MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

KRIMINAL

Rabu, 19 September 2018 10:36
Kampanye Presiden Ricuh

Aparat Dilempari Massa, Sopir Disandera

Simulasi. Aksi petugas saat melakukan simulasi pengamanan Pemilu 2019 di Stadion Madya Sempaja, kemarin.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Semprotan water canon dan tembakan gas air mata berusaha membubarkan ratusan masa yang tengah berunjuk rasa anarkis di depan panggung Kampanye Pemilihan Presiden. Situasi ini memaksa salah satu calon presiden yang semula berorasi, terpaksa dievakuasi anngota kepolisian bersenjata lengkap menuju mobil yang telah disiapkan, Selasa (18/9).

Tak hanya dengan semprotan dan gas air mata, petugas pun menurunkan barikade polisi untuk mengahalau masa yang kian beringas. Berbekal kayu dan botol air mineral, massa melempari petugas silih berganti. Dalam posisi itu, perlahan petugas bergerak maju untuk mempersempit gerak masa yang sudah tidak terkendali.

Upaya ini rupanya berhasil, dengan perlahan masa terdesak dan kocar kacir. Namun, bukannya membubarkan diri, usai petugas berangsur-angsur meninggalkan lokasi kerusuhan, rupanya massa justru bergerak kembali dengan merusak fasilitas umum disekitarnya, bahkan sebuah mobil yang kebetulan melintas turut menjadi korban dirusak massa.

Salah seorang pengemudi mobil turut disandera salah seorang pengunjuk rasa. Dengan ancaman sebilah pisau, pengemudi itu disekap. Tak ingin jatuh korban, petugas kepolisian yang datang melepaskan tembakan peringatan, agar sandera dilepaskan.

Upaya peringatan rupanya tak digubris. Tindakan tegas pun dilakukan, satu tembakan akhirnya berhasil melumpuhkan penyandera dan sang supir berhasil diselamatkan. Meski sudah terluka, penyandera tetap dibawa petugas untuk dilakukan perawatan dengan membawanya ke rumah sakit terdekat.

Meski aksi anarkisme masa itu cukup menegangkan, namun semua itu merupakan simulasi yang dilakukan Forkopinda (Forum Koordinasi Pemerintah Daerah) Kaltim, bertemakan Tingkatkan Sinergitas Pemda, TNI dan POLRI dalam Rangka Menghadapi Pemilu Serentak 2019, di lapangan Stadion Madya Sempaja, Jalan M Yamin, Samarinda Utara, yang dimulai sejak pukul 08.00 Wita.

Kegiatan yang melibatkan ribuan persnol TNI dan Polri ini, mendapat apresiasi dari sejumlah warga yang hadir menyaksikan simulasi tersebut. Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Polri Priyo Widyanto menyatakan, dalam menghadapi pemilu serentak, pihaknya akan melakukan antisipasi, dengan mengerahkan seluruh anggota, guna menjaga situasi tetap kondusif. Salah satunya, melaksanakan Simulasi Pengamanan Pemilu Serentak 2019.

"Dalam pelaksanaan simulasi ini, kami gambarkan, yang diikuti TNI dan Polri dan instansi pemerintah, kita laksanakan untuk mengantisipasi hal-hal tidak kita harapkan terjadi dalam pelaksanaan Pemilu 2019, yang kampanyenya akan dimulai dari 23 September mendatang," kata Priyo.

Prosedur Latihan Praktek Operasional (Latpraop) dilaksanakan, sesuai dengan prosedur pelatihan TNI dan Polri. "Latihan ini adalah Latpraop, yang artinya bukan hanya untuk pemilu, untuk giat curas dan curat juga ada Latpraop-nya, semua ada prosedur operasionalnya," ucap Priyo.

Seluruh pasukan dari dua pertiga atau sekitar 1.020 anggota Polisi gabungan dari Polda dan Polres juga dibantu TNI, berkekuatan 3.760 personil dibantu unsur pemerintah akan terlibat aktif dalam proses Pemilu 2019.

"Semua kita libatkan dan semua titik kantor operasional, dari Polri, Polda dan Polres mengikuti latihan ini, guna melaksanakan pengamanan, pada saat berlangsungnya inti Pemilu 2019 nanti, untuk menyikapi semua bentuk tindakan yang dikhawatirkan.” ucap Priyono.

Sementara itu, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto menambahkan, dalam kondisi tertentu, TNI sudah mempersiapkan pasukan, yang terdiri dari Pasukan Huru Hara yang berkekuatan kurang lebih satu kompi. "Polri meminta tambahan pasukan, dan TNI siap menugaskan 3.760 personil, dan kami siap menambahnya bila dibutuhkan, karena memang itu tugas Polri dan TNI," tutup Subiyanto.

loading...

BACA JUGA

Selasa, 16 Oktober 2018 23:26

Pasutri “Culik” Beras

SAMARINDA. Pasangan suami istri (Pasutri) yang membawa seorang balita laki-laki menggunakan mobil, berhenti…

Senin, 15 Oktober 2018 00:19

Maling Mendadak Mati Rasa

SAMARINDA. Hanya karena seorang wanita, Irawati selamat dari amukan warga. Ya, Irawati dipergoki warga…

Senin, 15 Oktober 2018 00:17

Dapat Rp 10 Juta, Terancam 12 Tahun

SAMARINDA. Irvan Fahrisal (19) dan Lutfi (36) bakal lama merasakan dinginnya sel tahanan. Kedua warga…

Jumat, 12 Oktober 2018 23:38

Lagi, Mafia Lapas Berulah

SAMARINDA. Mafia di lembaga pemasyarakatan (Lapas) yang berstatus nara pidana (Napi) tak kapok meski…

Jumat, 12 Oktober 2018 00:40

Penagih Utang Tersangkut Narkoba

SAMARINDA. Pihak kepolisian hingga kini masih menunggu kondisi Iswandi (45) membaik yang bonyok dihajar…

Selasa, 09 Oktober 2018 00:12

Mau Panen, Jatuh dari Kapal

TANJUNG SELOR.  Seorang pembudidaya rumput laut bernama Ahmad (49), dikabarkan hilang saat sedang…

Kamis, 04 Oktober 2018 23:44

Diversi “Mental”, Proses Hukum Berlanjut

SAMARINDA. Meski masih di bawah umur, bukan berarti ulah RS (15) bisa diselesaikan secara diversi. Kasus…

Rabu, 03 Oktober 2018 23:14

Perabotan Rumah Mewah Disita

SAMARINDA. Satu persatu isi perabotan di rumah mewah milik Rizal, warga Perumahan Villa Tamara di Jalan…

Rabu, 03 Oktober 2018 23:04

Preman Cilik Ngamuk

SAMARINDA. Umurnya baru menginjak 15 tahun. Namun nyalinya sekelas preman. Itulah RS. Bocah ingusan…

Selasa, 02 Oktober 2018 23:34

Terkepung Api, Panjat Tembok

SAMARINDA. Matahari belum menampakan sinarnya. Andre Agustinus, karyawan sekaligus penjaga bengkel motor…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .