MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Selasa, 18 September 2018 21:40
PERINGATAN..!! Ternyata Kredit Macet Kaltim Terbesar

OJK Sarankan Bank Evaluasi RBB

HASIL ALAM. Kinerja perusahaan pertambangan batu bara yang sempat menurun, membuat kredit macet dari sektor ini cukup tinggi.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Kaltim menjadi salah satu wilayah dengan tingkat kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) tertinggi yakni 5,40 persen per Juni 2018 year of year (yoy). Angka tersebut lebih tinggi dari wilayah lain seperti Kalimantan Barat yang hanya 2,20 persen, Kalimantan Tengah 2,37 persen dan Kalimantan Selatan 4,27 persen.

Merespons soal itu, Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 9 Kalimantan, M Nurdin Subandi, meminta kepada bank untuk melakukan pemetaan (mapping). Sasarannya kepada debitur untuk mengetahui kelancaran pembayaran.

Begitu sudah diketahui nasabah tersebut, tentu dipilah mana skala prioritas perlu diselesaikan. Begitu juga dengan mengevaluasi rencana pertumbuhan kreditnya. Jika tidak tumbuh dengan baik, maka perlu mengganti kredit bermasalah tersebut. “Kalau kredit naik pendapatan banyak. Otomatis NPL bisa turun,” katanya saat memberikan materi terkait perkembangan jasa keuangan di regional 9 Kalimantan kepada awak media, Jumat (14/9) lalu di Jakarta. 

Sebab itu, OJK meminta bank mengevaluasi kembali rencana aksi bagi nasabah kredit bermasalah itu. Kemudian OJK juga mendorong agar dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) perlu dievaluasi penyaluran kreditnya, arahnya, serta sasarannya dan lainnya. Semua upaya tersebut, kata dia, dalam rangka mendorong bank agar bisa menekan NPL. “Itu yang kita mintakan,” tuturnya. 

Data Bank Indonesia Perwakilan Kaltim menyebut kebanyakan kredit macet disumbang sektor pertambangan batu bara. Risiko kredit tertinggi pada sektor ini berada pada level 40,47 persen pada triwulan II tahun lalu seiring dengan penurunan kinerja pertambangan.

Namun, pada triwulan II 2018 risiko kredit sektor pertambangan sudah sedikit mengalami perbaikan NPL sebesar 7,72 persen. Meskipun masih di atas batas NPL yaitu 5 persen, namun sudah ada tren perbaikan. Selain sektor pertambangan, sektor utama ekonomi yang masih di atas threshold 5 persen adalah sektor transportasi dan komunikasi yaitu 14,60 persen, perdagangan, hotel, dan restoran 8,84 persen, dan sektor konstruksi 5,99 persen.

Sedangkan risiko kredit yang rendah berada pada sektor Listrik, Gas, dan Air (LGA), dan pertanian dengan NPL di bawah 1 persen. Sektor pertanian dianggap cukup sehat dalam penyaluran kredit. Karena hanya mencatat NPL dibawah 1 persen, dengan pangsa penyaluran kredit ke sektor pertanian sebesar 18,09 persen dari total kredit.

Kendati demikian, secara umum pertumbuhan penyaluran kredit menunjukkan tren positif di Kaltim. Hal itu sejalan dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah Kaltim pada triwulan II 2018. Pertumbuhan kredit positif pada triwulan II 2018 sebesar 5,67 persen, setelah mengalami perlambatan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar  minus 0,02 persen.

Penurunan risiko kredit ini didukung membaiknya risiko Kredit Modal Kerja (KMK) yang menurun dari 6,23 persen dari triwulan lalu menjadi 5,06 persen pada triwulan II 2018, dan Kredit Investasi (KI) yang sedikit mengalami penurunan dari 6,24 persen menjadi 6,03 persen.

Subandi menjelaskan, kredit bermasalah bisa saja dilakukan menggunakan dua sisi. Selain penagihan juga perlu peningkatan kembali sisi kreditnya, sehingga dapat mengimbangi NPL tersebut. Batu bara jadi sektor penyumbang NPL terbesar. Apakah bank perlu hati-hati dalam menyalurkan kredit kepada sektor tersebut?  Subandi tak membantah. Ia membenarkan bank perlu hati-hati.

Setiap perbankan punya strategi dan RBB. Tentunya, setiap 6 bulan kewajiban bank menyampaikan realisasi sebagai alat monitor.
Selain itu, kebijakan bank melakukan monitoring secara bulanan perlu ditingkatkan. Termasuk rencana ekspansi kredit ke sektor mana saja dengan pertimbangan skala prioritas. “Dan itu dievaluasi jajaran direksi sebelum dilaporkan ke OJK,” tandasnya. 

Karena itu begitu dilaporkan realisasi RBB-nya tentu menjadi domain pengawasan OJK. Kalau kemudian bank tersebut konsen terhadap batu bara maka tentu harus diimbangi dengan mitigasi. OJK menyarankan agar bank mereview kembali rencana penyaluran kredit. “Perbankan memang harus hati-hati,” tutupnya. (sapos)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 00:21

Dara The Virgin dan Dj Devina Hentak Celcius

KUALITAS tampilan, pertunjukkan, pelayanan dan kepuasan pelanggan merupakan komitmen yang mutlak bagi…

Rabu, 17 Oktober 2018 00:21

SMPN 3, Sekolah dengan Seabrek Prestasi

TAK hanya memotivasi anak didiknya untuk menoreh prestasi akademik, SMPN 3 pun mendorong kreatifitas…

Rabu, 17 Oktober 2018 00:17

Gelar Kontes Tahunan, AHM Rutin Cari Siswa Berkompetensi

BEKASI. Semangat PT Astra Honda Motor (AHM) dalam mencari siswa terbaik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)…

Rabu, 17 Oktober 2018 00:14

Akhir Tahun, MPP Samarinda Harus Siap

KOMITMEN Pemkot Samarinda dalam memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat secara berkesinambungan terus…

Rabu, 17 Oktober 2018 00:13

SMK Medika Gunakan SIKA

SATU lagi program yang akan dimiliki dan direalisaSIKAn di SMK Medika, yakni membangun sistem administrasi…

Rabu, 17 Oktober 2018 00:03

Ingatkan Dampak Bonus Demografi

Perwakilan BKKBN Kaltim menggelar Pertemuan Sosialisasi Penyediaan Informasi Peringatan Dini Dampak…

Rabu, 17 Oktober 2018 00:00

Tingkatkan Standar Kompetensi PLKB

SEBAGAI upaya peningkatkan kompetensi bagi PLKB/PKB, Perwakilan BKKBN Kaltim menggelar Pelatihan Peningkatan…

Selasa, 16 Oktober 2018 01:51

SBH Mahulu Kunjungi Samarinda

SAMARINDA. Saka Bakti Husada (SBH) samarinda, Senin (9/10) menerima kunjungan SBH Mahulu. Rombongan…

Selasa, 16 Oktober 2018 01:50

Awang Faroek Klaim Pimpin Timses Jokowi di Kaltim

MANTAN Gubernur Kaltim Awang Faroek  didapuk menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan…

Selasa, 16 Oktober 2018 01:46

SMK Pemuda Gelar Camping Bersama

DALAM rangka membentuk karakter siswa, SMK Pemuda menggelar camping bersama dengan seluruh warga sekolah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .