MANAGED BY:
SENIN
21 JANUARI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Senin, 15 Oktober 2018 00:16
Isran “Haramkan” Antrean Panjang di SPBU

Situasinya Jangan Kalah dengan di Pulau Jawa

PROKAL.CO, SAMARINDA. Belum sebulan pasca dilantik sebagai Gubernur Kaltim, Isran Noor mulai mereview kembali janji-janji manis yang diucapkan saat masa kampanye lalu. Yang paling memungkinkan untuk direalisasikan adalah soal panjangnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kaltim.

Adalah potret lumrah kendaraan berjubel untuk mendapatkan BBM di setiap SPBU di kota-kota besar di Kaltim. Seperti di Samarinda dan Balikpapan. Padahal, provinsi ini dikenal daerah kaya dengan penyumbang gas dan mineral terbesar di Indonesia.

Karena itu, Isran tak ingin lagi ada lagi antrean panjang BBM di SPBU. Karena itu, Isran meminta organisasi perangkat daerah (OPD) peka terhadap lingkungan. Artinya, jika menemukan adanya antean panjang kendaraan, segera menghubungi pihak distributor dalam hal ini Pertamina.

Penegasan itu disampaikan Isran kala menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan seluruh jajaran OPD di lingkungan Sekretariat Provinsi Kaltim, tengah pekan ini. Dia ingin, di bawah kepemimpinannya, rakyat Kaltim benar-benar mudah mendapatkan BBM. Bukan tanpa alasan, Kaltim menurutnya merupakan daerah penghasil minyak yang seharusnya antrean tersebut tidak terjadi.

"Saya akan pelajari dan berkoordinasi dengan instansi terkait bersama Pertamina dan Kementerian ESDM untuk pasokan BBM. Kaltim harus terbebas dari antrean BBM ini," katanya.

Lebih lanjut dibeber Isran, antrean panjang kendaraan dalam waktu yang lama akan berimbas pada kondisi pendapatan sopir yang akan terkuras hanya untuk mendapatkan bahan bakar kendarannya. Padahal, selayaknya perjalanan tempuh hanya dua hari termasuk biaya hidup namun sebab antri terlalu lama di SPBU akhirnya ongkos hidup sopir bertambah besar, sementara penghasilan pasti akan berkurang.

"Inilah kondisi yang kita sangat prihatin. Bagaimana ke depan tidak ada lagi antrian di SPBU. Kasihan mereka (sopir-sopir, Red) harus makan mie supaya bisa hidup berhemat," tegasnya.

Isran berharap kedepannya, tak ada lagi antrean panjang kendaraan di seluruh wilayah di Kaltim. Sebagai daerah penghasil minyak dan gas bumi, masyarakat Kaltim layak mendapatkan akses BBM yang murah dan mudah, tidak seperti saat ini yang kadang terjadi antrean panjang kendaraan karena keterlambatan distribusi ke daerah-daerah.

"Saya segera bicara dengan Divisi Distribusi Pertamina. Bagaimana sih pola distribusi ke daerah. Saya berharap seperti di Pulau Jawa yang tidak ada antre," ujar Isran. (sapos)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 09 Oktober 2015 16:53

PPK Tantang Ketua Panwaslu

<p>SAMARINDA. Status Ketua Rukun Tetangga (RT) menjelang perhelatan politik akhir tahun nanti…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*