin Kanit Reskrim Ipda Edi Hariyanto kami kerahkan ke lapangan untuk menyelidiki. Ternyata benar, saat kamar Ape di kompleks lokalisasi Kilometer 10 itu digeledah, ditemukan 2 poket sabu yang disimpannya pada lipatan pakaian,” jelas Kapolsek Loa Janan AKP M Dahlan Djauhari, Senin (26/11).

Karuan saja Ape tak bisa berkelit. Apalagi selain 2 poket sabu, polisi juga menemukan peralatan untuk nyabu milik Ape. Mau tidak mau Ape hanya bisa pasrah digelandang petugas ke Mako Polsek Loa Janan, untuk diproses secara hukum. Kepada penyidik, Ape mengaku sabu dibeli dari seorang kenalannya asal Samarinda.

“Saya biasa nyabu di kamar, sebelum ‘begituan’ dengan tamu (pengunjung, Red),” ujar Ape yang dijerat Pasal 112 Ayat 1 Junto (Jo) Pasal 127 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009, tentang Narkotika, sehingga terancam hukuman penjara di atas 5 tahun.

Minggu (25/11) sore itu petugas Polsek Kota Bangun juga membekuk pemain sabu. Pelakunya berinisial Ien (28) dan Aer (34), pasangan suami istri (Pasutri) asal Desa Kota Bangun Ilir. Ya, Aer dan Ien memang bukan wajah baru bagi polisi. Sebab pasutri itu merupakan residivis alias mantan penghuni lembaga pemasyarakatan (Lapas), juga akibat kasus narkoba beberapa waktu lalu.

“Dari kedua pelaku disita barang bukti berupa sabu, sebanyak 1 poket seberat 10 gram,” ujar Kapolsek Kota Bangun AKP Subari.

Terciduknya Aer dan Ien sore itu, bermula dari penyelidikan dilakukan petugas Polsek Kota Bangun dipimpin Kanit Reskrim Ipda Heri Kuswandi. Polisi melakukan penyelidikan setelah ada informasi, belakangan ini sering terjadi transaksi sabu di bilangan Desa Liang Ilir, Kota Bangun. Rupanya benar, saat penyelidikan di kawasan Jembatan Martadipura Kota Bangun, petugas melihat orang mencurigakan, tak lain Aer dan Ien.

“Anggota kami curiga melihat gerak-gerik pasutri tersebut. Apalagi Ier dan Ien memang residivis kasus narkoba. Jadi mereka langsung dibuntuti sampai ke rumahnya di RT 003 Desa Kota Bangun Ilir. Tapi saat digerebek, anggota tak langsung menemukan barang bukti. Belakangan setelah diperiksa lebih teliti, ditemukan 1 poket sabu disembunyikan pasutri di bawah kolong rumahnya,” jelas Subari, sembari menegaskan kedua pelaku kini kembali terancam penjara di atas 5 tahun. (idn/rin)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 10 Oktober 2015 08:15

Parit Baru 800 Meter di Bayur

<p>SAMARINDA. Jalan Padat Karya kawasan Bayur kini memiliki parit baru. Saat ini pembuatan parit…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .