MANAGED BY:
SELASA
19 FEBRUARI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

KRIMINAL

Kamis, 27 September 2018 23:09
Keponakan Datang Bawa Masalah

Janjikan Paman Bisa Beli Susu Anak, Nyatanya Dibekuk Polisi

BARANG BUKTI. Polisi menunjukkan barang bukti sabu yang disita dari Muliadi (kiri) dan keponakannya Aditiya (kanan).

PROKAL.CO, SAMARINDA. Siapa bilang keponakan tak bisa jerumuskan paman hingga ditangkap polisi. Buktinya Ahmad Aditiya (22) melakukannya.
 Alih-alih datang bertamu ke rumah kontrakan pamannya, Muliadi (41), di Jalan KH Harun Nafsi, Gang Family, Kelurahan Rapak Dalam, Kecamatan Loa Janan Ilir. Aditiya justru membawa petaka bagi bapak anak tiga itu, Selasa (25/9) lalu.  Karena mau menuruti perintah Aditiya.

Muliadi ditangkap polisi di depan gang tempatnya tinggal. Satresnarkoba Polresta Samarinda yang membekuk sopir pikap toko material bangunan itu. Muliadi diciduk, karena menjual sepoket narkoba jenis sabu seberat 0,36 gram yang dibungkus tissue kepada polisi yang menyamar sebagai pembeli. Karuan Muliadi merasa dirinya dijebak keponakannya sendiri.

Muliadi bukan tak tahu barang apa yang diantarkannya itu, tapi Muliadi tak menyangka, ternyata yang membeli sabu itu adalah polisi.

Meski kesal, namun Muliadi bisa sedikit membalas kekesalannya, karena setelah dirinya ditangkap giliran Aditiya yang diringkus polisi di rumah Muliadi dengan barang bukti 30 poket sabu seberat 11,24 gram yang disembunyikan di speaker sound sistem.

"Saya cuma disuruh mengantar. Saya tau itu sabu. Saya dijanjikan imbalan buat tambahan beli susu anak karena kebetulan susu anak saya yang kembar habis," ucap Muliadi.

Muliadi mengaku, baru pertama kali dirinya diminta untuk mengantarkan sabu tersebut meski dirinya tahu Aditiya, yang tinggal di Jalan Tongkol, Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir berjualan sabu.

"Tapi sebelumnya saya tidak pernah disuruh. Kebetulan saja ketika itu dia (Aditiya, Red) datang dan meminta tolong saya untuk mengantarkan barang (Sabu, Red) itu," ujar Muliadi.

Aditiya sendiri mengelak disebut sebagai pemilik 30 poket sabu itu. Ia berdalih puluhan poket sabu itu adalah titipan seseorang yang akan memberinya imbalan Rp 500 ribu.

"Kalau sabu itu sudah diambil oleh pemesannya. Saya cuma bawakan dan simpan, sampai diambil yang memesan," ujar Aditiya.

Kepala Satresnarkoba Polresta Samarinda, Kompol Markus Sanyoto, melalui KBO, IPDA Edi Susanto mengatakan, terlepas dari pengakuan Muliadi dan Aditiya, seluruh barang bukti ditemukan dalam penguasaan keduanya.

"Artinya mereka (Muliadi dan Aditiya) berkomplot untuk mengedarkan sabu tersebut karena mereka berdua sama-sama tahu dan ada keuntungan yang mereka dapatkan," tandasnya. (sapos)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 10 Oktober 2015 08:15

Parit Baru 800 Meter di Bayur

<p>SAMARINDA. Jalan Padat Karya kawasan Bayur kini memiliki parit baru. Saat ini pembuatan parit…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*