MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Kamis, 22 November 2018 00:16
Pegawai Diwajibkan Bawa Tumbler

- Wali Kota Keluarkan Surat Edaran - Wujudkan Lingkungan Bersih, Kurangi Sampah Plastik

-

PROKAL.CO, ADA pemandangan langka di Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, Rabu (21/11), sekitar pukul 14.00 Wita. Puluhan karyawan beserta manajemen dan jajaran direksi PT Graha Benua Etam (GBE) melakukan sujud syukur di apron bandara di Kelurahan Sungai Siring, Samarinda Utara tersebut.

Suasana haru semakin terasa saat Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kaltim Salman Lumoindong spontan ikut. Bahkan Salman memimpin sujud syukur tersebut. Ritual ini dilakukan sesaat setelah turun dari Pesawat Batik Air yang juga ditumpangi 152 penumpang tersebut.

Aksi sujud syukur yang dilakukan secara spontan oleh 60 karyawan PT GBE tersebut bukan tanpa alasan. Mereka sangat bersyukur. Karena bandara yang mereka kerjakan selama 14 tahun dapat digunakan untuk penerbangan komersial domestik. Hal ini tentu merupakan penantian panjang yang harus dilalui karyawan perusahaan yang dinakhodai Muhaimin tersebut.

“Kami mengerjakan bandara ini selama 14 tahun. Itu bukan waktu yang sebentar. Makanya sangat wajar jika karyawan sangat terharu. Karena dapat merasakan langsung manfaat dari proyek yang mereka kerjakan lebih dari satu dekade ini,” kata Muhaimin, Dirut PT GBE.

Suasana haru sangat tampak saat pesawat dengan nomor penerbangan ID6256 yang dipiloti Capt Arif Purwanto tersebut hendak landing di bandara yang memiliki panjang landasan 2.250 meter itu. Para karyawan yang mayoritas duduk di bangku belakang memerhatikan benar Kota Tepian dari atas. Melalui jendela pesawat, pandangan seakan tak putus. Bahkan beberapa diantara mereka ada yang sempat menitikan air mata. Karena haru dan bangga hendak mendarat di atas proyek yang mereka bangun selama belasan tahun.

Tak berselang lama, pesawat jenis Airbus A320-200 tersebut mendarat dengan mulus di landasan bandara tersebut. Rasa syukur spontan terucap dari bibir para karyawan PT GBE yang sangat bangga dan senang karena karya mereka akhirnya dapat dinikmati warga Kaltim, khususnya Samarinda. Penyambutan menggunakan water salute pun dilakukan saat pesawat memasuki apron bandara.
“Senang, bangga dan haru bercampur jadi satu. Saya paham apa yang dirasakan para karyawan saya. Karena hal itu juga sebenarnya yang saya rasakan,” ucapnya.

Aksi spontan itu menyempurnakan kegiatan mereka sejak Selasa (20/11) lalu. Puluhan karyawan PT GBE juga ikut dalam penerbangan perdana pesawat komersial jenis boieng dari bandara tersebut. Menggunakan Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA581 tujuan Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, mereka mengukir sejarah dengan menjadi kelompok penumpang pertama yang take off dari bandara yang diresmikan Presiden RI Ir H Joko Widodo 25 Oktober tersebut.

“Apa yang kami lakukan bukan semata-mata profit. Ini juga bagian dari wujud upaya kami dalam membangun Kaltim, khususnya Samarinda. Semoga ke depan bandara ini memiliki multiefect, khususnya untuk perekonomian masyarakat,” ujar pria kelahiran 25 Desember 1971 tersebut.

Terpisah Kepala Dishub Kaltim, Salman Lumoindong mengaku sujud syukur yang dilakukan merupakan inisiatif bersama Dirut PT GBE, Muhaimin. “Kata Pak Muhaimin bagaimana kalau kita sujud syukur. Saya setuju saja. Jadi saya dan sekitar 60 karyawan PT GBE ikut sujud, jadinya berjamaah,” terang Salman. Upaya itu dilakukan sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras PT GBE membangun bandara selama belasan tahun.  

Salman pun mengapresiasi keberadaan PT GBE sebagai kontraktor lokal yang berhasil membangun bandara berskala nasional tersebut. “Kami akui reputasi PT GBE patut diacungi jempol. Mereka mampu mengerjakan proyek besar meski pun hanya kontraktor lokal,” imbuh Salman.

Peralatan yang lengkap, manajemen yang tertata hingga banyaknya tenaga terampil disebut-sebut sebagai alasan utama. Hasil pekerjaan  pun dianggap bagus. Bahkan, Salman mendukung jika PT GBE bisa bersaing lebih luas. “Kalau perlu jangan di Samarinda, tapi di tempat lain. Bisa bersaing di luar Kaltim,” harapnya.

Mantan Karo Pembangunan Setprov Kaltim ini pun yakin, dengan track record saat ini, PT GBE kemungkinan besar masi dipercaya menangani sejumlah proyek pemerintah lainnya. “Semua kan lewati proses lelang. Saya pikir mereka tidak ada masalah,” pungkas Salman.

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 10 Oktober 2015 08:38

Membernya Ribuan, Gelar Resepsi di The Concept

<p>Dulu, olahraga lintas alam atau sering disebut hash atau on-on tak banyak yang mengetahui apalagi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .