MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Selasa, 06 November 2018 22:20
Isran-Hadi Janji Bantu Pemkot Atasi Banjir

Dianggap Bentuk Perhatian Pusat

DISOROT PUSAT. banjir selalu menggenangi kawawsan Jalan DI Panjaitan setiap kali hujan. Meski Samarinda masuk daftar 20 kota rawan banjir Sekkot Sugeng Chairuddin justru mengaku senang karena persoalan banjir diperhatikan pemerintah pusat.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Samarinda merupakan satu dari 20 kota di Indonesia yang masuk kategori rawan banjir. Hal ini merujuk pada data Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR). Meski demikian, masuknya Kota Tepian dalam daftar tersebut tak terlalu dipusingkan Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda Sugeng Chairuddin.
“Datanya belum kami terima, tapi saya sudah baca koran. Kalau memang seperti itu ya kami senang saja, artinya masalah kota kita terdeteksi pemerintah pusat," terang Sugeng.

Sugeng mengaku tak ingin ambil pusing mengenai penempatan anggaran yang dimaksud Kementerian PUPR, sebagai antisipasi terhadap potensi bencana banjir pada musim hujan 2018-2019. Justru adanya rencana tersebut dianggap sebagai momen penting, sebab ia mengakui untuk menangani persoalan banjir tak cukup hanya mengandalkan pendapatan daerah semata.

“Artinya, pemerintah pusat sudah memahami kondisi di Samarinda seperti apa. Baik nanti akan disalurkan dalam bentuk DAK (Dana Alokasi Khusus atau Bankeu (Bantuan Keuangan) dari Pemprov Kaltim. Makanya kami senang saja,” jelasnya.

Sementara itu, janji Gubernur Kaltim Isran Noor dan Wakil Gubernur Hadi Mulyadi ketika terpilih akan menanggulangi banjir segera direalisasikan. Salah satu bentuknya membantu Pemkot Samarinda mengurai titik banjir di ibu kota provinsi ini. Untuk itu, pihak PUPR Kaltim segera diminta menginventarisasi daerah rawan banjir yagn akan jadi domain Pemprov Kaltim.

Hal itu dibeber Sekretaris Tim Penyusun RPJMD Kaltim Periode 2028-2023, Zaenal Haq. Bahkan dalam pembahasan anggaran APBD 2019 yang sudah memasuki tahap awal ini, Zaenal pun menyatakan akan mengawal anggaran untuk penanganan banjir tersebut. Meski untuk RPJMD Kaltim sendiri lima tahun mendatang belum 100 persen selesai.

"Pak Isran komitmen untuk tahun pertamanya ini akan membantu menuntaskan persoalan jalan rusak parah dan banjir. Bukan hanya di Samarinda sebenarnya tapi di kabupaten dan kota yang lain juga karena sekarang kan banjir sudah hampir merata," ucapnya.

Namun sebelum itu, lanjut Zaenal, Isran akan menggelar koordinasi dengan kabupaten/kota untuk menyamakan program dengan milik provinsi supaya tidak tumpang tindih. Mana yang menjadi kewajiban kota dan provinsi akan dibahas.

Namun untuk saat ini memang hal itu belum dilakukan, mengingat masing-masing kepala daerah masih memiliki kesibukan. "Memang salah satu program Isran-Hadi ini melakukan sinkronisasi antara provinsi dengan daerah. Supaya nanti nyambung programnya, tidka saling tumpang tindih," tuturnya.

Diakui Zaenal tidak serta merta di tahun pertama banjir bisa diatasi 100 persen. Namun setidaknya ada perbedaan yang bisa dirasakan antara sebelum dan sesudah penanggulangan banjir dilakukan. Karena itu perlu pembagian yang jelas tugas provinsi dan tugas kota sehingga bisa saling bersinergi.

"Pak Isran sudah sampaikan, banjir akan ikut jadi prioritas untuk ditanggulangi selain jalan rusak. Tapi jangan tanya ke saya soal berapa anggarannya, karena itu domain teman-teman Dinas PUPR Kaltim. Atau nanti juga pasti dibahas di badan anggaran (Banggar)," ungkapnya. (sapos)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 10 Oktober 2015 08:38

Membernya Ribuan, Gelar Resepsi di The Concept

<p>Dulu, olahraga lintas alam atau sering disebut hash atau on-on tak banyak yang mengetahui apalagi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*