MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Rabu, 03 Oktober 2018 23:15
“Yang Penting Bisa Keluar dari Palu Dulu”

Cerita Korban Selamat Gempa dan Tsunami saat Tiba di Balikpapan

MENGUNGSI SEMENTARA. Ratusan pengungsi dari Palu yang turun dari pesawat Hercules milik TNI AU di Lanud Dhomber Balikpapan, Selasa (2/10). Sudah 908 pengungsi mendarat di Balikpapan dan ditempatkan di titik pengungsian Aula Kantor Bea Cukai dan Aula Lanud Balikpapan.

PROKAL.CO, Gempa dan tsunami 7,4 SR yang melanda Palu, Sigi, dan Donggala di Sulawesi Tengah (Sulteng) Jumat (28/9) lalu menyisakan cerita sedih dari warga yang mampu menyelamatkan diri dari musibah alam tersebut. Melihat kondisi tempat tinggal maupun tempat usaha mereka yang luluh lantak dan juga sulitnya mendapatkan pasokan untuk kebutuhan sehari-hari, akhirnya mereka memilih mengungsi ke beberapa kota termasuk Balikpapan.

APRIYANTO, BALIKPAPAN

TAK ada yang menyangka jika Jumat (28/9) itu suasana Kota Palu yang awalnya tenang menjadi gaduh, setelah gempa berkekuatan 7,4 SR mengguncang ibukota Sulawesi Tengah itu. Gempa tersebut meluluhlantakan bangunan yang berada di wilayah Palu, Sigi, dan Donggala. Bahkan disertai tsunami dan juga lumpur yang membenam salah satu permukiman di Sigi.

Mereka yang sempat menyelamatkan diri keluar dari rumah maupun gedung, berlari ke dataran yang lebih tinggi karena mengetahui gempa berpotensi tsunami. Mereka yang sempat keluar rumah dan gedung, selamat dari maut. Namun, tidak bagi warga yang terjebak di gedung, tewas akibat tertimpa reruntuhan gedung.

Wajah lelah bercampur sedih tampak dari para korban gempa saat turun dari pesawat Hercules milik TNI AU yang mengangkut mereka dari Palu menuju Kota Balikpapan. Dari sini nantinya sebagian pengungsi ada yang memilih melanjutkan perjalanan ke kampung asal seperti Jawa, ada juga yang mendapatkan perawatan intensif di berbagai rumah sakit di Balikpapan.

Para korban selamat ini tak menyangka dengan situasi mencekam yang dialami. Suasana kala itu sangat tegang dan kacau, karena ribuan warga berlari ke sana kemari menyelamatkan diri, termasuk M. Soleh (23) karyawan rumah makan Bakso Planet di kawasan Pantai Talise, Palu.

Dia mengaku berhasil menyelamatkan diri dari dahsyatnya gempa dan ganasnya terjangan tsunami. Pria asal Bojonegoro ini merantau ke Kota Palu setahun yang lalu untuk mencari pekerjaan. Tak butuh waktu lama untuk dirinya diterima bekerja di Bakso Planet.

Saat gempa terjadi, dia bersama empat orang teman kerjanya berhasil menyelamatkan diri setelah berlari ke tempat lebih tinggi. Akan tetapi perjuangan Soleh cukup berat. Soleh sempat terjatuh akibat tertimpa atap yang runtuh, namun dia masih bisa berdiri. Bahkan saat diterjang tsunami, dia sempat terseret beberapa meter. Beruntung selamat setelah lengannya ditarik oleh temannya.

"Sempat terseret arus. Ditolong sama teman. Ditarik supaya naik ke atas," ucapnya. Ketika itu, Soleh tidak berpikir lagi untuk membawa barang-barang miliknya. Di pikiran dia hanya menyelamat diri. Kini, setelah tempat kerjanya sudah tersapu tsunami, dirinya tak ingin bertahan lebih lama di Palu. Karenanya saat ada gelombang pengungsian ke Balikpapan, dirinya ikut serta bersama rekan-rekannya.

"Ini belum tahu lagi arah dan tujuan. Yang penting keluar saja dari Palu. Ini sama teman-teman berencana mau ke Jakarta saja," kata Soleh yang untuk sementara menenangkan diri di Balikpapan.

Sementara itu Kevin yang merupakan rekan Soleh mengaku hanya sempat menyelamatkan dirinya saja. Tak ada barang yang bisa dibawa termasuk kartu identitas (KTP) miliknya pun lenyap terseret tsunami, sehingga hanya berbekal pakaian di badan saja.
"Sudah nggak punya apa-apa lagi, identitas juga nggak ada, hilang hanyut tersapu tsunami," keluh Kevin yang nantinya akan ikut serta bersama rekan-rekannya menuju Jakarta.

