MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Selasa, 20 November 2018 14:32
Mahasiswa Tuntut Ratusan IUP Dicabut
IKUT MENGECAM. Mahasiswa Unmul dari berbagai elemen organisasi, melakukan unjuk rasa di depan Kantor Gubernur, kemarin (19/11). Mereka menuntut ratusan IUP bermasalah dicabut.

PROKAL.CO, Sementara itu, sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan terhadap kondisi sumber daya alam di Kaltim, khususnya pertambangan batu bara yang telah menelan 31 korban jiwa, mahasiswa Unmul dari beberapa elemen organisasi menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Kaltim, Senin (19/11) pukul 09.00 Wita. Mereka membawa replika keranda, yang disimbolkan duka bagi masyarakat Kaltim yang telah menjadi korban perusahaan tambang.
Koordinator lapangan (Korlap) Hamdi Setiawan dalam orasinya menyoroti Izin Usaha Pertambangan (IUP) batu bara yang mencapai 1.143. Sayangnya, 826 IUP tersebut tidak clean and clear (CnC). Mahasiswa pun menyayangkan karena Pemprov Kaltim tidak mencabut izin ke 826 IUP bermasalah tersebut.
"Dari hasil pantauan Komnas HAM sejak 2011 hingga 2016, sebanyak 27 orang meninggal di lubang tambang dan 24 diantaranya anak-anak. Jumlahnya tersebar di Samarinda, Kukar dan PPU. Yang membuat kami miris, sebulan terakhir dua orang kembali jadi korban dan Gubernur Kaltim Pak Isran hanya mengatakan prihatin," tegas Hamdi.
Yang mereka sayangkan juga, dari 16 kasus yang ditangani Polda Kaltim, hanya dua kasus yang masuk ke persidangan dan tiga kasus lainnya sudah dihentikan penyidikannya alias SP3. Namun sisa kasus yang ditangani Polda Kaltim belum ada kejelasannya.
"Kami sayangkan harusnya pertemuan ini dihadiri juga Kapolda Kaltim agar bisa memberi penjelasan perkembangan kasus yang ditangani mereka," ujar Hamdi saat diterima Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim Wahyu Widhi Heranata yang menerima perwakilan mahasiswa ini di dalam Kantor Gubernur Kaltim.
Dihadapan Widhi, mahasiswa menyampaikan tuntutan mereka seperti meminta pemerintah mengusut kematian 31 anak di lubang tambang, menuntut pemerintah tegas soal reklamasi menutup tambang secara permanen agar tidak menimbulkan kerusakan dan efek panjang.
Kemudian menuntut pemerintah bertindak tegas perusahaan tambang yang lalai dalam menjaga kawasan daerah pasca tambang dan mencabut izin tambang. "Kami juga menuntut pemerintah untuk memberikan ruang lingkungan hidup yang aman bagi masyarakat, jauh dari bahaya lubang tambang," tuntut Hamdi.
Widhi yang menerima aspirasi mahasiswa ini mengaku serius akan menangani persoalan tambang. Salah satunya menugaskan 38 inspektur tambang yang akan mengawasi pertambangan. Selain itu, lubang tambang juga akan diusulkan ditutup meski peraturan menteri cuma revegetasi (pemulihan) saja. Nantinya akan didukung perda.
"Bagi perusahaan yang good mining akan kami beri reward. Kalau nakal kami usulkan dicabut. Ada sanksi. Sementara reward ada tambahan jatah produksi," ungkap Widhi.
Disinggung soal korban terakhir yang meninggal di wilayah konsesi PT Bukit Baiduri Energi (BBE), Widhi menyebut sudah melakukan investigasi dan menemukan terjadi aktivitas tambang ilegal di dalam wilayah PT BBE. Hasil investigasi itu dilaporkan hasilnya ke Gubernur Kaltim Isran Noor dan 26 November mendatang, juga akan dilakukan pemanggilan PT BBE.
"Saya saja ke sana harus lewat keamanan. Lapor dulu. Masa ada orang (penambang ilegal, Red) itu yang dicuri itu aset negara. Saya sudah rapat dengan Polda Kaltim pekan lalu di Dirkrimsus. Akan ditindaklanjuti kalau terindikasi pidana, akan diselesaikan," tegas Widhi. (sal/nin)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 10 Oktober 2015 08:38

Membernya Ribuan, Gelar Resepsi di The Concept

<p>Dulu, olahraga lintas alam atau sering disebut hash atau on-on tak banyak yang mengetahui apalagi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .