MANAGED BY:
RABU
21 NOVEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Selasa, 06 November 2018 22:00
KORBAN KE-31 LUBANG TAMBANG
Sebut Pemda Tak Berdaya, Minta Jokowi Turun Tangan
MASIH AKTIF? Suasana pencarian korban tenggelam di kolam tambang di Desa Bukit Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang

PROKAL.CO, SAMARINDA. Lubang bekas tambang batu bara di Kaltim kembali memakan korban pada Minggu (4/11) sekitar pukul 14.30 Wita. Kali ini berlokasi di Desa Bukit Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kukar. Saat kejadian, korban Ari Wahyu Utomo (13) sedang bermain bersama 8 rekannya yang lain.

Selepas joging mereka memasuki kawasan sekitar tambang. Lokasinya tak jauh dari rumahnya. Hanya berjarak 400 meter. Ia berenang di lubang tambang tersebut tanpa ada peringatan dan penjagaan dari pihak perusahaan tambang. Tak ada papan pengumuman, pagar pembatas dan pos jaga sekuriti.

"Saat berenang itu lah dia tenggelam," kata Dinamisator Jatam Kaltim, Pradarma Rupang, kemarin. Proses evakuasi kurang lebih 30 menit sejak korban tenggelam. Lubang bekas tambang itu seluas 20x30 meter. Kedalaman pinggir lubang tambang 3 meter. Tambang itu diduga milik PT Bukit Baiduri Energi (BBE). Perusahaan ini memiliki dua kosensi dengan masing-masing luasnya 3.081 hektare dan 497,30 hektare.

Sebelumnya, pada 23 Maret 2016 juga telah terjadi perisitwa tenggelam di konsesi PT BBE. Korbannya dua anak sekaligus. Bernama: Noval Fajar Slamat (15) dan Diky Aditya (15). Keduanya juga warga Kukar. Saat ini status perusahaan tersebut masih aktif menambang di lokasi kejadian. Peristiwa ini menambah panjang catatan jumlah korban yang mati di lubang tambang. Dari catatan Jatam, hingga kini lubang tambang di Kaltim sudah menelan 31 korban. Khusus di Kukar sudah 11 korban. Terhitung sejak tahun 2011.

Rupang menilai, pemerintah tidak pernah belajar dan menganggap penting persoalan ini. Padahal kejadian serupa terjadi sebelumnya dan itu tidak lama berselang. Korban ke-30 yang merengut nyawa Alif Alfaroci terjadi pada 21 Oktober 2018. "Ini kejadian luar biasa. Tapi nyaris tak ada respons apapun dari pemerintah," tegasnya.

PENGGIAT LINGKUNGAN KALTIM MINTA JOKOWI BERTINDAK

Para penggiat lingkungan Kaltim, meminta Presiden Joko Widodo turun tangan atas kasus anak meninggal di lubang tambang. Kini sudah menelan 31 jiwa Kaltim. Jokowi harus turun tangan. Tidak cukup hanya mengasistensi kepada pemerintah daerah. Sebab gubernur, bupati dan wali kota di Kaltim belum menganggap kasus tewasnya anak-anak di lubang tambang sebagai persoalan penting.
“Harus ada upaya pencegahan. Berharap kejadian serupa tidak terulang. Langkah luar biasa sudah selayaknya dilakukan presiden,” kata Pradarma Rupang.

Dijelaskan Rupang, persoalan banyaknya nyawa yang meninggal di lubang tambang tidak cukup hanya dengan pendekatan umum. Karena pola kejahatannya sudah sedemikian akut. Hampir semua pejabat dan aparat hukum seakan takluk jika berhadapan dengan perusahaan tambang yang beroperasi di Kaltim.

“Dengan kewenangan yang presiden miliki, sudah sepatutnya untuk secara langsung memastikan agenda keselamatan rakyat Kaltim dari ancaman lubang tambang. Kepastian penegakan hukum harus benar-benar dilaksanakan,” lanjut Rupang. Mereka juga mengecam respons Gubernur Kaltim Isran Noor yang seakan-akan pasrah dan tak berbuat apa-apa atas kasus ini. Hal tersebut terlihat dari pernyataan Isran 25 Oktober 2018 lalu, saat korban ke-30 di bekas lubang tambang terjadi.

Isran seperti tak memiliki empati. Apalagi upaya untuk memberikan perlindungan kepada warga Kaltim. “Kami mendesak Gubernur Kaltim bertindak keras kepada pelaku tambang yang melakukan pembiaran terhadap lubang-lubang tambang,” tegasnya.

Apalagi, dengan adanya kejadian terbaru ini adalah kali keduanya lubang tambang PT BBE menelan korban. Dan mereka menuntut agar IUP PT BBE dicabut. Direktur Eksekutif Daerah Walhi Kaltim, Fathur Roziqin menambahkan, pencabutan itu penting. Karena melanggar sistem keamanan dan keselamatan sesuai yang dimandatkan UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Minerba dan UU Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Mengapa pencabutan harus diberikan? Langkah tersebut bukti ketegasan pemerintah untuk memberi efek jera, agar kejadian serupa tak terulang kembali. “Sejumlah perusahaan yang masih harus mempertanggungjawabkan persoalan serupa, kami juga mendesak agar aktifitas operasinya dihentikan,” kata Iqin sapaan akrabnya.

Mereka juga mempertanyakan sikap Polda Kaltim. Publik menunggu upaya serius aparat kepolisian Kaltim untuk memastikan penegakan hukum dari kasus ini. Pihaknya menduga ada pihak-pihak tertentu yang ingin kasus ini di lenyapkan dan tak berlanjut ke pengadilan.

“Untuk itu kami mempertanyakan profesionalisme kepolisian dalam memastikan penegakkan hukum atas tewasnya 31 anak di lubang tambang. Kasus yang ditelantarkan harus betul-betul dilaksanakan,” kata Iqin.

Sayang, hingga berita ini diturunkan upaya Sapos untuk mendapatkan keterangan pihak PT BBE tak berhasil. Tak ada satu pun petinggi BBE yang bersedia memberikan komentar. (sapos)

loading...

BACA JUGA

Senin, 19 November 2018 15:31

Murka Istri Mandi Bareng Sopir

SAMARINDA. Tuntas sudah jalinan cinta segitiga yang dilakoni Yosef Niron…

Minggu, 18 November 2018 15:47

Tikam Istri Lalu Tersenyum

SAMARINDA. Warga Jalan Jakarta, Gang H Oyon, Loa Bakung, Sungai…

Minggu, 18 November 2018 15:40

Mufakat Jahat Loloskan IUP Bermasalah

SAMARINDA. Selisi data Izin Usaha Pertambangan (IUP) batu bara yang…

Sabtu, 17 November 2018 20:04

Ketua Dewan Dijebloskan ke Rutan

SAMARINDA. Dilaporkan karena diduga melakukan penggelapan, Ketua DPRD Samarinda Alphad…

Sabtu, 17 November 2018 19:59

210 IUP Diduga Tak Terdata di Pusat

SAMARINDA. Carut marut pengelolaan aktivitas pertambangan batu bara di Kaltim…

Jumat, 16 November 2018 11:45

Curiga, KPK Sidak Batu Bara di Mahakam

SAMARINDA. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun gunung guna menelusuri dugaan…

Jumat, 16 November 2018 11:41

Rumah Sepasang Lansia Terus Bergerak

SAMARINDA. Sebuah rumah di Jalan KS Tubun terpaksa dikosongkan. Pergerakan…

Kamis, 15 November 2018 14:25

ABG Kabel Telkom Dijarah

SAMARINDA. Apes. Itulah yang dialami MR. ABG ini tertangkap saat…

Rabu, 14 November 2018 12:44

Proses Cerai, Lapak Istri Dihambur

SAMARINDA. Hati-hati berhubungan dengan mantan. Apalagi mantan suami atau mantan…

Rabu, 14 November 2018 12:33

Pembunuhan Berencana untuk si Pecemburu

SAMARINDA. Zainal, pemuda 19 tahun yang menghabisi nyawa Edi Wijayansyah.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .