MANAGED BY:
KAMIS
23 MEI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Senin, 26 November 2018 20:49
Curi Motor, Fitnah Sahabat

Maling Adu Pintar dengan Polisi

OTAK MALING. Ivan (kanan), dan Ahmad diamankan Polsek Samarinda Kota karena mencuri serta menerima gadaian motor curian.OKE/SAPOS

PROKAL.CO, SAMARINDA. Meski dihadapkan dengan polisi, tapi Ivan Patisina tetap tak peduli. Pemuda 18 tahun itu masih saja pandai mengarang cerita. Ya, Ivan memang berniat membohongi polisi agar bisa lepas dari jeratan hukum.

Namun untung saja polisi lebih pandai dari warga Jalan Pasundan, RT 25, Kelurahan Jawa, Kecamatan Samarinda Ulu itu. Karena jika tidak, maka Ivan bisa bebas berkeliaran menggasak motor-motor lainnya.
Ivan diciduk Jumat (23/11) lalu. Kepada polisi ia mengaku hanya sebagai perantara saat mengadaikan motor Yamaha Vixion warna hitam KT 2990 BBP kepada Ahmad (18). Lantaran ulahnya menerima gadai motor curian, Ahmad dibekuk lebih dulu di Jalan Pemuda, Sungai Pinang.

Saat diinterogasi Ivan menyebut nama seseorang yang tak lain adalah temannya berinisial AR. Polisi tak langsung menjemput AR, tapi menyelidiki keterangan yang diucapkan Ivan dalam pemeriksaan.

Pengakuan Ivan dinilai polisi janggal. Setelah dicerca pertanyaan kebohongan demi kebohongan Ivan justru semakin kelihatan. Terjebak dengan pertanyaan petugas, Ivan pun menyerah. Apalagi ketika itu AR yang kemudian diamankan memberi keterangan berbalik menyudutkan Ivan.

"Ternyata Ivan itu sendiri yang menjadi otak (dalang, Red) curanmor itu," tegas Kapolsek Samarinda Kota, AKP Nur Cholis, melalui Kanit Reskrim, Ipda Purwanto.

Ivan mencuri motor milik Edy Sujarwo di Jalan KH Samanhudi, Gang Dirgantara IV, RT 2, Kelurahan Pelita, Kecamatan Samarinda Ilir, Rabu (21/11) lalu pukul 12.30 Wita.
"Motor itu diparkir pemiliknya (Edy, Red) di depan rumah dan dicuri pelaku (Ivan, Red) dengan cara didorong lalu menyalakan mesin motor," beber Pusrwanto.

Setelah berhasil membawa kabur motor curiannya itu, Ivan lantas datang kepada Ahmad dengan maksud mengadaikan motor tersebut Rp 1 juta.

"Karena yang digadaikan adalah motor, jadi motor itulah yang menjadi jaminannya dan disimpan oleh penadahnya (Ahmad, Red)," ujar Purwanto.

Sadar atau tidak menerima gadaian motor curian, tapi Ahmad tetap salah karena menerima gadai kendaraan tanpa kelengkapan surat-surat. "Mereka (Ivan dan Ahmad) pada dasarnya sudah saling kenal, begitu pula dengan saksi AR yang sempat dituduh oleh Ivan sebagai pemetik motor curian itu," pungkasnya.(oke/beb)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 09 Oktober 2015 16:53

PPK Tantang Ketua Panwaslu

<p>SAMARINDA. Status Ketua Rukun Tetangga (RT) menjelang perhelatan politik akhir tahun nanti…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*