MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

BORNEO FC

Kamis, 27 September 2018 23:10
HARUS DISELESAIKAN CEPAT

PROKAL.CO, SAMARINDA. Dihentikannya Kompetisi Liga 1 imbas kasus pengeroyokan oknum suporter Persib Bandung, ternyata berimbas luas bagi sepak bola Indonesia. Sebab PSSI lewat Eddy Rahmayadi selaku ketua umum, sudah menyatakan kompetisi dihentikan sampai batas waktu tak ditentukan.
Tewasnya Haringga Sirila (23), suporter Persib di tangan oknum suporter Persib, tak hanya menjadi perhatian insan sepak bola Indonesia, tetapi masyarakat luas secara keseluruhan.
Jelas hal ini merugikan banyak pihak. Beberapa tim terpaksa menunda keberangkatannya untuk bertanding. Terlebih tak ada batas waktu ditentukan PSSI terkait penghentian kompetisi ini.
Nabil Husein Said Amin, Presiden Borneo FC saat dikonfirmasi harian ini kemarin mengatakan, apa yang terjadi saat ini membuat semua klub serba salah. Sebab satu kejadian harus mengorbankan banyak pihak di sepak bola Indonesia.
“Kejadian ini harus benar-benar diselesaikan agar tidak terjadi lagi di kemudian hari. Terus terang, apa yang dialami korban dalam kasus ini sangat mengerikan,” ujar Nabil.
Kasus ini ujarnya tak boleh dibiarkan berlarut-larut agar tak lagi terjadi di kemudian hari. Sanksi tegas pun harus diberikan agar muncul efek jera.
“Dan ini harus ada kerja nyata dari PSSI untuk penyelesaian kasusnya. Jangan sampai masalah ini justru membuat persepakbolaan kita semakin terpuruk. Sepak bola kita harus terus maju lebih baik dan damai,” terangnya.
Meski selama ini kelompok suporter tak langsung bersentuhan dengan klub, namun Nabil menyarankan agar semua klub bertanggung jawab dalam hal membimbing dan membina suporter mereka, khususnya tim dengan basis kelompok besar. Persib, Persija, Persebaya dan Arema adalah tim dengan basis kelompok suporter besar yang harus memberikan bimbingan dan pembinaan pada pendukungnya.
“Selama ini keempat kelompok suporter tersebut yang terus menjadi perhatian masyarakat. Sebab mereka memang tak bisa duduk berdampingan saat menyaksikan timnya bertanding,” terangnya.
Dikatakan Nabil, dulu Pusamania dan suporter Persiba yang tergabung dalam Balistik juga tak pernah akur. Namun kini semuanya sudah tak terjadi lagi. Pemahaman dan pembinaan yang diberikan, mampu membuat kedua kelompok suporter ini menjadi satu kesatuan yang kuat.
Disinggung mengenai sanksi hukum bagi para pelaku pengeroyokan yang menewaskan Haringga, Nabil ingin ada tindakan hukum yang serius agar kasus serupa tak terulang lagi.
“Tindakan oknum suporter Persib sudah sangat tak manusiawi. Terus terang, saya miris melihat kejadian tersebut,” kata Nabil.

loading...

BACA JUGA

Senin, 12 Oktober 2015 02:05

Warga Diminta Cari Jalan Alternatif

<p>SAMARINDA. Selama proses pengecoran Jalan M Said sepanjang 415 meter, warga Lok Bahu dan sekitarnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*