MANAGED BY:
SENIN
21 JANUARI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Senin, 15 Oktober 2018 22:48
Habib Umar Diisukan Diciduk Densus

Wakapolres : Itu Kabar Tidak Benar

BIKIN GEGER. Ketua Panitia Tablig Akbar Sejuta Doa untuk Kaltim, Habib Hasyim dan Wakapolres Samarinda AKBP Dedi Agustono saat menjawab pertanyaan awak media.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Isu tak sedap menerpa kedatangan Guru Mulia Al'Alimul' Allaamah Al Arif Billah, Al Habib Umar bin Hafidz bin Salim dari Tarim, Hadhramaut, selama dua hari di Samarinda, Kamis (11/10) hingga Jumat (12/10) lalu.
Entah apa maksud tujuan penyebar isu yang diposting melalui media sosial (Medsos) Youtube dan Facebook dengan nama akun Valeria Donna Donovan.

Video berdurasi 45 detik yang disebar itu bertuliskan kabar Al Habib Umar bin Hafidz bin Salim, ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri usai salat Jumat dan memberi tausiyah di Masjid Islamic Center Samarinda, Jumat (12/10) lalu. Postingan viral itu diupload, Sabtu (13/10) pukul 09.26 Wita, dan postingan itu diubah pukul 17.26 Wita.

Postingan itu dengan cepat menjadi viral dan dibagikan 136 kali dengan jumlah penayangan 7.026. Meski sudah banyak yang membagikan namun hanya 169 netizen yang merespons dengan 155 komentar.
Dalam komentar tersebut. Pemilik akun menyebut memperoleh video tersebut dari salah seorang istri perwira polisi, namun belum diketahui pasti siapa Bhayangkari yang dimaksud.

Ketua Panitia Tabliq Akbar Sejuta Doa untuk Kaltim, Habib Hasyim bin Abdullah bin Syeh Abu Bakar bin Salim menepis kabar tersebut. Dengan tegas Pimpinan Majelis Nurul Huda itu mengatakan kabar tersebut adalah Hoax.

"Kami menyatakan secara tegas berita itu hoax. Yang benar kami sebelumnya memang ada koordinasi dengan polisi (Polresta Samarinda) untuk pengamanan beliau (Al Habib Umar bin Hafidz bin Salim) dari kedatangan hingga kepulangan," jelas Habib Hasyim.
Berkaitan dengan video tersebut. Habib Hasyim menerangkan video itu diambil ketika Al Habib Umar bin Hafidz bin Salim hendak menuju mobil.

"Karena banyaknya jamaah yang hendak mendekati beliau maka terlihat banyak pula polisi yang mengamankan beliau guna menghindari hal-hal tak diinginkan," jelas Habib Hasyim.

Mengenai pengamanan oleh polisi yang lengkap dengan senjata, Habib Hasyim menyatakan hal itu memang sesuai dengan prosedur karena sebelumnya panitia juga memintanya. "Karena kami mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Habib Hasyim.
Berdasarkan informasi yang didapat Habib Hasyim, penyebab berita hoax itu disebarkan oleh warga yang berada di Sumedang, Jawa Barat (Jabar).

"Saya mendapat informasi begitu. Dan mengenai tindak lanjutnya kami serahkan kepada polisi," ucap Habib Hasyim.
Sementara itu Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Riviyanto, melalui Wakapolres, AKBP Dedi Agustono juga menegaskan berita itu hoax.

"Kami tegaskan itu berita tidak benar. Dan kami tengah menelusurinya dengan mengerahkan siber crime untuk meindak lanjutinya," pungkasnya.

Dalam pengamanan Tabliq Akbar yang menghadirkan Al Habib Umar bin Hafidz bin Salim. Polresta Samarinda mengerahkan 450 personel gabungan dari Polres dan Brimob Detasemen B Pelopor Polda Kaltim diserahkan.

"Dan ada 1 kompi (30 personel) bersenjata lengkap melekat (mengawal, Red) pada beliau. Baik itu ketika pelaksanaan di GOR Sempaja, maupun di Masjid Islamic Center," terang Dedi. (sapos)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 09 Oktober 2015 16:53

PPK Tantang Ketua Panwaslu

<p>SAMARINDA. Status Ketua Rukun Tetangga (RT) menjelang perhelatan politik akhir tahun nanti…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*