MANAGED BY:
RABU
21 NOVEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Selasa, 06 November 2018 00:21
Samarinda Masuk 20 Kota Rawan Banjir

Petinggi Pemkot Justru Belum Tahu

ANTISIPASI BANJIR. Normalisasi drainase di Jalan KH Wahid Hasyim I sudah dilakukan sejak beberapa waktu terakhir. Hal ini dilakukan untuk meminimalisasi banjir yang kerap terjadi di kawasan Sempaja

PROKAL.CO, SAMARINDA. Banjir di Kota Samarinda mendapat sorotan pemerintah pusat. Kota Tepian bahkan masuk daftar 20 kota rawan banjir di Indonesia. Hal ini berdasarkan rilis dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR).  

Dalam rilis resminya Kamis (1/11) lalu, Dirjen SDA Suprayogi mengatakan, pihaknya sudah melakukan antisipasi baik fisik dan non fisik menghadapi banjir yang berpotensi terjadi akhir 2018 hingga 2019 mendatang. Ditjen SDA bersiap karena berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim hujan mulai terjadi pada Oktober dan puncak musim hujan pada umumnya akan terjadi pada Januari-Februari 2019.

Dikatakannya, Kementerian PUPR telah menyiagakan Posko Siaga di 34 Balai/Balai Besar Wilayah Sungai dan 1 Posko Pusat. Seluruh balai/balai besar juga telah melakukan penelusuran terhadap sungai-sungai utama sepanjang 54,217 km dimana dari hasil penelusuran diketahui sepanjang 42,11 Km dalam kondisi kritis.

Dari data Ditjen SDA, terdapat 20 kota rawan banjir di Indonesia dimana salah satunya adalah Samarinda (selengkapnya lihat grafis). “Di kota-kota tersebut telah dilaksanakan kegiatan pengendalian banjir berupa normalisasi sungai, tanggul banjir, kanal sepanjang 142 km, pembangunan pintu air 16 buah, pembangunan polder/kolam retensi dua buah, dan pembangunan sistem pompa 2 unit pada tahun 2015-2018 dengan biaya Rp 4,4 triliun,” ujar Hari seperti dikutip harian ini melalui website resmi Kementerian PUPR.

Meski demikian, sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot Samarinda justru belum mengetahui bahwa Kota Tepian masuk daftar 20 kota rawan banjir. “Saya belum terima suratnya,” singkat Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang saat dihubungi harian ini melalui telepon selulernya, kemarin (4/11).

Hal senada juga diungkapkan Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda Sugeng Chairuddin. Sugeng mengaku tidak mengetahui informasi yang dibeberkan Kementerian PUPR. Sebab hingga saat ini belum ada pemberitahuan secara langsung. “Coba bisa ditanyakan sama Pak Hero (Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang),” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Samarinda Hero Mardanus pun mengaku tidak mengetahui bahwa Samarinda masuk 20 kota rawan banjir. Namun selama ini anggaran dari pemerintah pusat memang selalu mengalir dalam Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Kalau itu saya belum terima informasi pastinya. Tapi setahu saya biasanya kalau pemerintah pusat mau menangani dalam hal memberikan anggaran, biasanya melalui pengucuran DAK kepada setiap daerah,” urainya. Selebihnya Hero juga memastikan dalam anggaran DAK 2019 mendatang, pemakaian anggaran DAK tidak ada yang difokuskan untuk penanganan banjir. Sebab usulan yang diterima pusat berasal dari kegiatan lainnya.

“Seperti untuk jalan itu ada sekitar Rp 16 miliar serta kegiatan sanitasi juga ada sekitar Rp 1 miliar. Kalau persoalan banjir, mungkin tahun depan tidak akan ada menggunakan DAK. Memang ada penurunan dalam pengucuran DAK, tapi saya belum terima totalnya secara keseluruhan dan saya juga masih di luar kota. Nanti saya cek lagi,” pungkasnya.

DISOROT MENTERI

Banjir yang selalu terjadi di Samarinda memang sudah ibarat penyakit kronis. Bahkan banjir juga turut menjadi perhatian khusus Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat mengunjungi Kota Tepian bulan lalu. Kunjungan Menhub Budi ke Samarinda untuk mendampingi Presiden Joko Widodo yang meresmikan Bandara APT Pranoto.

Kekhawatiran terjadinya banjir saat Presiden Jokowi ke Samarinda sempat dilontarkan Menhub Budi. Dia meminta agar Pemprov Kaltim memikirkan jalan alternatif menuju Bandara APT Pranoto. Kekhawatiran menhub ini diungkap Pj Sekprov Kaltim Meiliana di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (29/10) lalu.

Saat mendampingi menhub, Meiliana sempat ditanya soal jalan selain DI Pandjaitan yang dikenal rawan banjir. Saat itu Meiliana menjelaskan adanya jalan alternatif di Kampung Batu Besaung, Kecamatan Samarinda Utara.

"Tapi saya bilang jalan itu masih perlu dilebarkan. Kita harus tambah dua meter di sisi kiri dan kanan jalan itu. Lalu dijawab Pak Menhub, segera disiapkan," beber Meiliana.

Atas permintaan menhub itu pula, Meiliana mengaku akan secepatnya menindak lanjuti dengan meminta Dinas PUPR Kaltim dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) membawa masalah tersebut ke Kementerian PUPR. Bahkan jika perlu nantinya Gubernur Kaltim Isran Noor juga akan mengawal usulan tersebut. (sapos)

loading...

BACA JUGA

Senin, 19 November 2018 21:35

Diskominfo Samarinda Pengelola Website Terbaik 2018

SAMARINDA. Penghargaan semakin akrab dengan Dinas Kominfo Samarinda. Kali ini,…

Senin, 19 November 2018 16:19

Cegah Kebocoran, Bentuk Pos Terpadu

SAMARINDA. Kedatangan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Raharjo untuk…

Senin, 19 November 2018 16:15

Paving Block Rusak Diganti

SAMARINDA. Jalan lingkar di Taman Samarendah selama ini selalu menjadi…

Minggu, 18 November 2018 15:54

Rumah Ibadah Pengecualian

SAMARINDA. Untuk membebaskan Sungai Karang Mumus (SKM) dari kekumuhan dibutuhkan…

Sabtu, 17 November 2018 20:48

Pengembang Keluhkan Tata Ruang

SAMARINDA. Para pengembang mengeluhkan permasalahan kota Samarinda yang tak kian…

Jumat, 16 November 2018 12:05

Atasi Banjir Pandjaitan, Drainase Diperbesar, Segini Duitnya....

SAMARINDA. Pemkot Samarinda mulai serius menangani banjir di Jalan DI…

Jumat, 16 November 2018 12:01

Idealnya SD dan SMA Dipisah

SAMARINDA. Rencana pelimpahan gedung dan aset sekolah dari SD Negeri…

Kamis, 15 November 2018 15:06

Bandara APT Pranoto Siap Layani 7 Maskapai

SAMARINDA. Saat ini Bandara APT Pranoto Samarinda sudah melayani empat…

Kamis, 15 November 2018 14:59

Soal Tuntutan Pembagian PI Blok Mahakam, Pemprov Tunggu Ini....

SAMARINDA. Warga Kukar kembali menyoal pembagian saham participating interest (PI)…

Kamis, 15 November 2018 00:23

Empat Sekolah Dinilai

SAMARINDA. Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Provinsi Kaltim…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .