MANAGED BY:
RABU
21 NOVEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Rabu, 17 Oktober 2018 23:18
Isran Berniat Lakukan Judicial Review Aturan tentang Pengelolaan Energi
SDA Tak Dikelola, Bisa Jadi Bom Waktu
BAKAL HABIS. Batu bara, salah satu energi yang tak terbarukan. Beratus juta ton batu bara dibawa ke luar Kaltim setiap tahunnya.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Meski Sumber Daya Alam (SDA) seperti minyak, gas dan batu bara masih menjadi primadona di Kaltim, namun masyarakat tidak boleh terbuai. Sebab SDA tersebut bisa habis alias tak terbarukan. Jika tak ada pengelolaan yang baik, khususnya pada sektor sumber terbarukan, hal ini bisa jadi bom waktu untuk Kaltim. Bumi Borneo ini bisa kering kerontang pasca migas dan batu bara.

Diungkap Gubernur Kaltim Isran Noor, pemerintah saat ini harus memikirkan sumber daya terbarukan. Salah satunya pertanian dan perkebunan. Kaltim sudah harus memiliki master plan untuk menggarap sumber terbarukan karena lambat laun migas dan batu bara akan habis, 20 atau 50 tahun mendatang.

"Karena itu insya Allah saya akan fokus menggarap agrobisnis dan industri, karena kita tidak ingin ini jadi bom waktu ketika SDA kita habis sementara kita belum siap," jelas Isran saat mengisi seminar ekonomi garapan Universitas Muhammadiyah Kaltim (UMKT), Selasa (16/10).

Hingga saat ini, kata Isran, Kaltim menjadi penyumbang terbesar batu bara se-Indonesia. Produksi batu bara Kaltim mewakili 60 persen se-Indonesia dan juga jadi penyumbang terbesar devisa negara. Karena itu sudah semestinya Kaltim mendapat kesejahteraan lebih dulu di banding daerah lain. Namun faktanya tidak demikian, pembangunan infrastruktur di Kaltim seolah tertinggal dengan Pulau Jawa.

Karena itu pula, Isran ingin kekayaan SDA Kaltim juga bisa dinikmati merata masyarakat Kaltim. Salah satu pola yang akan dilakukan Isran adalah dengan meninjau kembali kewenangan pemerintah pusat dan daerah terkait pengelolaan energi sumber daya mineral. Isran berniat melakukan Judicial Review (JR) tentang pengelolaan energi tersebut.

"Saya akan panggil tim segera untuk mempelajari apakah ada kemungkinan kita bisa ikut mengelola migas kita. Saat ini seperti kita ketahui, migas menjadi otoritas penuh pemerintah pusat, daerah tidak punya. Nah ini yang akan kami pelajari lebih dulu," ungkap Isran.

Selain itu, jika memungkinkan, Isran juga ingin membentuk UPTD untuk yang bisa mengontrol migas dan batu bara yang diangkut keluar Kaltim. Sebab Isran curiga, jumlah migas atau batu bara yang diangkut ke luar Kaltim tidak sesuai fakta di lapangan. Sebab sejauh ini daerah tidak memiliki data pasti berapa kekayaan SDA yang diambil karena tidak dilibatkan.

"Misal untuk batu bara, per bulannya ada 265 juta ton yang diangkut keluar. Padahal bisa jadi 300 juta ton tapi karena kita tidak terlibat, kita hanya menerima laporan saja tanpa tahu fakta di lapangan," pungkasnya. (sapos)

loading...

BACA JUGA

Senin, 19 November 2018 21:35

Diskominfo Samarinda Pengelola Website Terbaik 2018

SAMARINDA. Penghargaan semakin akrab dengan Dinas Kominfo Samarinda. Kali ini,…

Senin, 19 November 2018 16:19

Cegah Kebocoran, Bentuk Pos Terpadu

SAMARINDA. Kedatangan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Raharjo untuk…

Senin, 19 November 2018 16:15

Paving Block Rusak Diganti

SAMARINDA. Jalan lingkar di Taman Samarendah selama ini selalu menjadi…

Minggu, 18 November 2018 15:54

Rumah Ibadah Pengecualian

SAMARINDA. Untuk membebaskan Sungai Karang Mumus (SKM) dari kekumuhan dibutuhkan…

Sabtu, 17 November 2018 20:48

Pengembang Keluhkan Tata Ruang

SAMARINDA. Para pengembang mengeluhkan permasalahan kota Samarinda yang tak kian…

Jumat, 16 November 2018 12:05

Atasi Banjir Pandjaitan, Drainase Diperbesar, Segini Duitnya....

SAMARINDA. Pemkot Samarinda mulai serius menangani banjir di Jalan DI…

Jumat, 16 November 2018 12:01

Idealnya SD dan SMA Dipisah

SAMARINDA. Rencana pelimpahan gedung dan aset sekolah dari SD Negeri…

Kamis, 15 November 2018 15:06

Bandara APT Pranoto Siap Layani 7 Maskapai

SAMARINDA. Saat ini Bandara APT Pranoto Samarinda sudah melayani empat…

Kamis, 15 November 2018 14:59

Soal Tuntutan Pembagian PI Blok Mahakam, Pemprov Tunggu Ini....

SAMARINDA. Warga Kukar kembali menyoal pembagian saham participating interest (PI)…

Kamis, 15 November 2018 00:23

Empat Sekolah Dinilai

SAMARINDA. Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Provinsi Kaltim…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .