MANAGED BY:
SELASA
16 JULI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

BORNEO FC

Jumat, 26 Oktober 2018 23:40
POIN SEMPURNA TERBANG

2 Bali United v Borneo FC 2

PROKAL.CO, SAMARINDA. Sayang seribu kali sayang. Ya, ungkapan tersebut layak diberikan kepada Borneo FC yang melakoni laga di pekan ke-27 Liga 1 malam tadi di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Menghadapi Bali United, anak-anak Pesut Etam harus puas berbagi angak 2-2. Padahal di babak pertama, anak asuh Dejan Antonic ini sudah leading terlebih dahulu dengan dua gol hasil kreasi dari Lerby Eliandri di menit 17, serta gol Tijani Belaid di menit 26.
Namun di babak kedua, tuan rumah berhasil menyamakan skor lewat dua gol spektakuler dari kaki I Made Andhika Wijaya di menit 74, serta gol I Kadek Agung Widnyana di menit 80.
“Ini satu pertandingan luar biasa. Kedua tim sama-sama bermain terbuka untuk memenangkan pertandingan. Sayangnya, kita gagal mempertahankan kemenangan di 45 menit babak kedua,” ujar Dejan Antonic, arsitek Borneo FC.
Di awal babak pertama, anak-anak Pesut Etam sempat tampi tertekan. Namun pelan tapi pasti, mereka bisa keluar dari tekanan dan berhasil mencetak dua gol lewat skema serangan balik cepat.
Dua gol dari Lerby dan Tijani, menjadi penutup laga yang dipimpin wasit Thoriq Al Katiri tersebut.
Di babak kedua Bali United tampil lebih agresif. Masuknya Illija Spasojevic, Made Andhika serta Nouri, membuat tekanan bergelombang hadir di depan gawang M Ridho. Cederanya Wildansyah, membuat Dejan memainkan Firdaus Ramadhan sebagai tandem Renan Alves Da Silva. Gol pertama Bali lahir dari tendangan jarak jauh Made Andhika. Pun dengan gol kedua yang dihasilkan bek kanan Kadek Agung. Kesalahan Firdaus membuang bola, justru disambut Kadek dengan tendangan keras dari luar kotak penalti dan gagal dibendung Ridho.
Meski hanya membawa satu angka, Dejan mengaku sangat senang. Sebab setidaknya satu poin ini membayar kekalahan di pekan ke-26 saat Borneo FC dikalahkan PSM Makassar.
“Di babak pertama kami bermain dengan penuh semangat, kerja keras dan konsentrasi. Namun di babak kedua, kelengahan dan kesalahan pemain kita berakibat fatal. Cederanya Wildansyah dan Koko (Wahyudi Hamisi), membuat ritme permainan menjadi berubah. Tapi inilah sepak bola,” kata Dejan lagi.
Diakuinya, di babak kedua ia sebenarnya ingin mengubah situasi dan kondisi permainan. Memainkan Titus Bonai menggantikan Ambrizal Umanailo adalah salah satu caranya. Namun Tibo tak bisa berbuat banyak karena pemain Bali United terus menerus menekan dari semua lini.
“Gol lawan terjadi entah karena pemain saya capek atau hilang konsentrasi. Tapi seperti saya bilang, kami sudah senang dengan satu angka dibawa ke Samarinda,” tegasnya.
Hasil imbang ini tak membuat posisi Borneo FC berubah di klasemen sementara. Tetap berada di peringkat 7 dengan koleksi 39 angka.

loading...

BACA JUGA

Senin, 12 Oktober 2015 02:05

Warga Diminta Cari Jalan Alternatif

<p>SAMARINDA. Selama proses pengecoran Jalan M Said sepanjang 415 meter, warga Lok Bahu dan sekitarnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*