Perjuangan Kevin dkk untuk tiba di Balikpapan juga cukup berat. Mereka harus tiga malam menginap di Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Palu, lantaran ribuan warga juga memenuhi bandara ini untuk bisa keluar dari Palu.

"Hancur semua di sana, di bandara sana kekurangan bahan makanan  dan minuman, kacau kemarin rebutan makanan dan air minum," bebernya. Pengungsi lainnya bernama Karsino, merasa bersyukur lantaran semua keluarganya selamat. Dia berencana akan melanjutkan perjalanan ke Surabaya dengan naik pesawat komersil dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan. Sama seperti pengungsi lainnya, dia hanya sempat membawa barang seadanya seperti pakaian di badang dan beberapa surat penting.

"Saat kejadian saya sedang istirahat di dalam rumah, tiba-tiba guncangan terjadi. Keluarga saya lebih dulu saya selamatkan. Ada enam orang, alhamdulillah selamat semua," ungkap Karsino.

Usai dihantam gempa dan tsunami, rumah yang ditempati Karsino sekelurga hancur tak tersisa. Kini dia berharap bisa cepat sampai ke kampung halamannya di Surabaya. "Ya, semoga cepat sampai di Surabaya dan berkumpul dengan keluarga lainnya. Mereka (keluarga di Surabaya) juga sudah kami kabarin kalau kami di sini (Balikpapan) sehat-sehat saja," pungkasnya.

Begitu pula Giarto yang saat kejadian hanya berpikir menyelamatkan istri dan dua anaknya. Penjual mie ayam di Palu ini memilih pulang kampung ke Klaten, Jawa Tengah, untuk menghilangkan trauma akan gempa dan tsunami. "Rumah hancur sama sekali. Saat terjadi gempa itu saya langsung lari selamatkan anak saya, kami berlari ke lapangan agar tidak tertimpa reruntuhan bangunan," ujarnya.

Setelah berhasil menyelamatkan diri, Giarto sekeluarga memutuskan menuju Bandara Mutiara Sis Al Jufri untuk bisa terbang keluar dari Palu. "Sempat dua malam terlantar di bandara (Palu), kekurangan makanan dan minuman. Tapi alhamdulillah bantuan TNI membuat saya bisa sampai ke sini dan berencana melanjutkan perjalanan ke Klaten," tandasnya. (sapos)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 09 Desember 2018 14:43

Tak Selamat di Gunung Keramat

SAMARINDA. Sejak di tanjakan Gunung Manggah, Jalan Otto Iskandardinata, truk…

Minggu, 09 Desember 2018 13:49

Oknum PNS Dinsos Bonyok

SAMARINDA. Urat malu Hidayat Firdaus (36), sepertinya sudah putus. Tak…

Sabtu, 08 Desember 2018 12:59

Berebut Beri Nama Anak, Istri Dihajar

SAMARINDA. Perselingkuhan dan ekonomi biasanya menjadi pemicu terhadinya kekerasan dalam…

Kamis, 29 November 2018 17:23

Mayat Berdarah Mengapung SKM

SAMARINDA. Warga dan siswa SMPN 21 di Jalan Tongkol, Samarinda…

Rabu, 28 November 2018 14:11

Kantor Aktivis Diserang

SAMARINDA. Aktivis lingkungan dari Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim kembali…

Selasa, 27 November 2018 16:04

Sekap Polisi, 9 Tahanan Kabur

SAMARINDA. Peristiwa kaburnya 4 tahanan di Polsek Samarinda Ulu, Jumat…

Senin, 26 November 2018 20:49

Curi Motor, Fitnah Sahabat

SAMARINDA. Meski dihadapkan dengan polisi, tapi Ivan Patisina tetap tak…

Senin, 26 November 2018 20:46

Hidup di Bontang, Nakal di Samarinda

SAMARINDA. Polres Bontang menjadikan Yusuf alias Ucup (33), warga Jalan…

Sabtu, 24 November 2018 15:02

Markas Nelayan Digerebek

SAMARINDA. Hasil laut yang berlimpah sepertinya masih belum cukup bagi…

Jumat, 23 November 2018 16:03

Terbakar, Kawan Disangka Terpanggang

SAMARINDA. Menangis sejadi-jadinya. Hanya itu yang bisa dilakukan Maimunah (50).…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .