MANAGED BY:
SELASA
11 DESEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Rabu, 19 September 2018 10:38
Bunuh Majikan saat Dibuatkan Makanan

Ingin Kuasai Harta Bos, Bapak-Anak Bantai Pasutri

DAPAT “KADO”: Unang dan Indra yang kakinya terdapat luka tembakan, sementara video yang viral beredar belum ada timah panas yang bersarang di betis keduanya.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN. Aksi penangkapan otak pelaku pembunuhan terhadap pasangan suami-istri, Wanto (45) dan istrinya Sunarsih (42), berlangsung seru layaknya film action. Pelaku Unang Sudrajat (49) dan anaknya Indra Putra Pratama (23). Keduanya melawan ketika hendak diamankan petugas gabungan dari Polres Balikpapan dan Polda Kaltim.

Unang mendapat hadiah dua timah panas di betisnya. Sementara sang anak satu tembakan di kaki. Seorang lainnya berinisial AN alias MM (17). Usianya di bawah umur. Bekerja membantu Unang di bengkel.

Timah panas petugas terpaksa dibenamkan di dua betis Unang pada operasi penggerebekan, Senin (17/9) malam. Sebab, saat diamankan di tempat persembunyian di kawasan Desa Karya Jaya, Kecamatan Samboja, Kukar, Unang justru melawan petugas. Tiga tembakan peringatan sudah diletuskan ke udara. Bukannya menyerah, Unang malah melarikan diri. Senjata api jenis genggam Revolver 38 milik seorang petugas langsung membidik betis kanan Unang.

Di lokasi yang sama, petugas yang lain juga tengah berjibaku mengamankan Indra yang tak lain anak kandung Unang. Indra juga melawan. “Kami terpaksa lakukan tindakan tegas, karena dua tersangka melawan saat dilakukan penangkapan,” tegas Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Firta, kemarin (18/9).

Setelah itu, dilanjutkan memburu seorang tersangka MM. Rupanya dia bersembunyi di kawasan Manggar Sari, Balikpapan Timur. Petugas yang mengendus tempat persembunyian MM langsung menciduknya. Wiwin menjelaskan, motif pembunuhan tersebut lantaran Unang ingin menguasai harta korban. Korban merupakan pemilik bengkel duco. Di bengkel itu, para pelaku sering mendapatkan orderan pekerjaan untuk memperbaiki mobil konsumen korban.

“Pelaku adalah karyawan korban. Tapi ingin menguasai harta milik korban. Rencananya akan dijual untuk menutupi utang-utang judi online,” beber Wiwin. Tindakan pelaku sudah direncanakan matang. Sehari sebelum kejadian sudah berencana menghabisi nyawa korban pada malam hari, sekira pukul 19.00 Wita, Minggu (16/9).

“Namun, tidak jadi. Kemudian dilakukan keesokan harinya pada hari Senin (17/9) sekira pukul 10.00 Wita. Tiga pelaku ini menyewa taksi online menuju ke rumah korban. Sesampainya di rumah korban yang juga dijadikan bengkel, kemudian pelaku mengeksekusi korban. Dengan cara menjerat leher korban di dalam mobil konsumen,” katanya.

Indra dan MM sebagai algojo menghabisi nyawa Wanto. Caranya dengan menjerat menggunakan tali nilon biru saat korban berada di jok kemudi. Wanto sudah tewas. Namun istri tak tahu. Dengan polosnya, Winarsih, istri Wanto memanggil para pelaku untuk makan siang. Saat di dapur itulah Winarsih juga dibunuh dengan cara dijerat Setelah tidak bernyawa, kemudian jasad Winarsih dibawa ke kamar. Lantas diletakkan di atas kasur dan ditutupi bantal. Setelah menghabisi nyawa kedua korban, pelaku menguras harta benda seperti handphone, laptop, uang tunai Rp 1.150.000, dan sebuah mobil Toyota Fortuner warna silver KT 1295 AY.

“Setelah itu mereka ke daerah Pasar Baru, menawarkan mobil Fortuner ini kepada seseorang di sana. Dan sepakat mobil itu dijual Rp 50 juta, yang rencana transaksinya pada sore harinya,” imbuh dia. Setelah para pelaku tertangkap, kemudian dilakukan pencarian barang bukti tali nilon yang digunakan pelaku untuk membunuh. “Ditemukan di selokan kontrakan tersangka,” ujarnya.
Raut wajah tampak tidak ada rasa penyesalan dari sang otak pelaku, Unang yang telah membunuh rekannya sendiri. “Ya, saya yang merencanakan. Rencananya Minggu, tapi enggak jadi. Habis itu Senin pas dia ngomel-ngomel juga. Dia bilang ke kami lambat kerjanya,” cetusnya.

Pada saat dianggap waktu tepat, Unang langsung memerintahkan anaknya Indra bersama MM untuk mengeksekusi korban. “Saya bilang sisit. Pertama Pak Wanto, baru istrinya disisit pakai tali. Saya refleks aja nyisit ibu,” akunya tanpa beban. Dia juga membeberkan secara terang bagaimana ketika Sunarsih yang sedang mempersiapkan makanan dan minuman di dapur, kemudian dijerat lehernya. “Pada saat buat teh disisitnya (dijerat dengan cepat, Red),” cetus dia. Kini, para tersangka diamankan di sel Mapolres Balikpapan dan dijerat pasal 340 KUHP Subsider 338 KUHP, dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup. (sapos)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 09 Desember 2018 13:49

Oknum PNS Dinsos Bonyok

SAMARINDA. Urat malu Hidayat Firdaus (36), sepertinya sudah putus. Tak…

Sabtu, 08 Desember 2018 12:59

Berebut Beri Nama Anak, Istri Dihajar

SAMARINDA. Perselingkuhan dan ekonomi biasanya menjadi pemicu terhadinya kekerasan dalam…

Kamis, 29 November 2018 17:23

Mayat Berdarah Mengapung SKM

SAMARINDA. Warga dan siswa SMPN 21 di Jalan Tongkol, Samarinda…

Rabu, 28 November 2018 14:11

Kantor Aktivis Diserang

SAMARINDA. Aktivis lingkungan dari Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim kembali…

Selasa, 27 November 2018 16:04

Sekap Polisi, 9 Tahanan Kabur

SAMARINDA. Peristiwa kaburnya 4 tahanan di Polsek Samarinda Ulu, Jumat…

Senin, 26 November 2018 20:49

Curi Motor, Fitnah Sahabat

SAMARINDA. Meski dihadapkan dengan polisi, tapi Ivan Patisina tetap tak…

Senin, 26 November 2018 20:46

Hidup di Bontang, Nakal di Samarinda

SAMARINDA. Polres Bontang menjadikan Yusuf alias Ucup (33), warga Jalan…

Sabtu, 24 November 2018 15:02

Markas Nelayan Digerebek

SAMARINDA. Hasil laut yang berlimpah sepertinya masih belum cukup bagi…

Jumat, 23 November 2018 16:03

Terbakar, Kawan Disangka Terpanggang

SAMARINDA. Menangis sejadi-jadinya. Hanya itu yang bisa dilakukan Maimunah (50).…

Jumat, 23 November 2018 16:01

Digerebek, 3 Wanita dan 1 Pria Sekamar, NAH NGAPAIN TUH..!!

SAMARINDA. Ada saja upaya oknum pemilik penginapan untuk melindungi pelanggannya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .