MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Kamis, 22 November 2018 00:18
“Tak Benar, Perda Bertemu Wali Kota Dites Baca Alquran”

Jaang Klarifikasi Dialog Salah Satu TV Nasional

KLARIFIKASI. Wali Kota Syaharie Jaang membantah adanya perda yang mengharuskan warga terlebih dulu dites baca Alquran jika ingin bertemu dirinya di kantor. Isu ini muncul berawal dari dialog di salah satu TV nasional. Jaang pun memerintahkan sekkot dan Diskominfo meminta klarifikasi ke TV tersebut.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang mengklarifikasi terkait penerapan perda syariah, yang mana ketika hendak bertemu wali kota, warga terlebih dulu dites baca Alquran. Hal ini menjadi bahasan dalam dialog salah satu TV nasional yang menyebutkan Samarinda menerapkan demikian.

Demikian disampaikan Jaang pada rapat koordinasi camat dan lurah se-Kota Samarinda di aula Rumah Jabatan Wali Kota, Rabu (21/11). Jaang menjelaskan sebenarnya mendapatkan kiriman teman dari Jakarta yang mendialogkan tentang perda syariah di salah satu TV nasional. Tetapi ada beberapa hal yang menurut Jaang harus diklarifikasi, terkait bila hendak bertemu wali kota syaratnya harus dites baca Alquran dulu.

“Saya sebagai wali kota yang punya tanggung jawab sampai ke masyarakat paling bawah menyampaikan bahwa dialog ini sebenarnya sangat baik, dengan tujuannya untuk mencairkan suhu politik yang lagi menghangat dengan latar belakang agama. Tetapi pada saat mengatakan ada perda di Kota Samarinda kalau mau bertemu wali kota harus dites baca Alquran dulu, itu yang tidak benar,” bantah Jaang.

Sebab itu, menurut Jaang, dialog ini kalau tidak segera diklarifikasi bisa menjadi persoalan yang sangat sensitif. Apalagi masalah SARA dan berita seperti ini pada zaman digitalisasi bisa dilihat sedunia.

Ia segera memerintahkan sekkot bersama Diskominfo untuk minta klarifikasi terhadap diskusi yang diselenggarakan salah satu TV nasional tersebut, karena terkait perda bila hendak bertemu wali kota harus dites baca Alquran dulu, itu tidak dibenarkan. “Pemkot Samarinda tidak pernah membuat perda seperti itu, bila mau bertemu untuk audiensi dengan wali kota bebas saja tinggal atur jadwal yang sudah disusun protokol,” sebut Jaang.

Ditambahkan Jaang, untuk menangkal isu hoax yang tidak diinginkan, memerintahkan kepada seluruh camat dan lurah menyangkut pelayanan publik tidak pilih–pilih agama, suku atau golongan, semua masyarakat mempunyai hak yang sama sesuai aturan dan perundangan.

“Jangan bedakan masyarakat yang membutuhkan pelayanan publik karena di tahun politik seperti ini sangat sensitif dan bisa menjadi hoax. Saya berkomitmen di akhir masa jabatan saya menjadi wali kota bisa meninggalkan nama baik yang dikenang anak cucu kita,” pungkasnya.

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 10 Oktober 2015 08:38

Membernya Ribuan, Gelar Resepsi di The Concept

<p>Dulu, olahraga lintas alam atau sering disebut hash atau on-on tak banyak yang mengetahui apalagi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .