MANAGED BY:
RABU
20 FEBRUARI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Jumat, 21 September 2018 00:58
FHK2I Samarinda Hearing ke DPRD Kota

Terkait Penolakan Penerimaan CPNS 2018

DUDUK BERSAMA. Pengurus FHK2I Samarinda berfoto bersama anggota DPRD Samarinda, BKD, BPKAD, Dinas Pendidikan dan instansi terkait usai melakukan pertemuan terkait penyampaian aspirasi penolakan penerimaan CPNS 2018.DUDUK BERSAMA. Pengurus FHK2I Samarinda berfoto bersama anggota DPRD Samarinda, BKD, BPKAD, Dinas Pendidikan dan instansi terkait usai melakukan pertemuan terkait penyampaian aspirasi penolakan penerimaan CPNS 2018.

PROKAL.CO, RATUSAN tenaga honorer Katagori 2 (K2) maupun non K2 di Samarinda yang tergabung dalam Forum Honorer Kategori 2 Indonesia (FHK2I) Samarinda melakukan hearing atau pertemuan bersama DPRD Samarinda, serta  instansi terkait, Kamis (20/9).
Dalam hearing dipimpin Wakil Ketua DPRD Samarinda Siswadi, dimana mendengarkan aspirasi dari FHK2I.
Setelah itu, mendengarkan pendapat dari semua komisi, serta instansi terkait, diantaranya BKD Kota, Komisi IV DPRD Samarinda, Komisi I DPRD Samarinda, BPKAD, Ketua DPRD dan Dinas Pendidikan Samarinda.
Ketua FHK2I Samarinda Koordinator Wilayah Kaltim Makkulau menyampaikan, para honorer khususnya K2 menolak penerimaan CPNS 2018 yang dirasa tidak adil. Lantaran persyaratan tidak berpihak kepada K2, dengan membatasi usia maksimal 35 tahun.
"Kami secara serentak dan bersama-sama menolak pembatasan usia maksimal 35 tahun. Sedangkan kami para honorer K2 kebanyakan usia di atas 35 tahun, dan telah mengabdi selama belasan tahun," paparnya.
Selain itu, mereka menginginkan kenaikan gaji, insentif dan Tunjangan Hari Raya (THR) yang selama ini dirasa tidak sesuai, dan tidak layak diterima bagi para pendidik honorer tersebut.
"Kami menunggu perjuangan DPRR kota, provinsi dan pemerintah daerah untuk anggaran 2019 terkait insentif dan THR agar bisa naik," lanjutnya.
Ia mengaku, pihaknya telah empat kali berkoordinasi ke DPRD Samarinda, beberapa kali ke DPRD Kaltim dan sering sekali ke pusat, bertemu Menpan-RB, Mendikbud menanyakan tentang kejelasan status K2 menjadi PNS.
"Semoga gubernur terpilih dapat mendengarkan keluhan kami ini, jika Pergub telah dikeluarkan, kami akan mendapatkan upah atau gaji yang standar untuk kehidupan yang layak," harapnya.
Setelah mendengarkan aspirasi tersebut, Wakil Ketua 1 DPRD Samarinda Siswadi menyatakan, segera berkoordinasi dengan provinsi, terkait kebijakan dari pemerintah pusat tersebut.
Sementara Ketua komisi IV DPRD Kota, Sri Puji Astuti menambahkan, dalam waktu dekat, pihaknya akan mencari data di Dinas Pendidikan, BKD dan berkoordinasi dengan daerah untuk memperjuangkan hak para honorer tersebut.

loading...

BACA JUGA

Selasa, 19 Februari 2019 20:43

Juara 1 se-Kaltim dan Kaltara

TIGA siswa SMP Muhammadiyah 5 berhasil mengukir prestasi. Kali ini…

Selasa, 19 Februari 2019 20:41

Warga Binaan Ikuti Pelatihan Konstruksi Bersertifikat

SEBANYAK 62 peserta terdiri dari 50 warga binaan laki-laki dan…

Selasa, 19 Februari 2019 20:40

Warga Samarinda Seberang Kaji Empat Pilar

MOMENTUM pemilihan calon anggota legislatif (Pileg) dan Pilpres membuat suasana…

Selasa, 19 Februari 2019 17:22

Tengah bulan,Belum Gajian,ga jadi beban

RABBANI,- Ada kabar bahagia bagi konsumen brand busana muslim Rabbani…

Selasa, 19 Februari 2019 11:16

Eks Bandara Temindung Jadi Sarang Ngelem

SAMARINDA. Lahan eks Bandara Temindung yang kini kosong memunculkan masalah…

Selasa, 19 Februari 2019 10:56

Penjoki Jetski Divonis Hukuman Maksimal

SAMARINDA. Suasana di ruang sidang di gedung Tipikor di Pengadilan…

Senin, 18 Februari 2019 20:45

Danrem Ingatkan Netralitas dan Waspada Hoax

MARAKNYA penyalahgunaan media sosial dengan menyebarkan berita-berita hoax, menjadi salah…

Senin, 18 Februari 2019 20:44

150 Warga Dapat Sosialisasi Empat Pilar

SEBANYAK 150 warga mendapatkan Sosialisasi Empat Pilar dari anggota MPR…

Senin, 18 Februari 2019 11:21

Malam Mingguan, Polisi Makin Siaga

SAMARINDA. Setiap akhir pekan, kegiatan masyarakat meningkat. Potensi ancaman gangguan…

Senin, 18 Februari 2019 10:57

Dua Begal Sadis Dituntut 8 Tahun Penjara

SAMARINDA. Dua begal sadis, Irvan (19) dan Lutfi (36), keduanya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*