MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Jumat, 12 Oktober 2018 23:37
Penculik Anak Berkeliaran, Warga Samarinda Resah

Misteri Pengemudi Pikap dan Iming-iming Cokelat untuk Menarik

WASWAS. menculik seorang anak yang berhasil direkam lewat kamera ponsel sang ibu.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Kabar penculikan anak di luar Samarinda membuat orangtua khususnya ibu rumah tangga (IRT) gelisah. Apalagi kabarnya terduga penculik itu kini tengah berkeliaran di Kota Tepian, sejak Rabu (10/10) lalu.
Dugaan penculikan itu nyaris dialami dua bocah di hari yang berbeda. Kabar dugaan penculikan pertama terjadi di Jalan AW Sjahranie IV, Kelurahan Sempaja Barat, Kecamatan Samarinda Utara, Rabu lalu pukul 17.00 Wita.

Dua pria misterius yang berboncengan mengendarai motor berusaha membawa bocah 5 tahun bernama Framly. Bocah yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak (TK) itu merupakan putra Ranti. Perbincangannya di WhatshApp tersebar luas di facebook.
Dikonfirmasi terkait dugaan percobaan penculikan tersebut, Ranti mengatakan bahwa setelah peristiwa itu Framly trauma. Karena ketika itu bocah tersebut sempat dipaksa ikut dengan pria misterius yang dimaksud.

"Anak saya (Framly, Red) awalnya main di depan rumah. Lalu salah satu pria itu turun dari motor menghampiri anak saya. Pria itu awalnya menawarkan cokelat kalau anak saya mau ikut. Tapi anak saya tidak mau kemudian dipaksa dengan ditarik tangannya," tutur Ranti.

Tarikan pria misterius itu berhasil dilepas Framly, yang kemudian berlari masuk ke dalam rumah dan langsung menghampiri Ranti lalu menceritakan apa yang dialaminya.

"Saya buru-buru tutup dan kunci pintu. Orang itu masuk sampai ke halaman rumah sambil menoleh kesana kemari. Saya hanya teriak dari dalam rumah. Cari siapa dan mau apa," ujar Ranti.

 

Tak lama dua pria misterius itupun pergi diduga karena takut. Ranti pun menelepon polisi.
Apa yang dialami Framly itupun turut dirasakan bocah kelas 3 sekolah dasar (SD) bernama Nazril Ilham, kemarin (11/10) pukul 08.30 Wita. Tinggal di Jalan Sultan Alimuddin, RT 25, Kelurahan Selili, Kecamatan Samarinda Ilir.
Sepulang mengaji, Nazril dihampiri seorang pria paruh baya yang tidak dikenal. Pria misterius itu mengajak Nazril ikut dengan iming-iming uang Rp 2.000.

"Orang itu awalnya memanggil anak saya. Dek, dek, dek mau kah ikut om ke rumah Haji Firman ambil uang. Nanti om kasih uang Rp 2.000," tutur Salbiah, ibu Nazril.

Tawaran pria misterius itupun ditolak Nazril. Nazril bergegas pulang. Lantas memberi tahu ibunya. "Kebetulan jalan di tempat kami itu ujungnya buntu pasti orang itu akan memutar kembali. Saya kemudian bawa anak saya keluar rumah untuk menunjukkan, pas mobil pikapnya lewat saya langsung bilang itu kah dek mobilnya warna putih," tutur Salbiah.

Nazril pun membenarkan pikap Daihatsu Grand Max warna putih tanpa nopol di depannya itu adalah mobil pria misterius yang mengajaknya tadi.

"Nah, waktu saya dan anak saya berdiri di depan rumah orang itu sempat berhenti dan mengatakan bu tadi anaknya saya minta tolong antar ke tempat Haji Firman, tapi saya tidak kenal. Saya tanya suami dan mertua saya juga tidak ada yang kenal," ucap Salbiah, yang sempat merekam video pria misterius itu.

Salbiah yang penasaran sempat bertanya pada Nazril untuk memastikan apakah pria yang mengemudikan pikap itu sama dengan pria misterius yang mengajaknya.

"Anak saya kurang yakin, tapi orang itu sendiri yang mengaku karena sempat berhenti waktu liat saya dan anak saya di luar rumah," ujar Salbiah.

Setelah jalan kembali pikap yang dikemudikan pria misterius itupun memutar. Salbiah bergegas membawa putranya masuk dan mengunci pintu.

"Kemudian di dalam rumah saya langsung melihat foto-foto yang kabarnya penculik anak di grup WhatsApp sekolah anak saya. Dan ternyata foto orang yang nomor 9 sama persis," ujar Salbiah.

Menanggapi kegelisahan serta informasi tersebut, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto mengatakan sudah meminta intelejen untuk menelusuri serta mencari kebenaran informasi tersebut. "Sejauh ini belum ada laporan resmi mengenai kasus penculikan seperti yang dimaksud, tapi saya sudah minta intelejen untuk memdalaminya," tandasnya. (sapos)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 16 Oktober 2018 23:28

DBD Renggut Nyawa Anak di Palaran

SAMARINDA. Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali merenggang nyawa. Hal ini dilaporkan oleh satu…

Senin, 15 Oktober 2018 22:48

Habib Umar Diisukan Diciduk Densus

SAMARINDA. Isu tak sedap menerpa kedatangan Guru Mulia Al'Alimul' Allaamah Al Arif Billah, Al Habib…

Senin, 15 Oktober 2018 22:39

"Gempa" di Loa Janan

SAMARINDA. Gempa 7,4 skala richter di Sulawesi Tengah (Sulteng) beberapa waktu lalu, seolah kembali…

Senin, 15 Oktober 2018 00:16

Isran “Haramkan” Antrean Panjang di SPBU

SAMARINDA. Belum sebulan pasca dilantik sebagai Gubernur Kaltim, Isran Noor mulai mereview kembali janji-janji…

Jumat, 12 Oktober 2018 23:35

Jaga Salat, Niscaya Musibah Diangkat

Kedatangan ulama besar asal Tarim, Hadramaut, Habib Umar Bin Hafidz di Samarinda menjadi magnet. Bak…

Selasa, 09 Oktober 2018 00:09

Tak Tahan Tanah Terus Tergerak-gerak

Gempa dan tsunami yang terjadi di Kota Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) masih menyimpan…

Kamis, 04 Oktober 2018 23:47

Wanita Hamil Nyaris Dibakar

SAMARINDA. Usman tergolong pria yang sangat sadis. Dihadapan anak-anaknya, pria paruh baya itu nyaris…

Kamis, 04 Oktober 2018 23:46

Berkat Batang Kayu, Berebut Keluar Kota Palu

TAK ada yang menyangka jika Kota Palu akan luluh lantak akibat gempa dan tsunami.  Termasuk belasan…

Rabu, 03 Oktober 2018 23:16

“Banjir” Solar, Tulang Lutut Retak

SAMARINDA. Satu persatu pengendara motor berjatuhan ketika melintas di Jalan Cendana, tak jauh dari…

Rabu, 03 Oktober 2018 23:15

“Yang Penting Bisa Keluar dari Palu Dulu”

Gempa dan tsunami 7,4 SR yang melanda Palu, Sigi, dan Donggala di Sulawesi Tengah (Sulteng) Jumat (28/9)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .