MANAGED BY:
SENIN
21 JANUARI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Senin, 15 Oktober 2018 22:39
"Gempa" di Loa Janan

Enam Rumah Dihantam Ponton

NYARIS AMBRUK. Rumah warga di tepi Sungai Mahakam setelah diseruduk ponton,kemarin (14/10).

PROKAL.CO, SAMARINDA. Gempa 7,4 skala richter di Sulawesi Tengah (Sulteng) beberapa waktu lalu, seolah kembali dirasakan warga Samarinda. Namun "gempa" kali ini hanya dirasakan warga di Loa Janan RT 9, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Loa Janan Ilir, kemarin (14/10) pukul 04.25 Wita.
Guncangan dahsyat itu dirasakan Abdul Muin, dan istrinya yang kala itu sedang tidur pulas di konter ponsel sekaligus rumah mereka yang berada di tepi Sungai Mahakam.
"Gempa" itu tak hanya dirasakan pria 40 tahun itu, tapi juga sejumlah warga yang rumahnya di tepi Sungai Mahakam. Mereka berhamburan keluar rumah karena takut rumah mereka akan runtuh.
Kepanikan itupun berangsur reda karena guncangan itu bukan akibat gempa melainkan benturan tersebut karena enam rumah warga di tepi sungai itu dihajar Ponton Kalimantan Cahaya 8, yang mengalami putus tali ketika ditarik tugboat (TB) Delta Ayu 38, yang dinahkodai Jahura (39).
Benturan keras ponton itu menibulkan kerusakan parah pada bagian belakang atau dapur rumah sejumlah warga yakni Abdul Muhid, Turiyah, Suryanti Limin, Irawati, Triyono dan Kushairi alias Agus. Warga yang rumahnya rusak akibat ditabrak ponton selamat dalam insiden tersebut.
Kejadian itupun dilaporkan ke Polsek Kawasan Pelabuhan (KP) Samarinda, yang langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) setelah matahari terbit.
"Saya sama istri sedang tidur waktu kejadian. Kami mengira gempa, jadi kami lari keluar rumah," kata Abdul Muin.
Polisi yang melakukan penyelidikan di TKP dengan memintai keterangan nahkoda serta awak tugboat lainnya memperoleh informasi benturan itu awalnya disebabkan senggolan antara Ponton Kalimantan Cahaya 8, yang ditarik TB Delta Ayu 38, dengan Ponton RMN 336 yang ditarik TB KSA 41.
"TB Delta Ayu 38, dari arah hilir ke hulu, sementata TB KSA 41 dari arah sebaliknya," beber Kapolsek KP Samarinda, AKP Aldi Alfa Faroki, melalui Kanit Reskrim, Ipda Dalimunthe.
Ketika senggolan terjadi, tali second towing yang digunakan TB Delta Ayu 38, untuk menarik Ponton Kalimantan Cahaya 8, putus sehingga ponton hanyut ke tepi sungai.
"Dan membentur enam rumah warga di tepi sungai," ujar Dalimunthe.
Dalam kasus tersebut dua ponton sekaligus tugboat yang terlibat senggolan hingga menyebabkan kerusakan sejumlah rumah warga di tepi sungai.
"Dugaan sementara penyebab senggolan itu karena Ponton RMN 336 yang ditarik TB KSA 41 yang terlambat melakukan pengolongan hendak buru-buru tambat di dekat Jembatan Mahulu. Tanpa diduga dan juga disebabkan faktor cuaca, senggolan dua ponton itu tak bisa dihindarkan," jelas Dalimunthe.
Polisi tengah memintai keterangan nahkoda serta awak kedua TB dan warga yang rumahnya rusak karena ditabrak.
"Mediasi antara perusahaan dengan warga yang jadi korban sudah dilakukan, tapi untuk sementara masih dilakukan pendataan pada kerusakan," pungkasnya.(oke/beb)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 09 Oktober 2015 16:53

PPK Tantang Ketua Panwaslu

<p>SAMARINDA. Status Ketua Rukun Tetangga (RT) menjelang perhelatan politik akhir tahun nanti…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*