MANAGED BY:
SELASA
11 DESEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Sabtu, 29 September 2018 22:28
Gara-Gara Ini, Caleg Terancam Denda dan Penjara

Pohon Dipaku untuk APK, Wali Kota Berang

LANGGAR PERDA. Tidak hanya merusak lingkungan, memasang APK di pohon adalah bentuk pelanggaran Perda.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Memasuki masa kampanye, para peserta pemilu mulai gencar mensosialisasikan diri ke masyarakat. Tak jarang dari mereka menempel atau memaku baliho, stiker atau poster di pohon atau fasilitas umum. Umumnya hal itu dilakukan agar dilihat khalayak ramai.

Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang dibuat berang. Banyak fasilitas umum, pohon-pohon bertebaran iklan kampanye calon legislatif. Tindakan itu selain melanggar PKPU 28/2018 tentang perubahan atas PKPU 23/2017 tentang kampanye pemilu, tindakan tersebut juga melanggar Perda Samarinda nomor 19/2013 tentang Penghijauan.

Dalam perda disebutkan sebagaimana pasal 12, setiap orang dilarang memasang dan menempel, spanduk, poster, baliho dan jenis periklanan lainnya pada tanaman penghijauan atau pohon pelindung lokasi taman dan median jalan dalam wilayah Kota Samarinda. Orang juga dilarang menebang pohon pelindung dan tanaman penghijauan tanpa mendapat izin dari dinas terkait.

Jika ketentuan tersebut dilanggar, maka akan diberi sanksi sebagaimana disebutkan pada pasal 18. Bagi yang melanggar maka akan diselidiki oleh pejabat penyidik umum atau PPNS. Mereka menyidik setiap indikasi tindak pidana kejahatan terhadap tanaman kota. Jika terbukti bersalah, maka ada sanksi hukum yakni denda Rp 50 juta dan penjara selama 6 bulan.

Kepala Bidang Pertamanan dan Pemakaman, Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Samarinda, Erminawaty mengatakan pihaknya akan bertindak tegas bagi calon legislatif yang memanfaatkan taman kota atau pohon untuk media kampanye. “Pemkot akan bertindak lebih tegas kepada mereka yang secara sengaja menempelkan baliho kampanye di pohon. Pelaku akan didenda Rp 50 juta dan penjara enam bulan,” katanya belum lama ini.

Untuk penertiban, kata dia pihkanya akan berkoordinasi dengan Satpol PP, Panwas dan Bawaslu untuk melakukan penindakan jika ada kampanye yang menyalahi aturan main. Dirinya juga mengimbau agar para caleg bisa menahan diri. Karena, selain melanggar aturan, memasang APK di tempat yang tidak semestinya pun akan merusak estetika kota. 

Sebelumnya, Syaharie Jaang mengaku kecewa melihat stiker peserta pemilihan umum 2019 alias alat peraga kampanye (APK) yang menempel di salah satu halte. "Memang sekarang sudah saatnya para caleg baik DPR RI, DPRD provinsi dan DPRD kota termasuk DPD juga capres melakukan kampanye. Sudah resmi, sah, tapi saya mohon supaya pada tempatnya," ungkap Jaang.

Menurutnya, APK supaya tidak mengotori fasilitas umum dan merusak keindahan, apalagi sampai tidak ramah lingkungan. "Jangan menempel di median jalan, halte, sekolah, rumah ibadah dan fasilitas umum lainnya, apalagi sampai memaku di pohon," tegasnya.
Memang menurutnya ada Satpol PP bersama Panwas yang melakukan penertiban terhadap algaka yang tidak sesuai ketentuan.
"Tapi jangan kita habiskan energi mereka (Satpol PP) untuk penertiban itu. Masih banyak yang bisa dilakukan, daripada membersihkan algaka yang si caleg nya tidak cinta kebersihan dan keindahan," tegasnya.

Jaang mengajak kepada semua peserta Pemilu yang akan berjuang di pesta demokrasi 2019 secara serentak itu, agar tertib dalam memasang algaka. Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Tahrir berharap Pemkot Samarinda harus tegas atas tindakan tersebut. Menurut Tahrir, lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan perda berujung padat manajemen kerja yang tidak baik. “Perlu diimbau dan ditindak tegas,” kata Tahrir.

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 10 Oktober 2015 08:38

Membernya Ribuan, Gelar Resepsi di The Concept

<p>Dulu, olahraga lintas alam atau sering disebut hash atau on-on tak banyak yang mengetahui apalagi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .