MANAGED BY:
SELASA
11 DESEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Kamis, 20 September 2018 22:27
Oknum Dewan Disebut Bodoh

Diduga Lakukan Persekusi dan Menista Agama

BERAPI, Ketua DPD Gerindra Andi Harun (foto kanan) saat hearing di DPRD Samarinda. Pengunjuk rasa membentangkan spanduk protes.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Ketua Umum Gerindra disebut-sebut terkait gerakan 2019 ganti presiden. Mendengar pernyataan itu ratusan kader Partai Gerindra bereaksi dengan gelar aksi di depan Kantor DPRD Samarinda, Jalan Basuki Rahmat, Rabu (19/9). Pengunjuk rasa menyebut tiga anggota dewan yaitu Ahmad Vananzda, Suriani dan Khairil Usman. Ketiganya diduga melakukan persekusi terhadap warga dan penistaan agama. Aksi dipimpin langsung oleh Ketua DPD Gerindra Kaltim Andi Harun serta Koordinator aksi Sulaiman Hattase. Tanpa menunggu lama, massa langsung diterima oleh Wakil Ketua DPRD Samarinda Siswadi, didampingi beberapa anggota dewan termasuk dua anggota DPRD Samarinda yang diduga melakukan pelanggaran yaitu Ahmad Vanandza dan Suriani.

Massa digiring menuju Ruang Rapat Paripurna DPRD Samarinda guna melakukan hearing atas tuntutan aksi tersebut. Andi Harun kemudian angkat bicara dan menyebut ketiga anggota DPRD Samarinda tersebut tidak hanya melakukan perbuatan menjurus pelanggaran hukum. Namun juga telah melukai perasaan keluarga besar pengurus dan simpatisan partai Gerindra. “Saya belum pernah menemukan oknum anggota dewan yang sebodoh dan sehina ini,” ujar Andi Harun.

Pernyataan keras itu dilontarkan Andi Harun untuk merespons pernyataan tiga oknum anggota dewan dalam aksi penolakan Deklarasi #2019GantiPresiden, Sabtu (15/9) lalu. Pernyataan yang terekam dalam video amatir tersebut menyinggung sistem pemerintahan khilafah dan nama Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto.

“Kami juga mengakui sistem Khilafah Daulah Islamiyyah adalah sistem pemerintahan dan ketatanegaraan yang tidak sesuai dengan konstitusi. Tapi Khilafah Islamiyah juga diakui beberapa negara musim, tapi kenapa sebodoh dan sehina ini oknum anggota dewan yang menyebut khilafah sebagai kotoran.  Andi Harun juga menanyakan alasan ketiga oknum DPRD Samarinda tersebut mengkaitkan Prabowo Subianto dalam gerakan #2019GantiPresiden.

“Selama ini tidak ada hubungan antara hashtag 2019 ganti presiden dengan ketua umum kami Prabowo Subianto. Gerindra tidak pernah menghubungkan kegiatan atau momentum apa pun dengan ketua partai lain,” kata Andi Harun. (sapos)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 09 Desember 2018 13:49

Oknum PNS Dinsos Bonyok

SAMARINDA. Urat malu Hidayat Firdaus (36), sepertinya sudah putus. Tak…

Sabtu, 08 Desember 2018 12:59

Berebut Beri Nama Anak, Istri Dihajar

SAMARINDA. Perselingkuhan dan ekonomi biasanya menjadi pemicu terhadinya kekerasan dalam…

Kamis, 29 November 2018 17:23

Mayat Berdarah Mengapung SKM

SAMARINDA. Warga dan siswa SMPN 21 di Jalan Tongkol, Samarinda…

Rabu, 28 November 2018 14:11

Kantor Aktivis Diserang

SAMARINDA. Aktivis lingkungan dari Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim kembali…

Selasa, 27 November 2018 16:04

Sekap Polisi, 9 Tahanan Kabur

SAMARINDA. Peristiwa kaburnya 4 tahanan di Polsek Samarinda Ulu, Jumat…

Senin, 26 November 2018 20:49

Curi Motor, Fitnah Sahabat

SAMARINDA. Meski dihadapkan dengan polisi, tapi Ivan Patisina tetap tak…

Senin, 26 November 2018 20:46

Hidup di Bontang, Nakal di Samarinda

SAMARINDA. Polres Bontang menjadikan Yusuf alias Ucup (33), warga Jalan…

Sabtu, 24 November 2018 15:02

Markas Nelayan Digerebek

SAMARINDA. Hasil laut yang berlimpah sepertinya masih belum cukup bagi…

Jumat, 23 November 2018 16:03

Terbakar, Kawan Disangka Terpanggang

SAMARINDA. Menangis sejadi-jadinya. Hanya itu yang bisa dilakukan Maimunah (50).…

Jumat, 23 November 2018 16:01

Digerebek, 3 Wanita dan 1 Pria Sekamar, NAH NGAPAIN TUH..!!

SAMARINDA. Ada saja upaya oknum pemilik penginapan untuk melindungi pelanggannya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .