MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Selasa, 02 Oktober 2018 23:31
Siswa SMAN 16 Kembali Jadi “Musafir”

Pindah dari Perpustakaan Kota, Numpang Belajar di SMAN 5

SOLUSI SEMENTARA. Ratusan siswa SMAN 16 mengikuti apel di halaman SMAN 5 Jalan Ir H Juanda, kemarin (1/10). Mereka untuk sementara menumpang belajar di sekolah tersebut

PROKAL.CO, SAMARINDA. Nasib ratusan siswa SMAN 16 makin tak jelas. Setelah tak bisa menempati gedung SDN 006 dan terpaksa belajar di ruang terbuka di areal Perpustakaan Kota Samarinda Jalan Kesuma Bangsa. Kini, 530 siswa SMAN 16 terpaksa menumpang di Gedung SMAN 16 Jalan Ir H Juanda. Kegiatan belajar mengajar di SMAN 16 berlangsung sejak kemarin (1/10).

Siswa SMAN 16 terpaksa belajar dengan menumpang di sekolah lain sebagai dampak tidak adanya ketegasan Pemkot Samarinda memindahkan kegiatan belajar SDN 006 ke SDN 007 Jalan Piano. Menanggapi hal ini, Sekretaris Kota (Sekkot) Sugeng Chairuddin tak mengelak jika tim eksekusi gagal jalankan tugas. “Ya kalau dibilang memang begitu adanya,” ujar Sugeng, Senin (1/10).

Sugeng mengaku pihaknya masih akan melakukan rapat bersama lagi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota serta Disdikbud Kaltim untuk menuntaskan persoalan pemindahan murid SDN 006 ke SDN 007. Namun saat ditanya mengenai lahan, Sugeng mengaku masih akan dibahas lebih lanjut.

“Harusnya masyarakat sadar lah, niat kami untuk perbaikan sekolah sehingga semua sekolah mendapat bantuan. Soal lahan alternatif nanti akan dibahas lagi dalam rapat selanjutnya,” terang mantan kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan itu. Di sisi lain, rasa haru justru diungkapkan Kepala SMAN 16 Sri Romadhani. Ia terharu karena melihat kondisi anak didiknya yang berpindah-pindah tanpa memiliki gedung belajar permanen.

“Kami sangat berterima kasih dengan pihak SMA 5. Namun dibalik itu, pemindahan kami bisa jadi merupakan jalan terbaik dalam tanda kutip untuk sementara. Mereka putra putri daerah, sekolah milik pemerintah tapi mendapat perlakukan seperti ini, semacam dibedakan,” ujar Sri usai melakukan upacara hari pertama di sekolah SMAN 5.

Ia menyesalkan karena banyak pihak yang menginginkan polemik ini berlarut-larut. Padahal, menurutnya, pihak pemerintah memiliki kekuatan penuh mengatur sekolah karena statusnya merupakan sekolah negeri.

“SDN 006 itu kan bukan milik pribadi, harusnya pemerintah bisa dipatuhi, kecuali sekolah swasta, itu kan lahan milik pribadi sedangkan sekolah negeri itu wewenang pemerintah. Sebagai ASN saya memang harus patuh terhadap atasan. Namun dibalik itu tanggung jawab terhadap siswa dan tenaga pendidik sekolah ini juga besar. Kami tentu berharap pemerintah segera mengambil keputusan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 5 Sutrisno mengatakan pada Kamis (27/9) diadakan rapat membahas lokasi sementara bagi siswa SMAN 16 untuk belajar mengajar. Kemudian pada Sabtu (29/9), diputuskan bahwa siswa SMAN 16 akan menumpang sementara di SMAN 5.
“Karena saya juga pernah menjadi kepala SMA 16. Memang persoalannya selama siswa di SMA 16 berada satu lingkungan dengan SDN 007, ada beberapa pihak yang meminta agar segera pindah karena tidak baik jika lingkungan anak SMA dan SD digabungkan. Makanya sejak 2014 ketika ada perlimpahan wewenang, siswa SMAN 16 diminta pindah ke SDN 006 karena lahannya masih milik Pemprov Kaltim,” tuturnya.

Di SMAN 5, siswa SMAN 16 menempati 16 ruangan untuk kegiatan belajar. Mengenai pembagian waktunya, siswa SMAN 5 masuk pagi sementara siswa SMAN 16 masuk pukul 13.00 Wita.

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 10 Oktober 2015 08:38

Membernya Ribuan, Gelar Resepsi di The Concept

<p>Dulu, olahraga lintas alam atau sering disebut hash atau on-on tak banyak yang mengetahui apalagi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*